It called love Side Story (Haesica version)

it called love side story

Author: Athiyaalmas

Title: {Oneshoot} It called love Side Story (Haesica version)

Ps: oiya ini adalah ff request dari temenku unnie @marissajung yang ngefans haesica. Kalo aku bukan haesica shipper tapi gapapa lah mau nyari terobosan baru😀 ini juga masih ada campuran plot dari it called love yg sebelumnya. Ada yang tau? #gak  tapi ini aku buat agak beda secara di 2 versi sblumnya haesica ga ada moment, ok RCL please..

Cast:

  • Jessica SNSD
  • Donghae Super Junior
  • Krystal f(x)
  • Taeyeon SNSD
  • Leeteuk Super Junior
  • Seohyun SNSD
  • Kyuhyun Super Junior

Other cast:

  • SM member
  • Temukan sendiri

Genre: Romantic, and other

Rating: General

Desclaimer: All cast belong to their self and god. PLOT IS MINE ATHIYA ALMAS!

Contact me on:

  1. fb: athiya almas
  2. twitter: @athiyaalmas
  3. wp: athiya064.wordpress.com

 

Cerita ini hanya untuk yang menyukainya. Kalo gak suka jangan dibaca ya…. DON’T BE A PLAGIATOR! DON’T bash me… this is just my imagination.

@SNSD’s Dorm

“Eonni-a… tolong aku, aku bisa telat ini..”  jessica yang sering bangun telat itu merepotkan taeyeon.

“Memangnya kau mau apa sih sica?.” Tanya taeyeon.

“Mau keluar.. ahh tidak bisa dijelaskan! Apa unnie tau dimana sepatuku?.”

“Sepatumu kan sudah membatu di bawah kasurmu!.”

“MWO? Kasur? AAAA kau benar…”

Taeyeon hanya menggelengkan kepala melihat jessica yang ribut sendiri, lalu ia kembali ke dapur.

“Aku pergi… selamat tinggal semua….” Jessica langsung keluar dorm.

Sepertinya hari ini memang akan sibuk, jessica pergi, hyeyeon latihan dance, dan yoona sepertinya akan syuting lagi.

@other place

Jessica pov

Astaga aku ada janji ini.. sica pabbo! Kenapa sih kebiasaan susah bangunku tidak bisa hilang? Aku berlari menyusuri halte bis. Sebenarnya aku juga tidak tau aku berjanji dengan siapa. Hehehe. Tapi umma memaksaku untuk menemui orang yang well.. aku tidak tau siapa dia.

Flashback on

            Tiba-tiba hpku bunyi, aku mengangkat dan melihat di LCD hpku dari umma, ada apa tumben sekali.

“Yobboseyyo?.”

“Sica..kau harus pergi ke restaurant xxx besok! Jam 9 pagi! Remember 9:00 a.m sica, don’t miss it! Don’t late!.”

“Ok mom..”

“Baiklah.. annyeong.”

“Annyeong..”

            Dan bodohnya aku tidak menanyakan ada apa itu, aku hanya berpikir besok aku harus bangun pagi dan sekarang aku harus tidur lebih awal. Karena kalau tidak mungkin aku akan diomeli umma sepanjang hari.

Flashback off

Sekarang aku sudah sampai di restaurant itu. Kemudian aku menuju ke recepcionist. Sambil celingak-celinguk siapa tau ada yang memanggilku.

“Permisi, apa ada meja yang dipesankan untuk jessica?.”

“Silahkan meja ke 23.”

“Oh.. ne, gumawo.”

Aku duduk di meja nomor 23 itu, kemudian datanglah eomonim yang cukup tua dihadapanku. Siapa dia? Aku belum pernah mengenal eomonim ini sebelumnya.

“Apa kau jung soo yeon?.”

“Ne.. mianhae boleh aku tau siapa eomonim?.”

“Aku kang ji eun..”

“Kang ji eun?.”

Aku berpikir apa aku pernah bertemu dengan eomonim ini? Sepertinya tidak. Bahkan setauku umma juga tidak pernah menyebutkan nama orang ini. Umma punya rencana apa sih?.

“Soo yeon-ah.. entah bagaimana aku mengatakannya padamu, aku seorang dokter. Yang merawatmu sedari kecil, sedari kau masih tinggal di amerika. Dan.. kau, aku harus mengatakan padamu.”

“Ada apa eomonim..?.” tanyaku tidak sabar.

“Kau harus menjalani perawatan lagi..”

“Perawatan?.”

“Tentang tumor yang bersarang di otakmu.” Eomonim itu memelankan suara di akhir kalimatnya.

Rasanya ada batu yang menghimpit dadaku. Omonna.. tumor? Kenapa aku tdak pernah tau? Jadi.. jadi selama ini? Aku punya tumor?.

“Eomonim-ah.. kau bercanda kan?.”

“Annio.. ini surat keterangan dari rumah sakit tempatku bekerja. Dan tempat kamu dirawat.”

“Eomonim.. kenapa baru memberitahu ku sekarang? Wae? Kalau aku sudah tidak bisa melanjutkan hidup lagi.. bagaimana dengan kehidupanku? Dengan orang-orang yang kucintai eomonim..”

“Dulu kita berpikir tumor itu sudah jinak. Tapi ternyata tumor itu tumbuh lagi, jessica kau tidak akan mati jika melakukan pengobatan, kita akan berusaha sekuat tenaga kan?.”

“Kenapa umma tidak memberi tahuku?.” Tanyaku tajam.

“Umma dan appamu tidak sampai hati untuk memberitahukannya padamu, kapan kau bisa melakukan check up ulang? Kau sedang sangat sibuk kan?.”

“Ne.. bagaimana kalau lusa?.”

“Baiklah.. di korea saja dulu kita tidak perlu ke amerika.”

“Annio.. terlalu banyak netizen, kita ke amerika tapi aku tidak akan mengabari siapapun.”

2 days later

Hri ini aku menyiapkan barang-barang sesedikit mungkin yang tidak membuatku dicurigai kalau akan pergi jauh. Setelah acara bela sungkawa aku akan langsung ke airport.

Aku mencuri waktu sehabis acara itu. Untunglah tidak ada yang menyadari kepergianku gara-gara berita seohyun. Sebenarnya aku agak khawatir dengan seo, beritanya muncul dimana mana. Apa dia baik baik saja?

3 days later

Aku sudah kembali dari amerika, dengan perasaan yang sakit. Aku benar-benar masih menderita tumor itu. Krystal menjemputku dan berencana membawaku ke rumah, dia sudah tau tentang semuanya. Dirumah umma memelukku dengan tangisan dan banyak kata maaf.

“It’s okay mom… everything’s gonna be alright.” Ucapku menenangkan umma.

Jessica pov end

Normal pov

Krystal khawatir dengan keadaan unnienya.biasanya unnienya akan cerewet dengan suara cemprengnya, tapi sekarang..jessica diam dan masuk ke kamarnya. Krystal masuk ke kamar jessica diam-diam.

“Unnie-ah..”

“Ah waeyo?.” Tanya  jessica gelagapan, krystal melihat mata yeoja berambut pirang itu basah.

Dia tidak bisa berkata apa-apa sekarang, krystal tau jika jadi unnienya ia pasti akan merasakan sakit juga. Ia mendekati unnienya dan memeluknya. Air mata krystal tak sadar mengalir.

“Kapan unnie akan menjalani perawatan lagi?.”

“Setelah sm town live in tokyo..” jawab jessica.

@tomorrow

Jessica pov

Ps: anggep hari itu hujan ya ^^V

Aku berjalan disekitar kantor SM beberapa hari belakangan aku memang sering naik taksi/ bis. Bagiku sekarang, ‘Penyakit bukanlah hal yang akan menundamu untuk maju.’ Itu yang selalu kutekankan dalam hati. Meskipun belum disadari aku sekarang berusaha lebih banyak diam.

Langit yang memang sudah mendung sedari tadi sekarang mulai gerimis. Aku mempercepat langkahku untuk berteduh, aku akan keluar lagi hari ini untuk check up di salah satu rumah sakit diluar seoul.

“Hujan? Ah.. eottokhae? Ah.. baiklah aku harus berlari.” Keluhku.

Aku berlari ke salah satu halte terdekat dan berteduh. Hujan sekarang makin deras, membuatku merapat ke gerombolan orang yang sedang berteduh juga.

‘semoga tidak ada yang menyadari keadaanku.’ Batinku pelan.

Dan kenapa hujan seperti tidak ada harapan untuk reda, ah.. lebih baik aku menerobos hujan saja dan mencari taksi. Karena kalau aku pulang terlalu malam member lain bisa curiga. Lagian kenapa tidak ada taksi di sekitar sini?.

Kalau ingin mendapatkan taksi aku harus mencari taksi dijalan lain, dan itu berarti harus memutar kejalan yang sepi. Baiklah..

Aku mulai menerobos hujan, biarlah bajuku basah yang penting aku bisa kerumah sakit itu lalu pulang ke dorm. Ini check up terakhir sebelum SM town live in tokyo. Lalu setelah itu aku akanke amerika selama beberapa minggu.

Aku ingin berhenti berlari tapi hujan tidak reda-reda, dan tidak ada satupun taksi yang melintas, baiklah sepertinya aku harus jalan, kakiku sudah tidak bisa diajak berkompromi untuk lari.

Tapi kenapa kepalaku pusing sekali? Mungkin karena hujan.. ah.. seperti ada yang memukul kepalaku dengan palu. Pandanganku mulai berkunang-kunang.

‘Annio jessica.. jangan pingsan disini..’ batinku terus.

Jessica pov end

Donghae pov

            Sudah aku bilang kan hari ini akan hujan, bukannya bagaimana.. setiap orang pasti akan berpikir ‘Awan mendung.. hujan pasti akan datang.’ Seenaknya saja sungmin hyung menyuruhku keluar. Tapi tunggu dulu.. dia tadi menyuruhku apa? Oiya membeli perlengkapan untuk kita.

Untung saja aku membawa payung, kalau tidak aku bisa mandi dijalan mungkin, lihat saja hujan ini pasti sakit jika mengenai kepala. Tapi kenapa aku tidak membawa mobil saja ya tadi? Ah pabo.. sudahlah, lagian jalanan ini juga sepi.

Tapi ada yang menarik perhatianku, seseorang yang sedang berlari tertatih dibawah hujan, aku memicingkan mata, tidak jelas karena tertutup hujan. Tiba-tiba orang itu ambruk. Aku berlari mendekatinya.

Lalu kupayungi orang itu supaya ia tidak terkena hujan lagi. Seorang yeoja menggunakan hoodie, masker dan kacamata. Aku menunduk dan membuka masker yeoja ini sehingga hujan membasahi sebagian lenganku dan kaki yeoja yang pingsan ini.

“Sica??..” panggilku setelah membuka kacamata dan maskernya. Baru kusadari dia adalah jessica. Kusentuh dahinya cukup panas juga, sedang apa dia berlari dibawah hujan tnpa payung.

“Sica.. sica..” panggilku. Dia belum membuka matanya, baiklah kubawa saja dia ke dormnya. Bukankah dorm snsd tidak jauh, tapi kenapa dia mengambil jalan yang berbeda?

Aku menaikkan jessica ke punggungku, dan menggendongnya dengan satu tangan. Karena tanganyang satunya kugunakan untuk memegang payung. Walaupun aku agak kesusahan dengan hal ini. Untung saja jessica tidak gendut. Dengan menggendongnya aku semakin merasakan hawa panas ditubuhnya.(mau dong digendong hae oppa :* #plakk)

“..tu..runkan..aku.” aku mendengar suara jessica yang parau.

“YA! Kau ini sakit.. sudahlah aku akan membawamu ke dorm snsd.”

“..Hae oppa.. a..aku tidak ke dorm..ku.” sepertinya dia menyadari siapa aku.

“Eh? Lalu kau mau kemana?.”

“..Tidak per..lu ta..u, tu..runkan aku, aku mau per..gi.”

“Kau gila? Sudah sakit begini mau pergi! Kau mau kemana sih?.”

“Keluar seoul.. ke.. ARGH!.” Teriaknya lalu ia terdiam.

“SICA? SICA? JUNG JESSICA!.” Teriakku sambil mengguncangkan badannya. Aku menurunkan jessica untuk berteduh di depan sebuah bangunan.

Setelah sempat sadar dia berteriak dan pingsan lagi, yeoja ini kenapa? Membuat khawatir saja.. aku menepuk-nepuk pipinya. Lalu kulihat kelopak matanya bergerak sedikit, pasti jessica akan sadar.

“hae oppa.. tolong bawa aku ke rumah sakit xxx diluar seoul, je..bal.” katanya sambil terisak kecil dan menggigil. Aku memakaikan jaketku padanya. Dan membaringkan jessica dulu.

Lalu aku ketepi jalan sambil mencari taksi yang siapa tau lewat. Akhirnya setelah 10 menit menunggu, aku melihat sebuah taksi dan mengordernya. Aku membawa jessica masuk ke  taksi itu.

“Ahjussi tolong rumah sakit xxxx.”

Kenapa tiba-tiba jessica menyuruhku mengantarnya kerumah sakit? Dan kenapa harus rumah sakit yang jauh dari seoul? Lihat sekarang jam 2:40 p.m kita bisa bisa sampai sana petang hari..

Akhirnya kita tiba di sebuah rumah sakit yang tidak terlalu besar. Lalu aku merangkulkan lengan jessica di bahuku.

“Nona sooyeon.. mari bawa dia ke Ruang UGD.” Sahut beberapa suster yang langsung membawa jessica dengan ranjang rumah sakit.

Aku sempat merasa bingung, ada apa ini? Kenapa jessica langsung dibawa ke UGD? Maksudku.. tentu saja dibawa ke tempat perawatan, tapi semua orang disini sepertinya sudah kenal baik dengan jessica, bahkan memanggilnya Soo Yeon? Jung soo yeon..

“Maaf tuan, silahkan menunggu di ruang tunggu.” Kata seorang suster yang menyadarkan lamunanku.

Aku menunggu di ruang tunggu sambil meminum kopi hangat, sungmin hyung pasti sudah mencariku. Tiba-tiba aku sadar aku masih memegang tas kecil jessica. Ah sudahlah..

Donghae pov end

Normal pov

“Hae oppa.. hae oppa..” panggil seorang yeoja cantik berulang-ulang.

Yang dipanggil pun akhirnya bangun, dan menyesuaikan pandangan matanya dengan cahaya-cahaya.

“Jess?.” Panggil donghae sambil menegakkan badannya karena kaget.

“Ehm.. gumawo sudah membawaku kemari ya.. ayo kita kembali ke seoul, sudah jam 8 malam. Kau pasti lelah, untung bajumu tidak seberapa basah. Tapi apa kau tidak pusing habis hujan-hujanan? Lagian kau tertidur disini, kalau ada orang yang menyadari siapa kau pasti bahaya!.” Suara jessica yang cempreng menceramahi donghae.

“Seharusnya aku yang memarahimu pabo! Kau itu.. sdah tau hujan nekat berlarian! Untung ada aku.. kalau tidak kau pasti sudah membeku dibawah hujan. aku kelelahan jadi tertidur. Ini tasmu..” donghae memberikan tas jessica. Dan jessica langsung menariknya.

“K.. Kau tidak melihat isinya kan?.” Tanya jessica kaget.

“Annio.. wae?.”

“Ah.. gwenchana.” Jawab jessica lega.

“Baju itu.. beda dengan yang tadi..” tunjuk donghae ke baju jessica.

“Aku membelinya.” Jawab jessica cepat.

Donghae pun sudah tidak mempermasalahkan lagi, lalu mereka pulang. Jessica menunduk hormat pada seorang dokter wanita, dan dokter itu mengelus kepala jessica. Donghae memalingkan wajahnya agar ia tidak lagi berpikir macam-macam.

Tanpa mereka sadari ada beberapa pasang mata yang mengawasi mereka. Tapi karena tidak menyadarinya donghae dan jessica kembali ke seoul dengan taksi.

Tomorrow

Super Junior dorm

Leeteuk, yesung, shindong, sungmin, ryeowook, kyuhyun, donghae dan eunhyuk makan bersama di dorm lantai 11. Sambil makan mereka menonton televisi.

“Wookie-ah makananmu enak sekali.. coba kalau ada chullie disini, ia pasti akan mengingat hangeng.” Kata leeteuk. Sambil memakan nasi goreng beijingnya.

“Gumawo hyung.. iya aku sudah berusaha memperbaiki nasi goreng beijingku. Hyung kau membuatku ingin menangis mengingat heechul hyung.”

“Ah.. iya, bagaimana ya kalau aku?.”

“Pasti taeng akan menangisimu sepanjang hari kekeke..” sebuah sendok meluncur ke kepala kyuhyun.

“HYUNG!.” Teriak kyuhyun ke leeteuk yang melanjutkan makannya lagi.

“Tadi malam.. disebuah rumah sakit netizen mendapati pasangan jessica dan donghae sedang berduaan, dan jessica baru saja keluar gari kamar rumah sakit. Apa yang mereka lakukan disana? Kita akan menunggu konfirmasi dari kedua pihak.”

BYUUR..

Air putih yang diminum donghae tersembur keluar, dan mengenai nasi gorengnya. Lalu ia menepuk-nepuk dadanya sendiri. Sementara itu 7 pasang mata menatap donghae tajam.

“Kau.. habis apa kerumah sakit bersama jessica?.” Tuding leeteuk tajam.

“Jadi kemarin kau habis dari rumah sakit sehingga tidak membeli perlengkapan yang kusuruh?.” Tambah sungmin.

“Hae.. jangan bilang kau kemarin ke rumah sakit memeriksakan kehamilan jessica? Atau malah.. menggugurkannya?..” donghae langsung menjitak eunhyuk yang memberikan pernyataan tidak masuk akal.

“Hyuk.. aku itu tidak melakukan apa-apa dengan jessica arasseo? Jadi kau jangan berpikir macam-macam! Kau tau kan itu tidak mungkin..”

“Mungkin bagimu hyung.. tapi siapa tau banyak orang berpikir seperti hyuk hyung.” Tambah ryeowook.

‘Benar juga kata ryeowook.’ Batin donghae. Akhirnya donghae menarik nafas panjang dan menjelaskan hal yang sebenarnya ke hyung dan donsaengnya.

Setelah menjelaskan dan semua member mengerti, donghae tinggal menunggu keputusan kapan ia akan berkata pada publik.

“Tidak usah kita minta saja supaya berita itu ditarik lagi dan tidak ditayangkan.” Kata leeteuk.

“Memang bisa hyung?.” Tanya shindong.

“Tentu saja.. tapi kita juga harus mengonfirmasi snsd dulu.” Kata leeteuk lagi.

Dan untung saja member snsd setuju, lee soo man pun menyanggupi keinginan anak-anaknya di SM. Akhirnya berita itu dianggap sebagai hoax saja.

@sm town live in tokyo

Backstage

Jessica meletakkan bawaannya kemudian menemui krystal sebentar, ia berpapasan dengan seohyun yang juga akan meletakkan bawaannya.

Seohyun menuju ke tempat barang-barang SNSD yang lain dengan hati berbunga, tentu saja ia habis bertemu dengan kyu. Yang belum lama ini menjadi namjachingunya.

“Ya ampun.. unnie-unnie ini..” kata seohyun yang melihat tas unnienya ada yang terbuka, lalu mengambilnya dan meletakkannya ke loker. Seohyun tersenyum melihat ada foto siwon di tas tiffany. Lalu ia mengambil tas jessica.

SREKK..

Beberapa barang jessica terjatuh, seohyun mendengus kesal dan mengambil barang barang jessica, termasuk sebuah map. Karena map itu terbuka seohyun tak sengaja membacanya.

Hasil: Positif tumor otak

Seohyun tercekat lalu membuka map itu lebih lebar, disana tertulis nama jung soo yeon. Ia menoleh kearah pintu apa ada orang, ternyata kosong. Cepat-cepat ia memasukkan barang jessica ke loker.

Lalu ia keluar mengendap-endap. Masih memikirkan map itu tadi. Baginya semua member SNSD adalah keluarga, dan ada satu keluarganya yang sakit. Tapi kenapa diam saja?.

‘Jessica unnie.. ternyata kau sakit. Dan. Mungkin saja kemarin berita itu, karena kau periksa ke rumah sakit?.’ Batin seohyun. Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.

“AA!!.” Teriaknya.

“Sst.. ini aku.”

“Omonna, oppa..” kata seohyun ke kyuhyun yang mengagetkannya.

“Sini.. sini..” ajak kyuhyun, merekapun kembali masuk ke kamar ganti SNSD.

“Hyunnie.. kenapa wajahmu pucat dari tadi? Kita ini mau tampil.”

“Ah.. gwenchanayo, oiya ada apa? Oppa kan mau tampil malah menemuiku.. eh.. eng.. apa oppa tau dimana hae oppa?.” Tanya seohyun.

“Donghae hyung? Ya! Kau ini.. ada aku disini malah mencari hae hyung!/”

“Ah.. gwenchana nanti saja kalau pulang.” Kata seohyun memutuskan.

“Hyunnie.. poppo.” Kata kyuhyun, seohyun langsung menaikkan alisnya. Menatap kyuhyun dengan tatapan sedang-apa-kau-ini .

“Jebal.. dukungan sebelum tampil hehe.” Seohyun hanya mengecup pipi kyuhyun pelan lalu keluar untuk mencari unnienya.

“Yah.. yeoja itu! Padahal kuharap dia bisa romantis seperti teuk hyung dan taeng.” Rutuk kyu kesal.

Setelah acara selesai seohyun langsung mendatangi donghae yang sedang beristirahat di sebelah yesung, eunhyuk, kyuhyun dan siwon. Eunhyuk menyenggol kyu, yang mengira seohyun akan menemui kyuhyun.

“Donghae oppa bisa bicara sebentar?.” Kyuhyun menatap seohyun sinis, pandangan cemburu. Di dekat mereka taeyeon dan leeteuk menatap seohyun tajam.

“A.. annio hanya sebentar kok.. tidak ada apa-apa.” Kata seohyun yang menyadari semua orang memperhatikannya.

“Baiklah..”

Mereka menuju ke ruangan paling sepi dan tidak ada orang, lalu seohyun menutup pintu ruangan itu.

“Hae oppa.. aku mau bicara, tapi jangan bilang kyu oppa dan sica unnie bahkan member SM yang lain..”

“Memangnya kau mau bicara apa?.”

“Ini tentang.. sica unnie, kemarin kenapa unnie kerumah sakit apa oppa tau unnie sakit apa?.”

“Annio dia tidak memberitahuku.”

“Oh.. begitu? Ah.. yasudahlah tidak jadi.”

Seohyun pergi lagi dari tempat itu meninggalkan donghae, dan seohyun tidak lagi mengungkit hal itu.

Sementara itu donghae menuju ke ruangan belakang, ternyata ada kolam renang(author ngarang bebas). Tapi tidak ada yang kesitu. Tentu saja.. sudah malam begini. Donghae menyandarkan kepalanya di kursi yang tersedia disitu.

Kolam renang itu berkecipak pelan, donghae melihat ada seseorang yang tenggelam, ia menceburkan diri dan menyelamatkan seorang yeoja yang tercebur.

“Jessica lagi?..” pekik donghae saat melihat jessica tidak sadar. Lalu ia memberi nafas buatan ke jessica, kenapa lagi yeoja ini. Pikir donghae.

Donghae memberi nafas buatan ke jessica sambil menekan dada jessica agar ia memuntahkan air yang berada di mulutnya.

“Uhuk.. uhukk.” Akhirnya jessica mengeluarkan airnya.

“Kau lagi.. jung jessica jawab aku! Kenapa kau selalu dalam keadaan gila? Apa kau sudah tidak waras hah? Kau selalu berada dalam kondisi yang membahayakan dirimu! SELALU! Walaupun hanya dua kali yang kuketahui, apa belum cukup kejadian kemarin hah?.” Teriak donghae.

“Ke..napa juga.. harus oppa yang menyelamatkanku? Berhenti ikut campur urusanku! Kalau aku mati, apa pedulimu hah? Ini hidupku!.” Jessica balik meneriaki donghae dan berdiri, tapi ia jatuh dan kembali terduduk.

“Jangan bilang kau mau bunuh diri?.” Tanya donghae tajam. Tapi jessica mengangguk kecil. Jessica menangis lagi dan menatap donghae.

“Waeyo? Apa ada yang salah? Tidak ada kan? Seharusnya kau biarkan aku..”

“Kau gila..” entah sudah berapa kali donghae mengatai jessica gila, bodoh dll. Donghae memegang bahu jessica tapi ditepis jessica.

“Katakan padaku kau kenapa? Kenapa kau bertingkah aneh belakangan ini?.”

Tapi jessica malah menutup wajahnya dengan tangan. Menangis, donghae yang mengetahuinya memeluk jessica.

“Katakan.. kau kenapa.. agar aku tau bagaimana cara untuk menghiburmu..” kata donghae lembut.

“Annio.. tidak ada cara untuk menghiburku oppa..”

“Apa kau kehilangan orang yang kau cintai? Atau cintamu bertepuk sebelah tangan?.” Tanya donghae.

“Tidak ada yang benar.. kau akan menghiburku jika kau bisa menyembuhkanku..” kaa jessica lemah.

“Apa maksudmu?.”

“Satu satunya cara untuk menghibur penderita tumor yang hidupnya mungkin tidak lama adalah dengan menyembuhkannya kan? Kalau tidak ada yang bisa menyelamatkannya, buat apa ia bertahan menderita lebih baik meninggal saja! Katakan lee donghae.. apa ada cara yang lain HAH?.” Jessica menangis lagi.

“Tu.. tumor? Kau.. menderita tumor?.” Tanya donghae.

“IYA.. KENAPA?.”

“Lucu sekali..” kata donghae.

Jessica menatap donghae dengan mata sipitnya. Yeoja blasteran itu menunjukkan tatapan Aku-Jujur. Ia sudah akan berdiri lagi dan berjalan beberapa langkah. Tapi donghae membalikkan tubuh jessica dan memeluknya.

“Aku percaya padamu.. mianhae aku tidak tau kalau seperti itu.. mianhae jess..” kata donghae sambil mengusap kepala jessica. Jessica tidak berbicara apa-apa.

“Kau tidak boleh menyerah, kau harus sembuh ara? Aku akan mendukungmu.. apa semuanya tau?.”

“Annio.. hanya keluargaku dan dokter. Sudahlah oppa aku akan ke amerika selama beberapa minggu nanti.”

“Cepatlah sembuh, aku menyayangimu.. jangan membeku dengan masalahmu sendiri, meskipun aku tau kau adalah ice princess. Tapi kau harus hangat, harus ceria terus.”

“Thanks..”

“Ganti bajulah.. aku juga basah, dan malam ini dingin.. nanti kau malah sakit. Oiya boleh aku tau kau sakit tumor apa?.”

“Tumor otak oppa..”

Lalu donghae melepas pelukannya, menatap yeoja di depannya dengan pandangan teduh. Tapi ia masih memegang pundak yeoja itu.

“Karena kau sakit tumor otak dan otak ada di kepala maka..” donghae mencium dahi jessica.

“Get well soon princess.. saranghaeyo..” kata donghae pelan. Jessica yang mendengarnya ingin berkata tapi dicegah donghae.

“Kau boleh menjawab kalau kau sudah sembuh.. sudah sana cepat ganti!.” Donghae menggandeng tangan jessica.

“Oppa kau mencintaiku, apa karena rasa kasihan?.” Tanya jessica.

“Annio.. karena aku cinta padamu.. sudah lama..” jessica terdiam tapi kemudian menurut dan masuk untuk berganti baju.

Normal pov end

Jessica pov

 

Besok aku berangkat ke amerika, mungkin tidak ada yang menyadarinya, karena snsd juga jarang mengisi acara live. Tapi aku berjanji akan segera kembali. Tentang hae oppa.. aku juga mencintainya dan aku harus segera kembali untuk menyampaikan perasaanku.

Saat aku sedang packing dikamar, seohyun mendatangiku. Dia duduk disebelahku. Kenapa donsaengku ini?

“Unnie.. semoga kau cepat sembuh ya..” katanya. Aku kaget, darimana dia tau aku sakit? Aku kan belum memberitahunya ke member lain.

“Aku tau unnie sakit.. mianhae tapi aku pernah tidak sengaja melihat mapmu, dan disitu tetulis kau sakit tumor. Kenapa kau tidak pernah bilang unnie? Waeyo?. Kita keluarga kan?.”

“Stt!. Diamlah seohyun, apa kau bilang ke yang lainnya?.” Tanyaku dia menggeleng.

“Aku takut merepotkan kalian.. aku takut manajemen mungkin akan menggantikanku karena aku sakit. Aku takut.. itulah kenapa aku diam.”

“Aku tidak mungkin membiarkan mereka menggantikan unnie.. kita semua sayang padamu.”

Aku memeluknya perlahan kemudian mengacak-acak rambut hitamnya, maknae polos ini benar-benar seperti angel.

“Sudahlah.. aku baik-baik saja, aku akan segera kembali.”

“Ne.. kau harus cepat kembali demi kita dan hae oppa hihihi moment di kolam renang yang membuatku menangis.”

“YA! Kau melihatnya?.” Teriakku.

“Ne.. dengan kyuhyun oppa, karena dia cemburu aku mengajaknya untuk membuktikan kalau aku dan hae oppa tidak ada apa-apa.”

“Aish.. aku malas berurusan dengan kalian.” Keluhku. Dia hanya merayu-rayuku supaya tidak marah. Tapi benar kata seohyun aku harus mengatakannya. Untunglah semua member bisa menerimanya bahkan mereka mencerewetiku supaya jaga kesehatan.

@tomorrow

Aku berangkat ke amerika, dokter kang bilang kemungkinan aku disana 3 minggu. Aku memeluk semua member.

“Unnie.. jaga SNSD dengan baik ya..” kataku ke taeyeon unnie, ia tidak membalasku. Tapi langsung memelukku dalam.

‘Aku cinta kalian semua SNSD.. kalianlah yang paling berharga untukku saat ini, terima kasih..’  batinku dalam hati, lalu pergi ke airport.

EPILOG  HAESICA

Aku pulang lebih lama dari seharusnya, karena aku menjalani operasi pengangkatan. Sekarang rambutku pendek, karena sebelum operasi dipangkas habis. 2 bulan aku di amerika, tapi semua member senantiasa memberiku kabar. Tiffany bahkan pernah menjengukku.

Aku kembali ke rumahku, ke dorm snsd. 2 bulan rasanya lama sekali. Apalagi aku juga harus berjuang disana.

Kini aku bisa menginjakkan kaki di depan pintu dorm lagi, tapi sebelum aku membuka pintu, sudah ada yang membuka pintunya. Hyoyeon..

“Welcome back sica..” sapanya.

Aku masuk dan menyapa mereka sebentar lalu aku pergi, kemana lagi.. semua pasti tau, janjiku sebelum pergi. Dan ternyata dia ada di ruang latihan. Aku mendatanginya.

Kulihat dia memang sedang berlatih dance, keren sekali.. aku menghembuskan nafas lega.. apa dia masih mengingat janji itu?

“Hae oppa..” panggilku, dia menoleh.

“Jung jessica?.”

“Na do saranghaeyo..” ucapku.

Dia hanya tersenyum manis, lalu mendekat kearahku. Menyentuh puncak kepalaku. Aku meringis kecil masih ada bekas jahitan disitu.

“Ups.. mianhae, apa kau sudah sembuh?.”

“Sudah..” jawabku yakin. Aku menatapnya ragu.

“Waeyo sica?.”

“Apa oppa masih ingat janji itu?.”

“Dasar pirang pendek! Baru datang langsung menagih janji..” jawabnya lalu tersenyum.

“Kau jadi yeojachinguku sekarang..” donghae oppa memberiku sebuah hadiah, sebuah ciuman di bibirku. Aku memejamkan mataku.

“Welcome back ice princess..”katanya.

“I love you hae..”

Karena kini semuanya pasti akan baik-baik saja. Semuanya.. aku harap akan baik selalu. Karirku, kesehatanku, keluargaku.. aku akan mempertahankannya.

FIN

            Ya tuhannnnn jelek banget sih ceritanya mianhaeeee reader.. tapi jangan lupa RCL nya ya gumawo😀

Categories: fanfiction, Oneshoot | Tags: , , , , , , | 10 Komentar

Navigasi pos

10 thoughts on “It called love Side Story (Haesica version)

  1. MarissaJung

    Huwaaaaa.
    saengie HaeSica nya romantis bangeeeet, apa lg pas yg dikolam renang >,<

    unnie suka ff nya saeng.
    alur ceritanya bagus.
    feel nya juga dapet.
    unnie suka ff kayak begini sad romance tp happy ending u,u

    lain kali buat ff haesica lg ya saeng. hehe #plaaak

  2. (bales dari hp)
    @marissa unnie: ne gumwo unnie mau visit blog aku😀
    haha iya aku emg suka happy ending unn ^^
    kalo bsa lain kali pasti bkin lagi🙂

  3. HaeSicca!!!!
    romantis bgt…
    ff-nya keren, hebat bgt deh unnie…😀😀😀😀

  4. haesica couple

    romantis . . . . ! ! !
    Keren ff’x eon . . . .
    Eon perbaxak ff haesica y . . .

    Haesica Jjang ! ! !

  5. an.wook

    Daebak chingu!!!!

  6. akhirnya bersatu jugaa🙂
    author bikin ff haesica lagi napaaa …😦
    ya author ya , jebaaaal🙂 nice ff thor . (y)

  7. Mrs.Lee

    Bikin HaeSica lagi ya eon !
    Sumpah, feel nya dapet. Nangis aku bacanya, apalgi lagunya pas banget (oke, ini curhat-____-)
    keep writing eon🙂

  8. Knight

    Omonaaa!!So sweet eon^^ love it!!!! Ga jelek kok eon!Daebakk!

  9. intan jj

    Hahahahah seokyuuu lcu banget. Aku suak nggak jlekk kok eon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: