When all is begin PART 1 Season 2 [Hanyoung’s Side]

Author: @Athiyaalmas and @RekinDria

Title: {Chaptered} Season 2 When all is begin PART 1 [Hanyoung’s Side]

Cast: Choi Sooyoung and Hangeng

Other cast:  Find by your self ^^

Ps: DI SEASON 2 INI ADALAH FF DUET TILL THE END  di ff kali ini gak ada pov nya mungkin Cuma ada ‘side’ mianhae (kalau tulisan bold berarti itu telepati, soalnya ini flashback makanya italic semua)

Genre: Romantic, friendship, Horror/ thriller

Rating: PG-15 (sebenarnya NC tapi saeng saya *baca @Athiyaalmas gak setuju #pletak*

Desclaimer: All cast belong to their self and god. We just imagine it. So, don’t take it seriously.

Warning: Don’t be plagiator and siders. Hormatilah Kami dengan memberikan respon yang baik ^^

   From Rekin: Adakah yang tak asing dengan saya? Oh tentu. Saya kan author galau #pletak. Kali ini aku bantu Alma mengimajinasikan *gaya beut-_- cerita ini. So, kalau kalian merasa gabungnya aku merusak cerita atau suasana aku akan mengundurkan diri dengan suka rela. Tapi, kalau bagus. Kami lanjutkan hehe. Jadi, respon ditunggu ya. Disini kita akan bikin beberapa masa lalu couple disini. Dari mulai diubah mereka dan kisah cinta mereka *ceileh. Ok enjoy it.

From Athiya : ANYONE MISS WHEN ALL IS BEGIN???? yeah this is the 2nd season…😀 mau basa basi dulu, karena ngrasa ff ini sedikit dan banyak yang protes aku buatin season 2 nya heheheh J gatau ini progressnya baik apa gak.

Cerita ini hanya untuk yang menyukainya. Kalo gak suka jangan dibaca ya…. DON’T BE A PLAGIATOR! DON’T bash me… this is just my imagination.

Kembangkan imajinasi kalian disini.. dan aku berharap ini bagus, gumawo ya..  

 

Lupa sama season 1 nya? Hold on… ada previewnya

PREVIEW SEASON 1(end)                             

Setelah berperang cukup lama dengan segala kemampuan, Hangeng berhasil membuat Donghae tersungkur lalu membelokkan api Jessica. Karena merasa kalah siwon menyuruh penyerang yang tersisa untuk kembali.

 

“Aku anggap peperangan berhenti, baiklah.. Yesung. Kau mendapatkan hak kebebasan yong sang. Maaf mengganggumu teman.”

 

“Baiklah, jangan kembali dengan membawa perpecahan lagi Siwon.”            

Beberapa pasukan Siwon pun pergi. Eunhyuk, Leeteuk dan Taeyeon membakar vampire yang tersisa disitu.

 

“Kita berhasil. Oppa aku merindukanmu,”

 

“Mianhae Sulli, aku meninggalkanmu malam itu.”

 

“Gwenchanayo.” saat Sulli berbalik Taemin menciumnya.            

 

Dan ternyata disitu mereka juga banyak yang berciuman, merasa bahagia bisa lolos dari kerajaan yang tak terkalahkan sepanjang abad. Dan menjalani hidup vampire baru bagi sebagian dari mereka..

 

“Kita bisa menggulingkan mereka dan mendirikan kerajaan baru haha.” tawa Zhoumi.

 

“Aku menikmati klan saja daripada kerajaan.”

 

“Ayo berburu aku lapar..” kata Eunhyuk.

 

“Hah kau cungkring, berapa kali kau berburu? Kuakui jadi vampire baru memang tenggorokanmu masih terbakar.” Kata Hyoyeon.

 

“Sudahlah Hyo.. yang mengubahku jadi vampire siapa? Untung saja aku cinta padamu.Ayo siapa yang akan berburu?” 

 

Happy Reading

Sooyoung menatap vampire baru disebelahnya yang sedang berburu dengan pandangan tenang. Tangan dan giginya aktif menggerogoti hewan tersebut. Tanpa sisa darah sedikitpun.

“Kau tidak haus lagi?” tanya Hangeng. Sooyoung hanya menggeleng. Hangeng yang sudah selesai membunuh singa hutan dengan cakarannya melompat kearah Sooyoung.

Sooyoung menatap namja yang cukup tinggi dihadapannya, lalu mengusapkan tangannya ke bibir Hangeng, tidak rela kalau darah singa hutan itu mengotori kulit pualam Hangeng.

Hangeng melingkarkan tangannya pada pundak Sooyoung. “Wo ai ni.” Ucapnya dengan nada menggoda. Membuat pipi Sooyoung bersemburat merah.

“Na do.” jawab Sooyoung dengan suara lembutnya. Semakin membuat Hangeng tak berdaya dibawah pengaruh Sooyoung.

Sooyoung terdiam lalu melirik singkat Hangeng, “Mianhae, telah memaksamu masuk ke kehidupan ini. Jeongmalyo.”

Hangeng tersenyum tipis lalu semakin menarik Sooyoung ke pelukannya.“Apa kau menyesal aku bergabung denganmu?” tanya Hangeng lembut.

Sooyoung menggeleng lemah dan berkata,“Seharusnya aku yang bertanya. Aku jadi teringat saat kau baru jadi vampire.”

Flashback

 

Sooyoung melangkahkan kakinya gusar.Berkali-kali Onew terus merusak pikirannya. Bagaimana tidak? Dengan seenaknya ia memasuki pikiran Sooyoung.“Kau bodoh Soo-ah. Apa yang kau lakukan?” Onew memasuki pikiran Sooyoung dan terus memakinya.

 

Hei, jangan salah ‘kan dia. Hangeng adalah objek imprintnya,” Victoria berusaha membela Sooyoung dengan ikut masuk ke telepati mereka. Victoria yang dasarnya bisa melihat masa depan mengukapkan bahwa Hangeng merupakan objek imprint Sooyoung. Jadi, ia tak risau seperti Onew.

Sooyoung mengigit bibir bawahnya. Derapan langkahnya makin ia percepat. “Kalian berhenti masuk ke pikiranku!” teriaknya dengan mengacak rambutnya.

 

Sooyoung berlari menuruni tangga. Ia menuju ruang bawah yang memang tak pernah disentuh. Langkahnya terhenti saat ia didepan tembok yang sebenarnya terdapat ruangan yang dikhususkan untuk ‘makhluk’ sejenis mereka. Sooyoung mengarahkan bola matanya pada mesin pengaman. Setelah mesin itu bekerja maka pintu rahasia akan terbuka. Pintu memang terbuka tapi ia harus melangkahkan kakinya sebentar baru saat itulah ia sampai pada ruangan yang ia maksud. Dengan cepat ia membuka pintu tersebut dengan pelan namun pintu tersebut hampir saja rusak.  Karena vampire mempunyai kekuatan yang benar-benar dahsyat.

 

Sooyoung mendudukan dirinya di bangku terdekat pada posisi berdirinya. Ia memandang Onew sinis. “Berhenti mengurusi permasalahanku. Aku sudah dewasa!” Sooyoung menatap Onew singkat dan mengirimkan telepatinya.

 

Krystal melirik singkat Onew dan Sooyoung. Tatapan mata mereka seakan ada persaingan sengit. Krystal masuk kepikiran mereka dan bisa mengetahuinya dengan cepat.

Sooyoung yang dasarnya ceroboh hampir membuat klan-nya hancur. Kalau sampai Hangeng mengetahui rahasia mereka. Itu akan berakhir. “Sudahlah, lagipula Hangeng oppa tak mengetahuinya. Dan onni, menjauhlah darinya,” Krystal berusaha melerai mereka.

 

Sooyoung mendesah lemah. “Mana Hyoyeon?” pekik Sooyoung. Seohyun yang sedari tadi membaca buku dengan ditemani Kyuhyun yang asik bermain game menoleh singkat. “Onni, kenapa berteriak seperti itu? Bisa kan pakai pikiran saja?”  rengut Seohyun.

 

Sooyoung melirik Onew sinis, “Aku lelah bermain telepati. Lagipula, pasti ada yang selalu mengusik pikiranku. Sudah, cepat dimana Hyo?”  Sooyoung bangkit dari dudukannya.

 

“Hyo onni, dia bersama manusia.” Balas Seohyun

Sooyoung meraih beberapa buku untuk dimasukkan ke tasnya. “Biar kutebak pasti Eunhyuk. Aku sering melihat ia membututi Hyo,” 

 

“Mungkin,” balas Seohyun singkat. Ia pun masih terus membaca novelnya.

Sooyoung dengan cepat meninggalkan teman-temannya. Saat ini dia memang ada pelajaran. Ia meraih kertas kecil yang merupakan jadwalnya. “Baiklah, hari ini jadwal Kimia,”  gumamnya.

Sooyoung masuk ke kelasnya. Ia memperhatikan seisi kelasnya. Hanya ada bangku satu yang kosong. Tepat disamping namja yang baru saja ia temuinya. “Hei, Taeng minggir kau. Dan biarkan aku duduk disana,” Sooyoung membuka telepatinya pada Taeyeon.

 

Apa?” Tayeon mendelik kaget. Namun ekspresinya hanya datar. “Kau mau aku dalam bahaya?” gerutu Sooyoung dengan menyampaikan bahwa ia tak ingin duduk berdampingan dengan Hangeng. “Bersikaplah normal,” balas Taeyeon singkat.

 

Sooyoung hanya mendesah pelan. Ia dengan tak ikhlas melangkahkan kakinya menuju bangku Hangeng. Baiklah, dia hanya perlu bersikap normal. Bersikap seperti manusia.

Ia tersenyum tipis saat Hangeng meliriknya.

 

Sooyoung menjatuhkan bukunya pelan lalu bersandar pada bukunya. “Hai, kita bertemu lagi?”  ucap Hangeng dengan senyum merekah di wajah tampannya. Sooyoung tersenyum tipis. “Namamu siapa?” tanya Hangeng dengan mencoba menatap mata Sooyoung. Bola mata biru milik Sooyoung sangat indah. Seperti melengkapi wajah cantik dirinya. Dan kulit putih yang ia miliki sangat sempurna tapi sayang pucat.

 

Sooyoung mencoba bersikap normal. “Choi Sooyoung,” jawabnya tanpa mengulurkan tangannya. Padahal Hangeng sudah siap menjabat tangan mulus Sooyoung. Kalau Sooyoung memberikan tangannya yang bersuhu celcius, itu merupakan kebodohannya untuk kesekian kali.

 

Hangeng mencoba tersenyum walau senyum tipis yang terlihat diwajahnya. Hangeng menyambar bukunya dan membuka bab Termokimia.

 

Sooyoung melirik Hangeng singkat. Bab Termokimia? Sudah ratusan kali ia belajar bab tersebut. Ia pun hafal dengan hal yang terdapat disana. Walau ia bukan dikategorikan murid pintar, namun jika kita belajar selama ratusan tahun dengan bab sama walau sedikit pengembangan bukankah membuat bosan?

 

Ia juga menyambar bukunya singkat. Melihat bab tersebut dengan malas. Ayolah, ia sudah mempelajari materi tersebut selama.. errr mungkin 150 tahun? Sooyoung memang tak mengetahui umur aslinya. Jadi, tak bisa dipastikan umur asli Sooyoung.

 

“Kalian baru disini?” tanya Hangeng memecah keheningan. Tapi, ia masih mencatat rumus entalpi pembentukan.

 

Sooyoung melirik Hangeng yang asik dengan catatannya. “Tentu. Kenapa?” selidik Sooyoung. Seandainya Sooyoung bisa membaca pikiran Hangeng, ia tak perlu bertanya yang tak perlu. Karena, Sooyoung tak bisa membaca pikiran. Tapi, hanya sesama vampire mereka bisa bertelepati.

“Kalian makhluk yang berbeda. Aku tak mengerti makna berbeda. Tapi, cara kalian berbicara seperti berada pada masa lain. Dan kharisma keluargamu sangat mengangumkan,” jelas Hangeng dengan menjatuhkan pulpennya. Ia sekarang menatap mata Sooyoung, warna coklat yang indah.

Sooyoung memutar bola matanya. Ia mengigit bibir bawahnya. “Taeng, kau dengar? Aku harus apa?” Sooyoung mengirimkan telepatinya pada Taeyeon. Taeyeon yang sedari tadi sibuk dengan Leeteuk hanya menjawab seadanya. Bukannya membantu malah menyulitkan.

Sooyoung hanya tersenyum menanggapi semua lontaran Hangeng. Ia benar-benar bingung harus menjawab apa. Jika, ia mengeluarkan satu katapun itu pasti akan terjadi kesalahan.

Hangeng menatap wajah Sooyoung. Mencoba mencari apa yang disembunyikan oleh Sooyoung.“Kau kenapa diam?”

 

“Aku sudah sering mendengar pertanyaan itu. Jadi, kau bisa bertanya pada siapa saja apa jawabanku,” Sooyoung melirik jam dan …tepat. Bel berbunyi. Ia dengan cepat menghindar dari Hangeng yang seperti ingin mengorek kehidupan kelamnya.

 

 

Hangeng berkali-kali bermain basket dengan frustasi. Shooting yang ia lakukan juga sangat buruk untuk saat ini. Hangeng, yang notabenenya seorang MVP basket bisa seperti ini? Jawabannya hanya satu. Ia benar-benar penasaran pada Choi Sooyoung. Yeoja tersebut sangat tertutup dan misterius. Sooyoung hanya akan berbicara jika perlu.

Kehidupan Sooyoung yang misterius seperti magnet baginya. Hangeng merasa Sooyoung benar-benar ‘beda’. Entah apa yang dimaksud ‘beda’. Tapi, jika diperhatikan dengan seksama. Bola mata Sooyoung selalu berubah warna. Tidak mungkinkan jika ia memakai dua contact lens secara bersamaan? Tangan dingin seperti es. Wajah pucat seperti kekurangan darah. Tapi, disisi lain Hangeng merasa Sooyoung lemah dan rapuh. Entahlah perasaan apa yang menderu di hati Hangeng. Yang pasti, ia ingin melindungi gadis yang terlihat kuat itu.

 

Derapan kaki seseorang membuat Hangeng menghentikan sejenak kegiatannya. Ia mencari arah suara tersebut berasal. Namun nihil. Ia melanjuti permainannya dengan tenang. Alhasil, permainannya cukup lebih baik dibanding awal.

 

Ia semakin mendengar suara tersebut. Semakin dekat. “Kau masih disini Hangeng-shhi?” tanya Daesung dengan menatap Hangeng sinis.

 

Daesung, yang sebenarnya sangat cemburu pada popularitas seorang Hangeng. Dahulu, dia yang sering dipuja karena keahliannya. Namun, kehadiran Hangeng membuatnya terancam.

 

Hangeng memberhentikan permainannya. Ia menatap Daesung singkat dan berkata, “Kenapa?”

Daesung tersenyum sinis dan mengernyitkan dahinya. “Kau benar-benar ingin cari gara-gara huh?”  Daesung melangkah dengan sombong dan mendorong tubuh Hangeng. Dengan lincah ia memukul wajah Hangeng dan sekarang darah segar mengalir di hidungnya.

Hangeng yang sebenarnya menguasai ilmu bela diri tak tinggal diam. Ia diam hanya karena mencari kedamaian. Apa boleh buat Daesung yang memintanya bukan?

 

 

Setiap gerakan dance yang dilakukan Sooyoung sangat indah. Setiap langkah yang ia hentakan memberi kesan tersendiri pada tariannya yang menganggumkan. Memang, jika ia bosan, ia akan bersama temannya menghabiskan waktu hanya untuk menghibur dirinya.

Keseimbangan Sooyoung membuyar. Tak seperti biasanya. Entahlah, ia merasa ada seseorang yang meneriaki dirinya untuk sesuatu. Mungkin pertolongan? Tapi, bukankah dia tak bisa membaca pikiran? Apa ini karena para temannya yang menggangu pikirannya?

 

Sooyoung-ah.. Sooyoung-ah.. Choi Sooyoung!” teriak Victoria panik pada telepatinya. Sooyoung yang terjatuh karena kesalahan gerakannya sontak terbangun.

Sooyoung mengernyitkan dahi, “Apa? Apa yang kau lihat?”

 

Hangeng, dia dalam keadaan bahaya. Cepat kau tolong dia sebelum dia benar-benar meninggal.” Ujar Victoria memberitahu pengelihatannya pada Sooyoung.

Hangeng? Namja itu lagi? Kenapa pria itu selalu disangkut pautkan dengannya? Apa karena ia takdir Sooyoung?

 

Pikiran Sooyoung terus berkecamuk. Seketika ia bisa mendengar apa yang Victoria sampaikan padanya. Sebuah teriakan minta tolong. Ia yakin itu adalah suara Hangeng. Ia ingin menangis. Tapi, vampire tak bisa.

 

Apa yang kau tunggu? Cepat…” perintah Victoria pada Sooyoung.

Hangeng yang sudah bisa membuat Daesung tergolek lemah memperhatikan sekitarnya. Hangeng benar-benar tak habis pikir. Bagaimana bisa Daesung mengajaknya berkelahi tapi, ia membawa banyak teman-temannya? Kenapa tidak selesaikan dengan satu lawan satu? Benar-benar pengecut!

Kini ia terkepung. Semua teman-teman Daesung mengamati Hangeng dengan siap menyerbunya. Dengan beberapa alat berat untuk menyakiti.. atau mungkin membunuh Hangeng.

Hangeng benar-benar terjebak. Ia tak mungkin menghabisi dua puluh pria sekaligus. Itu mustahil.

 

“Habisi dia,” seru Daesung dengan menghentakan jarinya dan tersenyum licik. Daesung kini meninggalkan Hangeng yang benar-benar tak berdaya.

Dengan singkat teman-teman Daesung menyerbu Hangeng. Mereka memukul Hangeng dengan cepat. Seperti waktu tak bisa memperhatikan setiap apa yang mereka lakukan pada Hangeng. Menendang wajah Hangeng, memukul perut Hangeng. Perlahan, darah keluar dari mulut Hangeng.

Mata memar, tangan biru membuat Hangeng benar-benar menyedihkan. Kini ia pasrah jika mereka membunuhnya. Ia mencoba bangun dari keterjatuhannya. Namun, seseorang dari mereka memukul Hangeng dengan besi. Tepat di ulu hati Hangeng.

 

Hangeng ambruk seketika. Ia merasakan gelap. Apakah ini berarti hidupnya berakhir?

Sooyoung memperhatikan setiap perlakuan teman-teman Daesung pada Hangeng. Ia benar-benar tak tau harus berbuat apa. Ia terus menunggu kapan ia keluar. Namun, melihat Hangeng yang benar-benar tak berdaya merobohkan keegoisannya.

 

“Apa yang kalian lakukan pada Hangeng?” tiba-tiba Sooyoung hadir di hadapan mereka. Membuat mereka menoleh dan menghentikan kegiatan mereka.

Mereka tersenyum licik dan mengerling nakal kearah Sooyoung. “Apa urusanmu? Lebih baik kau menikmati malam ini bersama kita cantik,” salah satu dari mereka menarik tangan Sooyoung.

Sooyoung dengan pelan menyingkirkan tangan menjijikan itu. “Wah, kau mainnya kasar sekali sayang,”  seru diantara mereka dengan tersenyum penuh arti. Pikiran mereka pasti bisa dibaca jelas jika melihat wanita cantik didepan.

 

Sayang mereka tak mengenal siapa sebenarnya Sooyoung. Mungkin mustahil menghabiskan dua puluh pria sekaligus. Tapi, bagi vampire itu bukan masalah. Mereka hanya perlu memanfaatkan kecepatan mereka dan naluri pembunuh yang membuat manusia akan reflek menghindar dari mereka.

Benar saja, dengan beberapa kali gerakan yang ia lakukan dan menyeringai membuat pria-pria tersebut ketakutan. Sepertinya naluri manusia benar-benar bagus saat mereka merasa dalam bahaya.

 

Sekarang aman.” seru Yesung pada telepatinya dengan Sooyoung. Sooyoung melirik Hangeng yang tergeletak lemah. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Apa masih ada waktu untuk menyembuhkannya?

 

Sulli, tolong bantu aku. Aku harus apa?” tanya Sooyoung khawatir. Ia mengirimkan telepatinya pada Sulli. “Hei, bisakah kau kesini?” pekik Sooyoung cemas.

 

Tidak bisa onni. Hanya satu, ubahlah ia menjadi makhluk seperti kita,” ujar Sulli. Sooyoung mengernyitkan dahinya. Solusi macam apa itu? Bahkan Sulli, yang bisa menyebuhkan kini hanya bisa berkata ‘ubahlah dia seperti makhluk sejenis kita’. Apa tak ada yang bisa membantu?

Sooyoung menarik tubuh Hangeng agar ke pangkuannya. Ia memandang Hangeng prihatin. Apa ia harus mengubahnya? “Sooyoung-ah?” desis Hangeng lemah. Hangeng mencoba membelai wajah Sooyoung lembut.

 

“Lakukan apa saja. Aku rela. Tolong bantu aku. Aku ingin hidup bersamamu selamanya,”  Hangeng memandang Sooyoung dengan bola mata sayupnya. Ia benar-benar tak kuat dengan kesakitan yang ia alami sekarang.

 

Sooyoung terus berkelut dengan pikirannya. Ia benar-benar tak ingin merubah Hangeng menjadi makhluk sepertinya. Karena, jika memilih ia ingin menjadi makhluk normal. Kenapa seperti ini?

Sooyoung mendesah lemah. Ia mulai mendekatkan wajahnya pada Hangeng. Mencium bibirnya singkat. Kini ia turun ke leher Hangeng. Bersiap menyusupkan racun pada tubuh Hangeng. Racun yang akan membuat hidup Hangeng kelam. Membuat ia menjadi makhluk abadi.

 

“ARGGGHHHH…” erang Hangeng kesakitan. Racun kini menjalar ketubuhnya. Ia merasakan kepalanya terbakar. Tubuhnya benar-benar seperti dibakar. Sakit … sangat sakit. Ia terus meronta.

 

“Cepat bawa dia ke rumah kita,” ucap Yesung yang tiba-tiba dihadapan Sooyoung. Semua keluarganya berdiri di hadapan Sooyoung sekarang. Mereka menatap Sooyoung cemas. “Tenangkan Sooyoung,” perintah Yesung pada Hyoyeon dan Taeyeon.

 

‘Akhirnya dia terbangun juga dari terbakar itu. Bagaimana perasaannya? Senang? Atau malah kecewa? Marah mungkin.. aku dan yang lain bersiap di kamar ini. Harus bisa menangani amukan vampire baru.’ pikir Sooyoung. Soo melihat mata merahnya, ia menatap kami tajam. Lalu ia bangkit dengan cepat.

 

“Kenapa aku ada disini? Ah.. aku haus!! Tenggorokanku kering!” Hangeng mencium aroma, sepertinya aroma hewan. Geraman buas keluar dari mulutnya.

 

“A..Ayo kita berburu.” Rajuknya cepat. Sebenarnya ia takut tidak bisa menguasai Hangeng.

Hangeng terdiam. Ia memperhatikan tubuhnya yang sedikit berbeda, “AKU KENAPA? A.. APA AKU SEKARANG?”

 

Semua keluarga Kim menoleh kearah Hangeng.“Vampire.” Jawab Yesung pelan.

Hangeng mengernyitkan dahinya tak percaya. Ia bukan manusia lagi? Ia mendelik sinis, “Vampire? Jadi gara-gara itu aku haus darah?”

 

Amber memutar bola matanya. Memainkan sedikit rambut pendeknya,“Yes,” jawab amber.

Raut wajah Hangeng berubah. Ia menyeringai dan menatap buas,“Siapa yang mengubahku jadi vampire hah?”

 

Sooyoung tersenyum samar. Ia tak tau harus menampilkan ekspresi apa sekarang. “Aku.. atau kau lebih suka mati Hangeng? Aku bisa membunuhmu sekarang juga.” Jawab Sooyoung.           

 

Tiba-tiba  Hangeng loncat menuju pintu setiap yang menghalanginya. Semua mengikutinya sampai ruang tengah. Ia seakan memamerkan kemampuan barunya sebagai vampire. Sebagai mahkluk yang kuat dan cepat.

 

“AKU BENCI KALIAN!” teriak Hangeng ia melemparkan guci-guci berharga ke segala arah. Melemparkan apa saja yang ada dihadapannya, frustasi. Entah apa yang terfikir dan menderu dihati dan pikirannya. Dia benar-benar tak terima menjadi makhluk seperti ini.

Eunhyuk yang sedari tadi berdiri tak jauh di depan jendela menoleh cepat kearah Hangeng yang kini menatapnya buas. Eunhyuk seakan makanan lezat untuknya.

 

Hangeng benar-benar kehilangan kendali. Ia terus merusak perabot keluarga Kim. Dan tepat, pecahan beling guci mengenai Eunhyuk.

 

“HYUK AKU SUDAH BILANG JANGAN…” suara Hyoyeon berteriak.

BRAKK!            

 

Sebuah hiasan berbahan dasar logam mengenai Eunhyuk, Hangeng yang frustasi berhenti. Ia melihat Eunhyuk diikuti yang lain. Darah Eunhyuk mengalir deras dari pelipisnya mengundang kelezatan dibenaknya. Kepalanya memar tentu saja logamnya sampai berderit seperti itu.

 

“Sial! Ya! Kalian kenapa sih? Memperebutkan harta?” rintih Eunhyuk sambil memegang lukanya. Ia benar-benar tak mengerti bahaya mengancam dirinya sekarang.

 

“Darah?” desisnya mendapati tangannya dipenuhi darah segarnya.

 

“Bau wangi ini.. hmmffss.. aku haus.” Hangeng menerjang Eunhyuk, tapi untung saja Hyo menarik Eunhyuk cepat.

 

Eunhyuk merasakan dekapan ditubuh Hyo. Dingin.“Wae.. waeyo?” Tanya Eunhyuk dengan polosnya.

 

“Hyuk, ayo kita tinggalkan orang ini sebelum darahmu dihisap. Kita vampire!” Hyoyeon membuka identitasnya di depan namja bodoh bernama Eunhyuk itu. Hyo sudah khawatir ia sudah mendengar keributan. Tapi Hyuk nekat masuk kerumah klan Kim itu.

 

“Hyoyeon..”  Eunhyuk masih sempat sempatnya bicara.

 

“HANGENG STOP IT! STOP!” Teriak Amber, ia melihat Key dan Taemin terguling karena didorong Hangeng kasar. Zhoumi yang memiliki badan tinggi dan tegap menghalangi Hangeng dari belakang.

 

“Kau harus berburu dengan makanan lain..” perintah Kyuhyun. Lalu menarik Hangeng bersama dengan Zhoumi ke hutan, diikuti Yesung, Onew dan Sooyoung.            

 

Di hutan Hangeng berburu sambil diawasi jangan sampai mereka lelah lalu Hangeng menerkam manusia. Saat Hangeng sudah berburu dan mulai tenang Sooyoung mendekatinya. Menyuruh yang lain meninggalkan mereka sendiri. Hangeng memegang dadanya.

 

“Jantungku.. menutup lagi? Tadi sempat tersobek.” Gumam Hangeng sendiri.

 

“Mianhaeyo jeongmal..” kata Sooyoung pelan.

 

“Diam!” pekik Hangeng keras. Membuat Sooyoung reflek memundurkan tubuhnya menjauh dari Hangeng

 

“Shireo.. aku harusnya tau kau benci dunia ini.” Soo terus merutuki dirinya.

 

“DIAM!!” bentak Hangeng. Akhirnya Soo terdiam dan menunduk. Meredam wajahnya yang merasa bersalah.            

 

Soo mendekati Hangeng, berusaha melakukan apapun agar Hangeng memaafkannya. Tapi, langkah Soo terhenti setelah ia melihat mata marah Hangeng. Merah menyala. Seperti api yang siap membara.

 

Tubuhnya merosot ke tanah. Lalu kejang kejang. Sesuatu melukainya. Seperti sengatan yang cukup kuat. Apakah kemampuan special Hangeng?

 

Hangeng yang kaget mendekat kearah Soo.“Gwenchana?” tanya Hangeng dengan mengulurkan tangannya. Membantu Sooyoung agar bangun.

 

Sooyoung menautkan alisnya “K..kau menyengatku?”. Hangeng menatap Sooyoung dengan mengernyitkan dahinya, bingung.“Mwoya?”

 

“Bakatmu adalah menyengat oppa. Chukkae! Aku akan memikirkan cara untukmu Han,”

Hangeng melihat langkah kecil Soo menjauh dari pandangannya, sementara Zhoumi kembali mengawasinya. Akhirnya ia pulang. Ia merasa butuh bersantai atau sekedar tiduran saja. Sebenarnya vampire tidak tidur tapi entahlah.

 

Ia juga masih teringat daesung. “Anak itu benar-benar sok sekali, merobek jantungku? Untung aku tidak mati.” Pikir Hangeng.  Hangeng berhenti di depan kamar Sooyoung.

 

CKLEK!

 

   Hangeng berusaha berpikir kalo Soo mempunyai maksud terbaik. Ia ingin membuat Hangeng agar hidup abadi bersama Sooyoung dan menyelamatkan kondisinya yang hampir sekarat.

Ia melihat Soo duduk di springbed nya. Sambil mendengarkan musik. Perlahan ia mendekat kearah Sooyoung.

 

Hangeng mengalungkan tangannya pada leher Sooyoung. Membuat Sooyoung bersadar pada dada bidang Hangeng.“Aku yang harusnya minta maaf.” Gumam Hangeng berusaha menghibur rasa bersalah Sooyoung.

 

Sooyoung tersenyum tipis dan melepaskan earphone-nya. “Gwenchanayo aku sudah memaafkanmu. Aku juga pernah sepertimu.” Ujarnya dengan menerawang langit-langit kamarnya.

Hangeng  memandang wajah Soo lekat. Walau ia vampire naluri manusianya seperti masih berfungsi. Ia mengecup bibir dingin Sooyoung dengan menggengam pundaknya. Menautkan bibir dingin mereka satu sama lain.

 

Sooyoung melepaskan ciuman singkat mereka. “Ini akan menjadi berbahaya. Kau tau kekuatan vampire?” sergahnya berusaha menghentikan keinginan Hangeng yang dapat ia baca dengan jelas.

Hangeng meraih dagu Sooyoung. Menatap bola mata hitam Sooyoung lekat. “Kau lupa aku vampire? Justru, aku takut aku melukaimu,” balasnya tak mau kalah.

 

“Kalau begitu jangan lakukan,”

 

“Anggaplah ini permintaan maafmu telah mengubahku. Aku hanya membutuhkanmu sekarang.” Pinta Hangeng dengan mata berbinar. Sooyoung hanya diam lalu mengangguk lemah.

 

Saat itulah Hangeng beraksi. Ia mulai bergerilya menjelajahi setiap inci tubuh dingin Sooyoung dengan bibirnya. Hangeng menarik tengkuk Sooyoung, membuat Sooyoung semakin dekat dengannya.

Mereka mulai bergerak. Dengan posisi Hangeng diatas tubuh Sooyoung. Ia menghentikan ciumannya. Membelai mesra rambut Sooyoung dan mengungkapkan isi hatinya, “Aku mencintaimu,”

Sooyoung merasakan pipinya bersemburat merah. Rasa malu menderu dihatinya. Hangeng mengucapkan kata-kata yang membuatnya luluh. Semakin menginginkan Hangeng lebih dari ini.

Sooyoung tersenyum penuh arti dan mulai membuka setiap kancing baju Hangeng. Membuangnya kasar. Dan menikmati bersandar di dada Hangeng yang bidang namun dingin.

 

Flashback off

 

Hangeng menatap Sooyoung dan membelai rambutnya, “Aku sudah menduga kalau kau bukan manusia dari awal.”

 

Sooyoung tersenyum tipis.“Kau adalah vampire listrik haha, yah kau tahulah.. Tapi apakah kau akan menyengatku Hangeng?” selidik Sooyoung.

Hangeng mendongakkan wajahnya. Mengerutkan keningnya.“Maksudmu? Aku sudah pernah  melakukannya padamu Soo?”

Sooyoung terkekeh kecil. “Kalau kau diharuskan menyengatku lagi. Apa kau bisa?”

Hangeng menatap Sooyoung dengan perasaan lebihnya. “Aku tidak akan melakukannya.” Jawab Hangeng dengan tegas. Ia tahu pasti takkan bisa menyakiti yeoja berharga didirinya. Potongan hati miliknya. Bagian yang telah ia temukan sekarang.

Sooyoung tersenyum manis. Ia tahu pasti Hangeng akan berbicara seperti itu. “Baiklah aku mengerti..”

Hangeng menatap Sooyoung dengan mata merahnya, mata para vampire baru. Menatap wajah Sooyoung. Menggengam pundaknya agar mencapai bibir Sooyoung.

“Aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu Sooyoung.” janji Hangeng tepat diwajah Sooyoung. Sooyoung tersenyum. Dalam hati, ia juga berjanji takkan menyakiti hati Hangeng.

Semenjak hari peperangan itu klan Kim sudah mulai tenang. Tapi, tidak dengan Victoria, kalau dirasa semakin hari ia semakin jadi pendiam. Hanya Yesung dan Zhoumi yang mengerti. Pasti ia sedang sibuk dengan pikiran masa depannya.

“Onew,lihat itu pacarmu sehari hari sepertinya menghitung waktu deh.” ledek Key dengan senyumannya membuat Onew mendesah kesal.

“Jangan begitu! Sudahlah penglihatannya kan juga bisa menyelamatkan kita.” Tegur Onew tidak terima. Key tersenyum simpul lalu menggaruk kepalanya.

Onew melangkah dan duduk di sebelah Victoria yang memandang kosong dan tidak bergerak sedari tadi. Onew menghela nafas kemudian membuka telepatinya untuk bicara dengan victoria.

Memangnya kau memikirkan apa sih? Seperti punya dunia sendiri.” Seru Onew berusaha menyadarkan Victoria agar beralih menatapnya.

 

Mianhae.. Mianhae,” balas Victoria.

 

Kau benar benar seperti umma yang akan menyelamatkan kita dengan pemikiranmu.” rengut Onew.

 

Tapi tidak diduga, Victoria tersenyum. Senyum yang lama tidak dilihat Onew. Senyum hangat dan cantik.

“Karena aku sayang kita semua, dan aku tida mau kehilangan keluargaku lagi.” Ujarnya dengan melepas telepati mereka. Victoria memandang Onew dan berjalan kearahnya.

Onew melingkarkan tangannya pada pinggang Victoria. “Aku akan mendukung apapun yang kau lakukan Vic.. be the best.”

Onew menarik tangan Victoria menuju sofa. Ia memerintahkan Victoria memberikan sandaran untuknya. Victoria tersenyum saat kepala Onew bersandar pada pahanya. Vic mengelus kepala Onew lembut. Menikmati ketenangan yang mereka rasakan. Meskipun mereka tidak tau, apakah makhluk abadi memang benar-benar bisa abadi?

– To Be Continued-

           Pesan dari Athiya :  PART 1 SEASON 2 SELESAAAII!!! #nyanyibarengyesung #dancebarengtaemineunhyuk #pelukrekinunniejuga . RCL please.. oiya pesan dari athiya nih ‘Jeongmalmianhae kalau ff ini jelek, bosenin, kependekan, ataupun yang lainnya. Just for fun kok please maklum ya’

Pesan dari Rekin: Hueeee.. aku yang biasa bikin fic galau sekarang bikin fic fantasy? Gimana? Keren tidak kolaborasi kami? Oh ya, comment ya ^^ untuk menentukan masa depan fic ini *lebeh. Untuk part 2 kita akan bikin Hyohyuk couple keke~ So, tetep lanjut baca dan menerima kejutan dari kami *gaya

Author: @Athiyaalmas and @RekinDria

Title: {Chaptered} Season 2 When all is begin PART 1 [Hanyoung’s Side]

Cast: Choi Sooyoung and Hangeng

Other cast:  Find by your self ^^

Ps: DI SEASON 2 INI ADALAH FF DUET TILL THE END  di ff kali ini gak ada pov nya mungkin Cuma ada ‘side’ mianhae (kalau tulisan bold berarti itu telepati, soalnya ini flashback makanya italic semua)

Genre: Romantic, friendship, Horror/ thriller

Rating: PG-15 (sebenarnya NC tapi saeng saya *baca @Athiyaalmas gak setuju #pletak*

Desclaimer: All cast belong to their self and god. We just imagine it. So, don’t take it seriously.

Warning: Don’t be plagiator and siders. Hormatilah Kami dengan memberikan respon yang baik ^^

   From Rekin: Adakah yang tak asing dengan saya? Oh tentu. Saya kan author galau #pletak. Kali ini aku bantu Alma mengimajinasikan *gaya beut-_- cerita ini. So, kalau kalian merasa gabungnya aku merusak cerita atau suasana aku akan mengundurkan diri dengan suka rela. Tapi, kalau bagus. Kami lanjutkan hehe. Jadi, respon ditunggu ya. Disini kita akan bikin beberapa masa lalu couple disini. Dari mulai diubah mereka dan kisah cinta mereka *ceileh. Ok enjoy it.

From Athiya : mau basa basi dulu, karena ngrasa ff ini sedikit dan banyak yang protes aku buatin season 2 nya heheheh J gatau ini progressnya baik apa gak.

Cerita ini hanya untuk yang menyukainya. Kalo gak suka jangan dibaca ya…. DON’T BE A PLAGIATOR! DON’T bash me… this is just my imagination.

Kembangkan imajinasi kalian disini.. dan aku berharap ini bagus, gumawo ya.. 

 

Lupa sama season 1 nya? Hold on… ada previewnya

PREVIEW SEASON 1(end)                             

Setelah berperang cukup lama dengan segala kemampuan, Hangeng berhasil membuat Donghae tersungkur lalu membelokkan api Jessica. Karena merasa kalah siwon menyuruh penyerang yang tersisa untuk kembali.

 

“Aku anggap peperangan berhenti, baiklah.. Yesung. Kau mendapatkan hak kebebasan yong sang. Maaf mengganggumu teman.”

 

“Baiklah, jangan kembali dengan membawa perpecahan lagi Siwon.”            

Beberapa pasukan Siwon pun pergi. Eunhyuk, Leeteuk dan Taeyeon membakar vampire yang tersisa disitu.

 

“Kita berhasil. Oppa aku merindukanmu,”

 

“Mianhae Sulli, aku meninggalkanmu malam itu.”

 

“Gwenchanayo.” saat Sulli berbalik Taemin menciumnya.            

 

Dan ternyata disitu mereka juga banyak yang berciuman, merasa bahagia bisa lolos dari kerajaan yang tak terkalahkan sepanjang abad. Dan menjalani hidup vampire baru bagi sebagian dari mereka..

 

“Kita bisa menggulingkan mereka dan mendirikan kerajaan baru haha.” tawa Zhoumi.

 

“Aku menikmati klan saja daripada kerajaan.”

 

“Ayo berburu aku lapar..” kata Eunhyuk.

 

“Hah kau cungkring, berapa kali kau berburu? Kuakui jadi vampire baru memang tenggorokanmu masih terbakar.” Kata Hyoyeon.

 

“Sudahlah Hyo.. yang mengubahku jadi vampire siapa? Untung saja aku cinta padamu.Ayo siapa yang akan berburu?” 

 

Happy Reading

Sooyoung menatap vampire baru disebelahnya yang sedang berburu dengan pandangan tenang. Tangan dan giginya aktif menggerogoti hewan tersebut. Tanpa sisa darah sedikitpun.

“Kau tidak haus lagi?” tanya Hangeng. Sooyoung hanya menggeleng. Hangeng yang sudah selesai membunuh singa hutan dengan cakarannya melompat kearah Sooyoung.

Sooyoung menatap namja yang cukup tinggi dihadapannya, lalu mengusapkan tangannya ke bibir Hangeng, tidak rela kalau darah singa hutan itu mengotori kulit pualam Hangeng.

Hangeng melingkarkan tangannya pada pundak Sooyoung. “Wo ai ni.” Ucapnya dengan nada menggoda. Membuat pipi Sooyoung bersemburat merah.

“Na do.” jawab Sooyoung dengan suara lembutnya. Semakin membuat Hangeng tak berdaya dibawah pengaruh Sooyoung.

Sooyoung terdiam lalu melirik singkat Hangeng, “Mianhae, telah memaksamu masuk ke kehidupan ini. Jeongmalyo.”

Hangeng tersenyum tipis lalu semakin menarik Sooyoung ke pelukannya.“Apa kau menyesal aku bergabung denganmu?” tanya Hangeng lembut.

Sooyoung menggeleng lemah dan berkata,“Seharusnya aku yang bertanya. Aku jadi teringat saat kau baru jadi vampire.”

Flashback

 

Sooyoung melangkahkan kakinya gusar.Berkali-kali Onew terus merusak pikirannya. Bagaimana tidak? Dengan seenaknya ia memasuki pikiran Sooyoung.“Kau bodoh Soo-ah. Apa yang kau lakukan?” Onew memasuki pikiran Sooyoung dan terus memakinya.

 

Hei, jangan salah ‘kan dia. Hangeng adalah objek imprintnya,” Victoria berusaha membela Sooyoung dengan ikut masuk ke telepati mereka. Victoria yang dasarnya bisa melihat masa depan mengukapkan bahwa Hangeng merupakan objek imprint Sooyoung. Jadi, ia tak risau seperti Onew.

Sooyoung mengigit bibir bawahnya. Derapan langkahnya makin ia percepat. “Kalian berhenti masuk ke pikiranku!” teriaknya dengan mengacak rambutnya.

 

Sooyoung berlari menuruni tangga. Ia menuju ruang bawah yang memang tak pernah disentuh. Langkahnya terhenti saat ia didepan tembok yang sebenarnya terdapat ruangan yang dikhususkan untuk ‘makhluk’ sejenis mereka. Sooyoung mengarahkan bola matanya pada mesin pengaman. Setelah mesin itu bekerja maka pintu rahasia akan terbuka. Pintu memang terbuka tapi ia harus melangkahkan kakinya sebentar baru saat itulah ia sampai pada ruangan yang ia maksud. Dengan cepat ia membuka pintu tersebut dengan pelan namun pintu tersebut hampir saja rusak.  Karena vampire mempunyai kekuatan yang benar-benar dahsyat.

 

Sooyoung mendudukan dirinya di bangku terdekat pada posisi berdirinya. Ia memandang Onew sinis. “Berhenti mengurusi permasalahanku. Aku sudah dewasa!” Sooyoung menatap Onew singkat dan mengirimkan telepatinya.

 

Krystal melirik singkat Onew dan Sooyoung. Tatapan mata mereka seakan ada persaingan sengit. Krystal masuk kepikiran mereka dan bisa mengetahuinya dengan cepat.

Sooyoung yang dasarnya ceroboh hampir membuat klan-nya hancur. Kalau sampai Hangeng mengetahui rahasia mereka. Itu akan berakhir. “Sudahlah, lagipula Hangeng oppa tak mengetahuinya. Dan onni, menjauhlah darinya,” Krystal berusaha melerai mereka.

 

Sooyoung mendesah lemah. “Mana Hyoyeon?” pekik Sooyoung. Seohyun yang sedari tadi membaca buku dengan ditemani Kyuhyun yang asik bermain game menoleh singkat. “Onni, kenapa berteriak seperti itu? Bisa kan pakai pikiran saja?”  rengut Seohyun.

 

Sooyoung melirik Onew sinis, “Aku lelah bermain telepati. Lagipula, pasti ada yang selalu mengusik pikiranku. Sudah, cepat dimana Hyo?”  Sooyoung bangkit dari dudukannya.

 

“Hyo onni, dia bersama manusia.” Balas Seohyun

Sooyoung meraih beberapa buku untuk dimasukkan ke tasnya. “Biar kutebak pasti Eunhyuk. Aku sering melihat ia membututi Hyo,” 

 

“Mungkin,” balas Seohyun singkat. Ia pun masih terus membaca novelnya.

Sooyoung dengan cepat meninggalkan teman-temannya. Saat ini dia memang ada pelajaran. Ia meraih kertas kecil yang merupakan jadwalnya. “Baiklah, hari ini jadwal Kimia,”  gumamnya.

Sooyoung masuk ke kelasnya. Ia memperhatikan seisi kelasnya. Hanya ada bangku satu yang kosong. Tepat disamping namja yang baru saja ia temuinya. “Hei, Taeng minggir kau. Dan biarkan aku duduk disana,” Sooyoung membuka telepatinya pada Taeyeon.

 

Apa?” Tayeon mendelik kaget. Namun ekspresinya hanya datar. “Kau mau aku dalam bahaya?” gerutu Sooyoung dengan menyampaikan bahwa ia tak ingin duduk berdampingan dengan Hangeng. “Bersikaplah normal,” balas Taeyeon singkat.

 

Sooyoung hanya mendesah pelan. Ia dengan tak ikhlas melangkahkan kakinya menuju bangku Hangeng. Baiklah, dia hanya perlu bersikap normal. Bersikap seperti manusia.

Ia tersenyum tipis saat Hangeng meliriknya.

 

Sooyoung menjatuhkan bukunya pelan lalu bersandar pada bukunya. “Hai, kita bertemu lagi?”  ucap Hangeng dengan senyum merekah di wajah tampannya. Sooyoung tersenyum tipis. “Namamu siapa?” tanya Hangeng dengan mencoba menatap mata Sooyoung. Bola mata biru milik Sooyoung sangat indah. Seperti melengkapi wajah cantik dirinya. Dan kulit putih yang ia miliki sangat sempurna tapi sayang pucat.

 

Sooyoung mencoba bersikap normal. “Choi Sooyoung,” jawabnya tanpa mengulurkan tangannya. Padahal Hangeng sudah siap menjabat tangan mulus Sooyoung. Kalau Sooyoung memberikan tangannya yang bersuhu celcius, itu merupakan kebodohannya untuk kesekian kali.

 

Hangeng mencoba tersenyum walau senyum tipis yang terlihat diwajahnya. Hangeng menyambar bukunya dan membuka bab Termokimia.

 

Sooyoung melirik Hangeng singkat. Bab Termokimia? Sudah ratusan kali ia belajar bab tersebut. Ia pun hafal dengan hal yang terdapat disana. Walau ia bukan dikategorikan murid pintar, namun jika kita belajar selama ratusan tahun dengan bab sama walau sedikit pengembangan bukankah membuat bosan?

 

Ia juga menyambar bukunya singkat. Melihat bab tersebut dengan malas. Ayolah, ia sudah mempelajari materi tersebut selama.. errr mungkin 150 tahun? Sooyoung memang tak mengetahui umur aslinya. Jadi, tak bisa dipastikan umur asli Sooyoung.

 

“Kalian baru disini?” tanya Hangeng memecah keheningan. Tapi, ia masih mencatat rumus entalpi pembentukan.

 

Sooyoung melirik Hangeng yang asik dengan catatannya. “Tentu. Kenapa?” selidik Sooyoung. Seandainya Sooyoung bisa membaca pikiran Hangeng, ia tak perlu bertanya yang tak perlu. Karena, Sooyoung tak bisa membaca pikiran. Tapi, hanya sesama vampire mereka bisa bertelepati.

“Kalian makhluk yang berbeda. Aku tak mengerti makna berbeda. Tapi, cara kalian berbicara seperti berada pada masa lain. Dan kharisma keluargamu sangat mengangumkan,” jelas Hangeng dengan menjatuhkan pulpennya. Ia sekarang menatap mata Sooyoung, warna coklat yang indah.

Sooyoung memutar bola matanya. Ia mengigit bibir bawahnya. “Taeng, kau dengar? Aku harus apa?” Sooyoung mengirimkan telepatinya pada Taeyeon. Taeyeon yang sedari tadi sibuk dengan Leeteuk hanya menjawab seadanya. Bukannya membantu malah menyulitkan.

Sooyoung hanya tersenyum menanggapi semua lontaran Hangeng. Ia benar-benar bingung harus menjawab apa. Jika, ia mengeluarkan satu katapun itu pasti akan terjadi kesalahan.

Hangeng menatap wajah Sooyoung. Mencoba mencari apa yang disembunyikan oleh Sooyoung.“Kau kenapa diam?”

 

“Aku sudah sering mendengar pertanyaan itu. Jadi, kau bisa bertanya pada siapa saja apa jawabanku,” Sooyoung melirik jam dan …tepat. Bel berbunyi. Ia dengan cepat menghindar dari Hangeng yang seperti ingin mengorek kehidupan kelamnya.

 

 

Hangeng berkali-kali bermain basket dengan frustasi. Shooting yang ia lakukan juga sangat buruk untuk saat ini. Hangeng, yang notabenenya seorang MVP basket bisa seperti ini? Jawabannya hanya satu. Ia benar-benar penasaran pada Choi Sooyoung. Yeoja tersebut sangat tertutup dan misterius. Sooyoung hanya akan berbicara jika perlu.

Kehidupan Sooyoung yang misterius seperti magnet baginya. Hangeng merasa Sooyoung benar-benar ‘beda’. Entah apa yang dimaksud ‘beda’. Tapi, jika diperhatikan dengan seksama. Bola mata Sooyoung selalu berubah warna. Tidak mungkinkan jika ia memakai dua contact lens secara bersamaan? Tangan dingin seperti es. Wajah pucat seperti kekurangan darah. Tapi, disisi lain Hangeng merasa Sooyoung lemah dan rapuh. Entahlah perasaan apa yang menderu di hati Hangeng. Yang pasti, ia ingin melindungi gadis yang terlihat kuat itu.

 

Derapan kaki seseorang membuat Hangeng menghentikan sejenak kegiatannya. Ia mencari arah suara tersebut berasal. Namun nihil. Ia melanjuti permainannya dengan tenang. Alhasil, permainannya cukup lebih baik dibanding awal.

 

Ia semakin mendengar suara tersebut. Semakin dekat. “Kau masih disini Hangeng-shhi?” tanya Daesung dengan menatap Hangeng sinis.

 

Daesung, yang sebenarnya sangat cemburu pada popularitas seorang Hangeng. Dahulu, dia yang sering dipuja karena keahliannya. Namun, kehadiran Hangeng membuatnya terancam.

 

Hangeng memberhentikan permainannya. Ia menatap Daesung singkat dan berkata, “Kenapa?”

Daesung tersenyum sinis dan mengernyitkan dahinya. “Kau benar-benar ingin cari gara-gara huh?”  Daesung melangkah dengan sombong dan mendorong tubuh Hangeng. Dengan lincah ia memukul wajah Hangeng dan sekarang darah segar mengalir di hidungnya.

Hangeng yang sebenarnya menguasai ilmu bela diri tak tinggal diam. Ia diam hanya karena mencari kedamaian. Apa boleh buat Daesung yang memintanya bukan?

 

 

Setiap gerakan dance yang dilakukan Sooyoung sangat indah. Setiap langkah yang ia hentakan memberi kesan tersendiri pada tariannya yang menganggumkan. Memang, jika ia bosan, ia akan bersama temannya menghabiskan waktu hanya untuk menghibur dirinya.

Keseimbangan Sooyoung membuyar. Tak seperti biasanya. Entahlah, ia merasa ada seseorang yang meneriaki dirinya untuk sesuatu. Mungkin pertolongan? Tapi, bukankah dia tak bisa membaca pikiran? Apa ini karena para temannya yang menggangu pikirannya?

 

Sooyoung-ah.. Sooyoung-ah.. Choi Sooyoung!” teriak Victoria panik pada telepatinya. Sooyoung yang terjatuh karena kesalahan gerakannya sontak terbangun.

Sooyoung mengernyitkan dahi, “Apa? Apa yang kau lihat?”

 

Hangeng, dia dalam keadaan bahaya. Cepat kau tolong dia sebelum dia benar-benar meninggal.” Ujar Victoria memberitahu pengelihatannya pada Sooyoung.

Hangeng? Namja itu lagi? Kenapa pria itu selalu disangkut pautkan dengannya? Apa karena ia takdir Sooyoung?

 

Pikiran Sooyoung terus berkecamuk. Seketika ia bisa mendengar apa yang Victoria sampaikan padanya. Sebuah teriakan minta tolong. Ia yakin itu adalah suara Hangeng. Ia ingin menangis. Tapi, vampire tak bisa.

 

Apa yang kau tunggu? Cepat…” perintah Victoria pada Sooyoung.

Hangeng yang sudah bisa membuat Daesung tergolek lemah memperhatikan sekitarnya. Hangeng benar-benar tak habis pikir. Bagaimana bisa Daesung mengajaknya berkelahi tapi, ia membawa banyak teman-temannya? Kenapa tidak selesaikan dengan satu lawan satu? Benar-benar pengecut!

Kini ia terkepung. Semua teman-teman Daesung mengamati Hangeng dengan siap menyerbunya. Dengan beberapa alat berat untuk menyakiti.. atau mungkin membunuh Hangeng.

Hangeng benar-benar terjebak. Ia tak mungkin menghabisi dua puluh pria sekaligus. Itu mustahil.

 

“Habisi dia,” seru Daesung dengan menghentakan jarinya dan tersenyum licik. Daesung kini meninggalkan Hangeng yang benar-benar tak berdaya.

Dengan singkat teman-teman Daesung menyerbu Hangeng. Mereka memukul Hangeng dengan cepat. Seperti waktu tak bisa memperhatikan setiap apa yang mereka lakukan pada Hangeng. Menendang wajah Hangeng, memukul perut Hangeng. Perlahan, darah keluar dari mulut Hangeng.

Mata memar, tangan biru membuat Hangeng benar-benar menyedihkan. Kini ia pasrah jika mereka membunuhnya. Ia mencoba bangun dari keterjatuhannya. Namun, seseorang dari mereka memukul Hangeng dengan besi. Tepat di ulu hati Hangeng.

 

Hangeng ambruk seketika. Ia merasakan gelap. Apakah ini berarti hidupnya berakhir?

Sooyoung memperhatikan setiap perlakuan teman-teman Daesung pada Hangeng. Ia benar-benar tak tau harus berbuat apa. Ia terus menunggu kapan ia keluar. Namun, melihat Hangeng yang benar-benar tak berdaya merobohkan keegoisannya.

 

“Apa yang kalian lakukan pada Hangeng?” tiba-tiba Sooyoung hadir di hadapan mereka. Membuat mereka menoleh dan menghentikan kegiatan mereka.

Mereka tersenyum licik dan mengerling nakal kearah Sooyoung. “Apa urusanmu? Lebih baik kau menikmati malam ini bersama kita cantik,” salah satu dari mereka menarik tangan Sooyoung.

Sooyoung dengan pelan menyingkirkan tangan menjijikan itu. “Wah, kau mainnya kasar sekali sayang,”  seru diantara mereka dengan tersenyum penuh arti. Pikiran mereka pasti bisa dibaca jelas jika melihat wanita cantik didepan.

 

Sayang mereka tak mengenal siapa sebenarnya Sooyoung. Mungkin mustahil menghabiskan dua puluh pria sekaligus. Tapi, bagi vampire itu bukan masalah. Mereka hanya perlu memanfaatkan kecepatan mereka dan naluri pembunuh yang membuat manusia akan reflek menghindar dari mereka.

Benar saja, dengan beberapa kali gerakan yang ia lakukan dan menyeringai membuat pria-pria tersebut ketakutan. Sepertinya naluri manusia benar-benar bagus saat mereka merasa dalam bahaya.

 

Sekarang aman.” seru Yesung pada telepatinya dengan Sooyoung. Sooyoung melirik Hangeng yang tergeletak lemah. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Apa masih ada waktu untuk menyembuhkannya?

 

Sulli, tolong bantu aku. Aku harus apa?” tanya Sooyoung khawatir. Ia mengirimkan telepatinya pada Sulli. “Hei, bisakah kau kesini?” pekik Sooyoung cemas.

 

Tidak bisa onni. Hanya satu, ubahlah ia menjadi makhluk seperti kita,” ujar Sulli. Sooyoung mengernyitkan dahinya. Solusi macam apa itu? Bahkan Sulli, yang bisa menyebuhkan kini hanya bisa berkata ‘ubahlah dia seperti makhluk sejenis kita’. Apa tak ada yang bisa membantu?

Sooyoung menarik tubuh Hangeng agar ke pangkuannya. Ia memandang Hangeng prihatin. Apa ia harus mengubahnya? “Sooyoung-ah?” desis Hangeng lemah. Hangeng mencoba membelai wajah Sooyoung lembut.

 

“Lakukan apa saja. Aku rela. Tolong bantu aku. Aku ingin hidup bersamamu selamanya,”  Hangeng memandang Sooyoung dengan bola mata sayupnya. Ia benar-benar tak kuat dengan kesakitan yang ia alami sekarang.

 

Sooyoung terus berkelut dengan pikirannya. Ia benar-benar tak ingin merubah Hangeng menjadi makhluk sepertinya. Karena, jika memilih ia ingin menjadi makhluk normal. Kenapa seperti ini?

Sooyoung mendesah lemah. Ia mulai mendekatkan wajahnya pada Hangeng. Mencium bibirnya singkat. Kini ia turun ke leher Hangeng. Bersiap menyusupkan racun pada tubuh Hangeng. Racun yang akan membuat hidup Hangeng kelam. Membuat ia menjadi makhluk abadi.

 

“ARGGGHHHH…” erang Hangeng kesakitan. Racun kini menjalar ketubuhnya. Ia merasakan kepalanya terbakar. Tubuhnya benar-benar seperti dibakar. Sakit … sangat sakit. Ia terus meronta.

 

“Cepat bawa dia ke rumah kita,” ucap Yesung yang tiba-tiba dihadapan Sooyoung. Semua keluarganya berdiri di hadapan Sooyoung sekarang. Mereka menatap Sooyoung cemas. “Tenangkan Sooyoung,” perintah Yesung pada Hyoyeon dan Taeyeon.

 

‘Akhirnya dia terbangun juga dari terbakar itu. Bagaimana perasaannya? Senang? Atau malah kecewa? Marah mungkin.. aku dan yang lain bersiap di kamar ini. Harus bisa menangani amukan vampire baru.’ pikir Sooyoung. Soo melihat mata merahnya, ia menatap kami tajam. Lalu ia bangkit dengan cepat.

 

“Kenapa aku ada disini? Ah.. aku haus!! Tenggorokanku kering!” Hangeng mencium aroma, sepertinya aroma hewan. Geraman buas keluar dari mulutnya.

 

“A..Ayo kita berburu.” Rajuknya cepat. Sebenarnya ia takut tidak bisa menguasai Hangeng.

Hangeng terdiam. Ia memperhatikan tubuhnya yang sedikit berbeda, “AKU KENAPA? A.. APA AKU SEKARANG?”

 

Semua keluarga Kim menoleh kearah Hangeng.“Vampire.” Jawab Yesung pelan.

Hangeng mengernyitkan dahinya tak percaya. Ia bukan manusia lagi? Ia mendelik sinis, “Vampire? Jadi gara-gara itu aku haus darah?”

 

Amber memutar bola matanya. Memainkan sedikit rambut pendeknya,“Yes,” jawab amber.

Raut wajah Hangeng berubah. Ia menyeringai dan menatap buas,“Siapa yang mengubahku jadi vampire hah?”

 

Sooyoung tersenyum samar. Ia tak tau harus menampilkan ekspresi apa sekarang. “Aku.. atau kau lebih suka mati Hangeng? Aku bisa membunuhmu sekarang juga.” Jawab Sooyoung.           

 

Tiba-tiba  Hangeng loncat menuju pintu setiap yang menghalanginya. Semua mengikutinya sampai ruang tengah. Ia seakan memamerkan kemampuan barunya sebagai vampire. Sebagai mahkluk yang kuat dan cepat.

 

“AKU BENCI KALIAN!” teriak Hangeng ia melemparkan guci-guci berharga ke segala arah. Melemparkan apa saja yang ada dihadapannya, frustasi. Entah apa yang terfikir dan menderu dihati dan pikirannya. Dia benar-benar tak terima menjadi makhluk seperti ini.

Eunhyuk yang sedari tadi berdiri tak jauh di depan jendela menoleh cepat kearah Hangeng yang kini menatapnya buas. Eunhyuk seakan makanan lezat untuknya.

 

Hangeng benar-benar kehilangan kendali. Ia terus merusak perabot keluarga Kim. Dan tepat, pecahan beling guci mengenai Eunhyuk.

 

“HYUK AKU SUDAH BILANG JANGAN…” suara Hyoyeon berteriak.

BRAKK!            

 

Sebuah hiasan berbahan dasar logam mengenai Eunhyuk, Hangeng yang frustasi berhenti. Ia melihat Eunhyuk diikuti yang lain. Darah Eunhyuk mengalir deras dari pelipisnya mengundang kelezatan dibenaknya. Kepalanya memar tentu saja logamnya sampai berderit seperti itu.

 

“Sial! Ya! Kalian kenapa sih? Memperebutkan harta?” rintih Eunhyuk sambil memegang lukanya. Ia benar-benar tak mengerti bahaya mengancam dirinya sekarang.

 

“Darah?” desisnya mendapati tangannya dipenuhi darah segarnya.

 

“Bau wangi ini.. hmmffss.. aku haus.” Hangeng menerjang Eunhyuk, tapi untung saja Hyo menarik Eunhyuk cepat.

 

Eunhyuk merasakan dekapan ditubuh Hyo. Dingin.“Wae.. waeyo?” Tanya Eunhyuk dengan polosnya.

 

“Hyuk, ayo kita tinggalkan orang ini sebelum darahmu dihisap. Kita vampire!” Hyoyeon membuka identitasnya di depan namja bodoh bernama Eunhyuk itu. Hyo sudah khawatir ia sudah mendengar keributan. Tapi Hyuk nekat masuk kerumah klan Kim itu.

 

“Hyoyeon..”  Eunhyuk masih sempat sempatnya bicara.

 

“HANGENG STOP IT! STOP!” Teriak Amber, ia melihat Key dan Taemin terguling karena didorong Hangeng kasar. Zhoumi yang memiliki badan tinggi dan tegap menghalangi Hangeng dari belakang.

 

“Kau harus berburu dengan makanan lain..” perintah Kyuhyun. Lalu menarik Hangeng bersama dengan Zhoumi ke hutan, diikuti Yesung, Onew dan Sooyoung.            

 

Di hutan Hangeng berburu sambil diawasi jangan sampai mereka lelah lalu Hangeng menerkam manusia. Saat Hangeng sudah berburu dan mulai tenang Sooyoung mendekatinya. Menyuruh yang lain meninggalkan mereka sendiri. Hangeng memegang dadanya.

 

“Jantungku.. menutup lagi? Tadi sempat tersobek.” Gumam Hangeng sendiri.

 

“Mianhaeyo jeongmal..” kata Sooyoung pelan.

 

“Diam!” pekik Hangeng keras. Membuat Sooyoung reflek memundurkan tubuhnya menjauh dari Hangeng

 

“Shireo.. aku harusnya tau kau benci dunia ini.” Soo terus merutuki dirinya.

 

“DIAM!!” bentak Hangeng. Akhirnya Soo terdiam dan menunduk. Meredam wajahnya yang merasa bersalah.            

 

Soo mendekati Hangeng, berusaha melakukan apapun agar Hangeng memaafkannya. Tapi, langkah Soo terhenti setelah ia melihat mata marah Hangeng. Merah menyala. Seperti api yang siap membara.

 

Tubuhnya merosot ke tanah. Lalu kejang kejang. Sesuatu melukainya. Seperti sengatan yang cukup kuat. Apakah kemampuan special Hangeng?

 

Hangeng yang kaget mendekat kearah Soo.“Gwenchana?” tanya Hangeng dengan mengulurkan tangannya. Membantu Sooyoung agar bangun.

 

Sooyoung menautkan alisnya “K..kau menyengatku?”. Hangeng menatap Sooyoung dengan mengernyitkan dahinya, bingung.“Mwoya?”

 

“Bakatmu adalah menyengat oppa. Chukkae! Aku akan memikirkan cara untukmu Han,”

Hangeng melihat langkah kecil Soo menjauh dari pandangannya, sementara Zhoumi kembali mengawasinya. Akhirnya ia pulang. Ia merasa butuh bersantai atau sekedar tiduran saja. Sebenarnya vampire tidak tidur tapi entahlah.

 

Ia juga masih teringat daesung. “Anak itu benar-benar sok sekali, merobek jantungku? Untung aku tidak mati.” Pikir Hangeng.  Hangeng berhenti di depan kamar Sooyoung.

 

CKLEK!

 

   Hangeng berusaha berpikir kalo Soo mempunyai maksud terbaik. Ia ingin membuat Hangeng agar hidup abadi bersama Sooyoung dan menyelamatkan kondisinya yang hampir sekarat.

Ia melihat Soo duduk di springbed nya. Sambil mendengarkan musik. Perlahan ia mendekat kearah Sooyoung.

 

Hangeng mengalungkan tangannya pada leher Sooyoung. Membuat Sooyoung bersadar pada dada bidang Hangeng.“Aku yang harusnya minta maaf.” Gumam Hangeng berusaha menghibur rasa bersalah Sooyoung.

 

Sooyoung tersenyum tipis dan melepaskan earphone-nya. “Gwenchanayo aku sudah memaafkanmu. Aku juga pernah sepertimu.” Ujarnya dengan menerawang langit-langit kamarnya.

Hangeng  memandang wajah Soo lekat. Walau ia vampire naluri manusianya seperti masih berfungsi. Ia mengecup bibir dingin Sooyoung dengan menggengam pundaknya. Menautkan bibir dingin mereka satu sama lain.

 

Sooyoung melepaskan ciuman singkat mereka. “Ini akan menjadi berbahaya. Kau tau kekuatan vampire?” sergahnya berusaha menghentikan keinginan Hangeng yang dapat ia baca dengan jelas.

Hangeng meraih dagu Sooyoung. Menatap bola mata hitam Sooyoung lekat. “Kau lupa aku vampire? Justru, aku takut aku melukaimu,” balasnya tak mau kalah.

 

“Kalau begitu jangan lakukan,”

 

“Anggaplah ini permintaan maafmu telah mengubahku. Aku hanya membutuhkanmu sekarang.” Pinta Hangeng dengan mata berbinar. Sooyoung hanya diam lalu mengangguk lemah.

 

Saat itulah Hangeng beraksi. Ia mulai bergerilya menjelajahi setiap inci tubuh dingin Sooyoung dengan bibirnya. Hangeng menarik tengkuk Sooyoung, membuat Sooyoung semakin dekat dengannya.

Mereka mulai bergerak. Dengan posisi Hangeng diatas tubuh Sooyoung. Ia menghentikan ciumannya. Membelai mesra rambut Sooyoung dan mengungkapkan isi hatinya, “Aku mencintaimu,”

Sooyoung merasakan pipinya bersemburat merah. Rasa malu menderu dihatinya. Hangeng mengucapkan kata-kata yang membuatnya luluh. Semakin menginginkan Hangeng lebih dari ini.

Sooyoung tersenyum penuh arti dan mulai membuka setiap kancing baju Hangeng. Membuangnya kasar. Dan menikmati bersandar di dada Hangeng yang bidang namun dingin.

 

Flashback off

 

Hangeng menatap Sooyoung dan membelai rambutnya, “Aku sudah menduga kalau kau bukan manusia dari awal.”

 

Sooyoung tersenyum tipis.“Kau adalah vampire listrik haha, yah kau tahulah.. Tapi apakah kau akan menyengatku Hangeng?” selidik Sooyoung.

Hangeng mendongakkan wajahnya. Mengerutkan keningnya.“Maksudmu? Aku sudah pernah  melakukannya padamu Soo?”

Sooyoung terkekeh kecil. “Kalau kau diharuskan menyengatku lagi. Apa kau bisa?”

Hangeng menatap Sooyoung dengan perasaan lebihnya. “Aku tidak akan melakukannya.” Jawab Hangeng dengan tegas. Ia tahu pasti takkan bisa menyakiti yeoja berharga didirinya. Potongan hati miliknya. Bagian yang telah ia temukan sekarang.

Sooyoung tersenyum manis. Ia tahu pasti Hangeng akan berbicara seperti itu. “Baiklah aku mengerti..”

Hangeng menatap Sooyoung dengan mata merahnya, mata para vampire baru. Menatap wajah Sooyoung. Menggengam pundaknya agar mencapai bibir Sooyoung.

“Aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu Sooyoung.” janji Hangeng tepat diwajah Sooyoung. Sooyoung tersenyum. Dalam hati, ia juga berjanji takkan menyakiti hati Hangeng.

Semenjak hari peperangan itu klan Kim sudah mulai tenang. Tapi, tidak dengan Victoria, kalau dirasa semakin hari ia semakin jadi pendiam. Hanya Yesung dan Zhoumi yang mengerti. Pasti ia sedang sibuk dengan pikiran masa depannya.

“Onew,lihat itu pacarmu sehari hari sepertinya menghitung waktu deh.” ledek Key dengan senyumannya membuat Onew mendesah kesal.

“Jangan begitu! Sudahlah penglihatannya kan juga bisa menyelamatkan kita.” Tegur Onew tidak terima. Key tersenyum simpul lalu menggaruk kepalanya.

Onew melangkah dan duduk di sebelah Victoria yang memandang kosong dan tidak bergerak sedari tadi. Onew menghela nafas kemudian membuka telepatinya untuk bicara dengan victoria.

Memangnya kau memikirkan apa sih? Seperti punya dunia sendiri.” Seru Onew berusaha menyadarkan Victoria agar beralih menatapnya.

 

Mianhae.. Mianhae,” balas Victoria.

 

Kau benar benar seperti umma yang akan menyelamatkan kita dengan pemikiranmu.” rengut Onew.

 

Tapi tidak diduga, Victoria tersenyum. Senyum yang lama tidak dilihat Onew. Senyum hangat dan cantik.

“Karena aku sayang kita semua, dan aku tida mau kehilangan keluargaku lagi.” Ujarnya dengan melepas telepati mereka. Victoria memandang Onew dan berjalan kearahnya.

Onew melingkarkan tangannya pada pinggang Victoria. “Aku akan mendukung apapun yang kau lakukan Vic.. be the best.”

Onew menarik tangan Victoria menuju sofa. Ia memerintahkan Victoria memberikan sandaran untuknya. Victoria tersenyum saat kepala Onew bersandar pada pahanya. Vic mengelus kepala Onew lembut. Menikmati ketenangan yang mereka rasakan. Meskipun mereka tidak tau, apakah makhluk abadi memang benar-benar bisa abadi?

– To Be Continued-

           Pesan dari Athiya :  PART 1 SEASON 2 SELESAAAII!!! #nyanyibarengyesung #dancebarengtaemineunhyuk #pelukrekinunniejuga . RCL please.. oiya pesan dari athiya nih ‘Jeongmalmianhae kalau ff ini jelek, bosenin, kependekan, ataupun yang lainnya. Just for fun kok please maklum ya’

Pesan dari Rekin: Hueeee.. aku yang biasa bikin fic galau sekarang bikin fic fantasy? Gimana? Keren tidak kolaborasi kami? Oh ya, comment ya ^^ untuk menentukan masa depan fic ini *lebeh. Untuk part 2 kita akan bikin Hyohyuk couple keke~ So, tetep lanjut baca dan menerima kejutan dari kami *gaya

Categories: Uncategorized | 4 Komentar

Navigasi pos

4 thoughts on “When all is begin PART 1 Season 2 [Hanyoung’s Side]

  1. Tirara

    Keren, apalagi part nya hanyoung couple favorit aku yeeeaay

  2. Lee Young

    uidih gile … snsd jadi vampire? daebak … aku ja gak berani bikin ff kayak gitu … takut tba2 ada vampire di blkg aku … wkwkwkw keyen unnie

  3. intan jj

    Wahhh meskipun aku blumm dpet passwordd part 3 sampai 6. Tpie ini tettep daebakk kookkk aku srasa gi mna gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: