am i a fool chapter 2

Am i a foolish?

keyber

Author: Athiyaalmas
Title: {Chaptered} Am i a foolish?
Cast:

  1. Key SHINee
  2.  Amber F(x)

Other cast:

  1.   SHINee member
  2.   F(X) member
  3.   Donghae Suju
  4.   Daniel Dalmatian
  5.   Nicole Kara
  6.   Temukan sendiri

Genre: Romantic, and other
Rating: General

Cerita ini hanya untuk fans COUPLE DIATAS jadi yang merasa antis mianhae ini terlarang untuk kalian *bahasanya*. Mungkin kalian udah ilfil dari pertama baca judulnya, apalagi liat nama author yang freelance dan enggak terkenal huhu sedihnya..😥 tapi please read.. comment and no copas + bashing. Jebaaalll comment… kalo enggak bakal author lempar sampai seoul #reader kesenengen# abaikan tulisan tercoret itu.
Tapi ingat satu kataku please comment and thanks before, oke deh daripada kebanyakan cincong lets check it out!

Key poV
Yeoja bodoh itu memiliki segenap dendam kesumat pada kami, apalagi padaku. Bisa mati menahan malu aku kalau dia menyebarkan “KEY SUNBAE ANAK MAMA” tidak bisa. Aku berlari mengejarnya.
“Hey TUNGGU!!.” Aku menghadangnya dan berdiri didepannya.
“Wae?.” Tanyanya menahan tawa.
“Amber-ah.. eng.. kau tahu maksudku kan..”
“Mwo?. Katakan saja sunbae manja..”
“Annio.. jangan panggil AKU SEPERTI ITU.. engg… baiklah jangan kalau disekolah jebal..”
“Haha kenapa kau malu ya? Huahahahahahaha..”
“Aish kau benar-benar.. baiklah baiklah aku akan turuti semua permintaanmu, bahkan kau.. boleh memanggilku apa saja. Jebal.. jangan beritahu jangan rusak reputasiku.”
“Semuanya?.”
“Ehm.. ne.” Jawabku agak ragu.
“Hehe..” yeoja setengah namja itu memasang evil laughnya, aku menyesal kenapa harus dia yang mengetahui sifat manjaku.
“Baik.. besok aku ada pertandingan karate, dan kau.. bawakan keperluanku kesana, kau ada mobil kan? Appa membawa mobilnya keluar kota dan mobil oppaku sedang perawatan di bengkel, karena aku sedang malas naik bus kau antar aku ya, lumayan lah menghemat ongkosku.”
“MWO? KAU PIKIR AKU.. ah ne.. ne amber. Hobae aneh.”
“Haha gumawo.. besok aku kerumahmu jam 3 setelah pulang sekolah.” Lalu ia segera pergi dari hadapanku. Aku menendang kaleng dihadapanku.
“SIAL!.” Teriakku sambil menendang sebuah kaleng bekas. *tuh kaleng kenapa bisa ada disitu ya?* *reader: ya kebetulan lah alma..* *author: oh iya alma bego..*
Amber poV
“Huahahah tak kusangka sunbaeku yang congkak itu adalah anak mami.. hahaha.” Aku tertawa sambil berjalan memasuki rumah.
“Kenapa kau tertawa sendiri?.” Tanya donghae oppa.
“Annio.. nothing happened.”
“Jangan bilang gara-gara si drama itu.”
“Daniel maksud oppa?.”
“Biasanya kan kau panggil drama.”
“Iya.. annio bukan gara-gara dia.”
“Haah apa kubilang kau pasti menyukainya, emm.. tapi amber, oppa agak tidak suka padanya.”
“Wae?.”
“Entahlah.. apa kau suka padanya.”
“Tentu diakan sahabatku oppa.”
“Bukan.. kau pasti memiliki perasaan lain ya kan?.”
“Ah.. rahasia.” Aku langsung berlari memasuki kamarku.
Kata-kata oppaku masih membayangiku. Daniel, dia adalah sahabatku semenjak aku masih di amerika dulu. Sekarang dia juga di korea. Keluarganya adalah keluarga pengusaha yang sangat sukses. Dia juga orang yang romantis. Dan dia orang yang bisa menerimaku apa adanya. Menurutku. Apa aku merasakan cinta padanya? Ah.. sudahlah, seperti dia mau saja padamu amber.
Mysteric mysteric molla molla..
“Yobboseyyo?.”
“Ikut aku..”
“Siapa ini?.”
“Key.”
“Mwo? Bagaimana bisa kau tau nomor hpku?.”
“Ikut aku.”
“Shireo..”
“Baiklah..” sambungan putus. Heh? Hanya begitu saja? Ah yasudahlah itukan kepentingannya.
Mysteric mysteric molla molla..
“YA! Kau menutupnya lalu menanyakan lagi apa maumu? Jangan membuatku KESAL!.”
“Turttle..”
“Da.. daniel?.” (daniel biasanya manggil amber turttle, amber manggil daniel drama).
“Kau kenapa sensi sekali tidak biasanya.”
“Sorry kukira kanvas.”
“Kanvas? Siapa lagi itu?.”
“Ah buka siapa-siapa. Kenapa kau menelponku?.”
“memangnya tidak boleh?.”
“Ah bukan begitu..”
“Kau besok bertanding karate kan?.”
“Ne.”
“Apa mau kuantar seminggu ini aku tak ada kegiatan.”
“Wah.. tidak perlu, seseorang sudah mengantarku.”
“Siapa? Kau punya namjachingu?.”
“ANNIO! Bukan namjachinguku..”
“Hahaha aku kira.”
“Bagaimana kalau lusa saja, aku bisa menemanimu jalan-jalan.”
“Ti.. tidak bisa.”
“Wae?.”
“Aku lupa kalau hari itu ada urusan..”
“Oh.. iya gwenchana, kapan-kapan saja.”
“Amber..”
“Mwo?.”
“Kau tak berpikir untuk menyukai seseorang?.”
“Emm.. tidak juga.”
“Apakah kau suka padaku?.”
“Da.. daniel..”
“Wae? Kau tak suka padaku ya?.”
“Em.. SUKA.” Jawabku lantang.
“Haha.. na do my turttle.” Lalu ia mematikan sambungannya. Apa dengan ini.. kita berpacaran? Daniel! Kenapa kau matikan? Kau membuatku menggantung.. haah sudahlah kurasa sudah cukup mengetahui dia juga suka padaku.
Hari ini aku bangun dengan semangat 45 *eh korea merdeka tahun berapa? Kalo gak salah sih 44 kalo gak 46 Cuma beda setahun* *reader: sotoy kamu ma..* *hahaha iyalah alma.. udah anggep aja semangat 45 okay*
Aku sudah mempersiapkan strategi untuk karate itu, dan.. hari ini adalah hari yang menyenangkan kurasa..
“Hai amber..” aku menoleh.
“VIC!!.” Aku langsung memeluknya.
“Am.. amber.. aku sesak.”
“Hehe mianhae.. aku rindu padamu tau.”
“Sudahlah.. kajja kita masuk.” Kulihat onew berlari dari.. entah dari mana kearah victoria.
“Chagiya..”
“Hai onew..” onew langsung memeluk victoria, wadduh ada drama terbaru ini. Ah sudahlah aku sedang tak ingin memarahi pasangan ini, lagian kan onew sunbae baik. Aku meninggalkan mereka menuju luna yang berjalan di lorong.
Sampai dikelas aku melihat sebuah benda dimejaku, sebuah kado berwarna biru. Apa untukku? Jangan-jangan untuk si krystal.
“Krys.. apa ini milikmu?.”
“Bukan.” Jawabnya singkat.
“Sulli.. apa ini..”
“Itu milikmu amber.”
“Milikku?.” Aku membukanya. Satu steel baju karate. Baju baru..
‘Semoga kau menang. Gumawo..’
“Dari siapa ini? Dia yang memberiku hadiah, tapi dia yang mengucapkan terimakasih? Apa dia bodoh?.”
“Baju karate? Kau sudah lama ingin yang baru kan amber.. siapa kira-kira yang memberimu?.”
“Molla.. tapi siapapun gumawo..”
“Kita akan menontonmu menggunakan baju baru itu amber, nanti pertandingan besar kan?.”
“Tentu.. bukan hanya sekedar ujian kenaikan sabuk. Apa yang memberiku.. adalah daniel?.”
“Siapa kau bilang?.” Tanya krystal.
“Daniel.. kau taukan. Dia mungkin kelewat baik untuk melakukannya.”
“Siapa tahu juga bukan..”
“Lantas?..”
“Ya cari tahu saja..”
“Ara.. ara..”

@ afternoon
Huhhh si kanvas ngondek itu lama sekali, eh.. pabboya! Harusnya aku yang kesana. Jam berapa sekarang? Jam 3 lebih lima belas menit??????? OMONNA! Pertandingan dimulai jam 4! Aku langsung berlari ala batman.. *eups.. batman enggak lari*
“UMMA! OPPA! SARANGHAE DOAKAN AKU MENANG ANNYEONG!.”
“NE!!..” teriak umma. *nih keluarga amber apa keluarga Ogil sih doyan teriak teriak.*
“Dia adikku ya? Kenapa doyan sekali ribut? YA KAU HARUS MENANG KALAU TIDAK KUPAKSA KAU MEMAKAI ROK!.” Teriak donghae oppa sampai membuatku menutup telinga.
“Arasseo..” jawabku pelan.
Aku berlari kerumah kanvas yang sebenernya gak terlalu jauh itu, kulihat dia sudah stay cool didepan mobilnya dengan wajah evil meledak(?) nya.
“YA! Lama sekali kau!!!! Kau pikir aku orang yang sabar apa? Kau pikir rumahmu di PARIS HAH???.” Semprotnya didepan wajahku.
“Mianhae.. aku lupa kalau aku yang harus kesini..”
“Baiklah kajja berangkat! Ada yang tertinggal?.”
“Annio.. semua sudah termasuk baju baruku.”
“Baju baru?.”
“Ne.. seseorang memberinya padaku haha..”
“Cih.. kau mau fashion disana?.”
“Biarkan sajalah..”
Akhirnya kami berangkat juga. Tapi si kanvas ini mau membuatku meledak? Sefeminim itukah dia sampai tak bisa ngebut? See.. jam berapa sekarang!
“Kanvas.. FASTER!.” Teriakku.
“Shireo..” jawabnya dingi.
“Wae? Kau terlalu anggun tau..” aku kesal sekali.
“Remember.. ini pertandingan pentingmu kan.. kalau kau kenapa-kenapa kau akan gagal. Arasseo? Jadi diam dan menurut sajalah. Kujamin kau tak terlambat..” katanya dingin lagi.
Meskipun ucapan kanvas ini dingin melebihi freezerku(?) tapi bisa dibilang aku agak terkwjut dan senang dengan perhatiannya.
“Jangan melihatku seperti itu.. nanti matamu keluar.”
“~TI..TIDAK ADA YANG MELIHATMU!.”
Rupanya perkataan kanvas cukup bisa dipercaya juga benar aku masih ada waktu untuk berganti baju juga.
Aku menundukkan hormat ke lawanku. Hana.. dul.. set.. first round. Dan.. tada aku menjatuhkan lawanku. Kudengar sorak sorai pendukungku.
Di ronde kedua lawanku ini mulai bangkit dan aku kewalahan waaaw aku tidak boleh kalah!! Tak kubayangkan berapa rok yang akan ada dirumahku nantinya. Baak! Aku terjatuh. Shit! Harus mengalah dan menjalankan final round.
Come on amber… come on! Kau bisa melakukannya. Demi oppa.. teman-teman.. demi yang memberi baju ini dan demi kanvas.. eh tidak2 tidak untuk dia!!! BAAK! Aku menjatuhkan lawanku ini. Yaaayyy i am the champion!
Aku melihat teman-temanku ada onew dan kanvas juga disitu. Aku mengembangkan senyum lebar. Menatap mereka dan berjalan menghampiri mereka.
“See.. aku menang.” Senyumku. Mereka tertawa senang. Aku mendekati mereka ahh siapapun disana aku ingin memeluk salah satu dari mereka. Aku melihat sulli didepanku dan memeluknya. Tunggu.. kemana rambut panjangnya? Aku melepaskan pelukanku.
“k..k..KAU!!.” teriakku. Orang didepanku ini hanya tersenyum.
“Hehehe.. kalian berpelukan didepan umum..” kata luna.
“Tidak ada.. lupakan! Kajja pulang.. aku lelah.”
“Kajja.” Ajak kanvas. Astaga aku lupa aku kan nebeng dengannya.

TBC
gimana mian ya kalo jellek

Categories: General | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: