Part 2 When all is begin Season 2(HyoHyuk’s side)

 

 

Author: @Athiyaalmas and @RekinDria

Title: {Chaptered} Season 2 When all is begin PART 1 [Hyohyuk’s Side]

Cast: Kim Hyoyeon (SNSD) and Lee Hyukjae (Super Junior)

Other cast:  SNSD members, Super Junior members, SHINee members, f(x) members.

Ps: DI SEASON 2 INI ADALAH FF DUET TILL THE END  di ff kali ini gak ada pov nya mungkin Cuma ada ‘side’ mianhae (kalau tulisan bold berarti itu telepati, soalnya ini flashback makanya italic semua)

Genre: Romantic, friendship, Horror/ thriller

Rating: PG-15 sedikit NC

Desclaimer: All cast belong to their self and god. We just imagine it. So, don’t take it seriously.

Warning: Don’t be plagiator and siders. Hormatilah Kami dengan memberikan respon yang baik ^^


Happy reading♥

“Ya! Cungkring. Berhentilah berburu! Kau tau hari ini kau sudah membunuh dua singa hutan dan satu beruang. Aku juga heran demi dapat beruang kau sampai mencari ke luar negeri!” pekik Hyoyeon ke arah Eunhyuk. Eunhyuk hanya menampilkan gummy smilenya. Tak menghiraukan kobaran api yang menyelimuti hati Hyoyeon.

“Sebentar lagi chagiya… kau tidak tau? Aku baru menjadi vampire 2 bulan. Di tahun pertama menjadi vampire maka kita adalah pembunuh agresif. Apa kau tidak pernah mengetahuinya? Yesung hyung sudah menceramahiku tau!” kilah Eunhyuk dan Hyoyeon hanya menatap dengan tatapan menyindir. Sebenarnya Hyoyeon kagum dengan Eunhyuk, dia bisa beradaptasi dengan vegetarian. Padahal selama menjadi vampire baru ia sudah tak dapat menghitung berapa manusia yang sudah ia bunuh.

Hyoyeon mendekati Eunhyuk dalam hitungan detik. Ia memberikan senyuman hangat pada pria dihadapannya. Hyoyeon menyentuh dada bidang Eunhyuk dan memainkan jarinya disana. Memang terasa dingin namun hatinya mensugesti hangat. “Aku tidak menyangka akan mengimprint namja pabo seperti kau,” cibir Hyoyeon.

Eunhyuk hanya menautkan alisnya. “YA! Kau pikir aku pabo begitu? Huh.. kalau kau bilang aku pabo.. keluargamu tidak akan mendapatkanku saat berperang dengan kerajaan. Biar begini aku adalah vampire terkuat di klan kita! Kau yang pabo!” gerutu Eunhyuk yang membuat Hyoyeon terkikik pelan.

“Hah sudahlah.. baiklah kau memang kuat Eunhyuk. Kau puas? Kajja kita kembali. Aku tidak mau suaramu merusak pendengaran. Itu sebabnya aku tidak seberapa suka bertelepati denganmu. Kau terlalu banyak ingin tau dan juga terlalu cerewet!” cibir Hyoyeon.

Hyoyeon menarik Eunhyuk masuk. Eunhyuk memang pemburu yang agresif tapi ia tidak seahli Hangeng, Taemin, Yesung, Onew, Seohyun, Hyoyeon dan yang lainnya. Ia masih sering berantakan jikalau berburu. Darah juga masih sering berbekas di tubuhnya. Bajunya pun sering tersobek akibat cakaran singa.

Eunhyuk menghentikan langkahnya sebentar lalu bergumam, “Kau ini selalu dingin padaku chagiya.. poppo.. jebal..” rajuk Eunhyuk dengan bergelayut di lengan Hyoyeon. Ia sedikit memasang wajah aegyo dirinya. Berharap Hyoyeon luluh dan mengabulkan permintaannya.

Hyoyeon berdecak sebal.“Shireo!” tolak Hyoyeon.

Jebal…” rayu Eunhyuk yang semakin memasang wajah manja kearah Hyoyeon.

Hyoyeon hanya menghela nafas berat lalu berkata, “Hyuk! Kau itu adalah vampire yang menyebalkan.. jinjjhayo! Kau bisa menghancurkan rumah kalau kau mengajakku untuk..” ucapan Hyoyeon terputus saat ia menyadari bahwa itu memang tak seharusnya diucapkan. Ia terus merutuki dirinya yang mengingat masa lalunya.

Eunhyuk tersenyum penuh arti saat mendengar Hyoyeon. “Mengajak apa chagiya?” goda Eunhyuk dengan menyandarkan kepalanya ke bahu Hyoyeon.

“Tidak ada! Lupakan! Arasseo? Sudahlah jangan banyak omong cepat masuk!” perintah Hyoyeon ke Eunhyuk.

Eunhyuk menaik turunkan alisnya. Terlihat menggoda gadis dihadapannya. “Ah.. aku tau maksudmu. Kau mau ke kamar ‘kan? Hihihi, arasseo.. kajja kita melakukannya! Aku akan membeli kasur besi.” Eunhyuk menarik tangan Hyoyeon menuju kamarnya. Ia berhenti sebentar lalu melanjutkan, “Ah.. entahlah kurasa tenaga vampire baru memang terlalu kuat, sekalipun kita membeli tempat tidur dari besi pasti akan hancur juga. Aku ‘kan bukan Taemin. Taemin dan Sulli bisa melakukannya tanpa merusak apapun karena mereka lemah.”

“A.. ANNIO! Aku tidak memikirkan apapun! Jangan menanyakan hal itu. Kalau kau mau tempat tidur besi kau beli saja sendiri. Lagipula kita tidak butuh tidur. Kalau kau masih membahas hal ini aku akan mengabaikanmu.” ancam Hyoyeon ketus lalu berbalik dengan berlari secepat yang ia bisa.

Eunyuk yang notabenenya lebih cepat bisa menyamai kedudukan Hyoyeon. Ia menarik lengan gadis itu dan mencium bibir gadis itu. Membuat Hyoyeon hanya diam dan menikmati sentuhan hangat Eunhyuk yang selalu ia dambakan.

Saranghaeyo..” bisik Eunhyuk tepat di telinga Hyoyeon. Hyoyeon hanya tersipu malu saat mendengar ucapan Eunhyuk. Semburat merah bisa terlihat jelas di kulit pualam Hyoyeon.

“Sulit mengakuinya tapi memang.. aku cinta padamu.” balas Hyoyeon. Jawaban yang sama ketika ia menerima permintaan Eunhyuk yang ingin hidup abadi bersamanya.

Flashback on

Eunhyuk terus bersenandung dengan earphone yang menempel di telinganya. Dan sesekali menggerakan tubuhnya menyesuaikan irama pada lagu tersebut. Ia memandang langit dan sesekali bersiul-siul. Menggambarkan suasana hatinya yang cerah.

Langkahnya terhenti pada sebuah ruangan. Ia melangkah kecil dan membuka daun pintu tersebut. Ia menyembulkan wajahnya melirik singkat seseorang yang asik menari diruangan tersebut.

Eunhyuk tersenyum saat melihat seorang gadis dengan lincah menggerakan tubuhnya. Terlihat sekali seperti seorang dancer professional.

Hyoyeon menggerakkan tubuhnya dengan lentur. Semua gerakan tubuhnya sangat tergambar sebagai suatu seni yang patut dibanggakan. Ia terus mengikuti irama lagu yang diputarnya. Menyesuaikan dirinya pada setiap hentakan yang ia buat.

Hyoyeon terhenti sebentar. Ia merasakan sesuatu. Darah manusia.

“Kenapa berhenti?” pekik Eunhyuk yang akhirnya berani menampakkan dirinya pada Hyoyeon. Ia menautkan alisnya dengan melipat kedua tangannya. Ia cukup kecewa karena Hyoyeon menghentikan dancenya. Padahal, bola mata Eunhyuk sangat menikmati gerakan Hyoyeon.

 Hyoyeon menoleh kesumber suara tersebut dan mimik wajahnya terlihat kaget. “Apa yang kau lakukan disini?”

Eunhyuk semakin mendekat. Dan saat Eunhyuk mendekat, semilir angin dari daun pintu berhembus. Tirai di jendela pun tersibak dan angin tersebut tepat mengahampiri leher Eunhyuk. Membuat sedikit rambutnya tertiup angin.

Hyoyeon bergedik. Merasakan darah manusia tepat dihadapannya. Seketika wajah pucatnya semakin pucat. “Aku harus pergi,” rengut Hyoyeon dengan menyambar tas dan handuknya.

“Tunggu,” Eunhyuk menarik tangan Hyoyeon. Dan saat itu ia merasakan dingin.

“Apa kau sakit? Tanganmu sangat dingin.” Selidik Eunhyuk degan memasang mimik khawatir pada gadis yang dihadapannya.

“Tidak. Ini mungkin pengaruh cuaca yang dingin.” Sergahnya cepat. Hyoyeon menatap Eunhyuk dengan mengerutkan wajahnya. Takut kalau pria dihadapannya mencurigai dirinya.

Eunhyuk tersenyum dan ia menarik tangan dingin Hyoyeon. “Ayo kita menari bersama. Aku rasa ini akan menjadi keren,” rajuk Eunhyuk dengan menatap Hyoyeon berbinar.

Hyoyeon memutar bola mata birunya dan menatap Eunhyuk tak yakin. Tapi, pria ini seperti membuatnya tak bisa menolak. “Baiklah,” ucap Hyoyeon dengan tersenyum.

Bibir Eunhyuk membentuk seuntai senyuman arti. Ia pun kini mengambil posisi.

Gerakan Eunhyuk sangat lincah. Hyoyeon hanya memandangi Eunhyuk yang sudah asik bersatu dengan irama musik. Tanpa ia sadari kini ia juga menyesuaikan dirinya.

Gerakan-gerakan Eunhyuk dan Hyoyeon terlihat sangat indah. Dance yang mereka berikan terlihat menyatu. Padahal, mereka baru pertama kali melakukannya. Mungkin karena hati mereka juga yang menuntunnya.

Eunhyuk menarik tangan Hyoyeon yang dingin dan membuat gadis itu tersentak saat merasakan deru nafasnya bersatu pada Eunhyuk. “Apa yang kau punyai? Hingga, membuatku menyukai mu saat ini juga?” tanya Eunhyuk dengan membelai rambut Hyoyeon mesra. “Kau seperti menghipnotisku,”

“Aku tidak tau. Mungkin ini adalah takdir. Tapi, aku tak pantas untukmu,” Hyoyeon menyingkirkan tubuhnya dari Eunhyuk. “Kita hidup di dunia berbeda,” Hyoyeon meraih tasnya dan mengalungkannya. Berjalan dengan cepat sebelum Eunhyuk menyadarinya.

****

Hyoyeon hanya bergumuruh dengan pikirannya. Ia benar-benar seperti terikat pada pria yang baru ia temui. Ia pun berjalan keruang latihan lagi. Berharap, pria itu tak ada dihadapannya sekarang. Ia buka sedikit daun pintu dan melihat sekelilingnya. “Aman,” gumamnya dengan tersenyum.

Hyoyeon mulai melakukan kebiasaannya. Yaitu menari sesuai langkah kakinya. Lagu dance bisa terdengar dari ruangan yang dipakai Hyoyeon untuk berlatih dance. Dulu di masa Hyoyeon masih jadi manusia ia belum mengenal modern dance. Tapi kemudian ia mempelajarinya. Dan memenangkan audisi dancer di UK sekitar 100 tahun lalu. Ia sangat terkenal tapi kemudian meredup. Tentu saja Hyoyeon harus menghilang dari dunia itu. Lucu sekali jika ia tidak menua dan tetap terkenal.

Ia mendengar derap langkah kaki ke ruangan itu, pasti Eunhyuk. Namja ceking itu selalu mengikutinya. Dapat ia dengar hentakan kaki Eunhyuk menaiki tangga kemudian berhenti di depan ruan dance tersebut. Sebelum namja itu mencampuri urusannya, Hyoyeon memilih bersembunyi tanpa suara ke pojok ruangan. Duduk dan melihat apa yang akan dilakukan Eunhyuk. Biasanya Eunhyuk akan mengikutinya tapi bila tidak menemukan Hyoyeon, Eunhyuk akan berbalik dan mencari ke ruangan lain.

CKLEK!

Pintu terbuka, Hyoyeon membatu dan itu sangat berhasil. Eunhyuk meletakkan tasnya di salah satu sudut ruangan.

Eunhyuk mengedarkan pandangannya menatap seisi ruangan tersebut dengan heran.“Sepertinya tadi aku mendengar suara musik. Ah sudahlah, aku harus berlatih! Lee Hyuk Jae HWAITING!”

‘Berlatih? Berlatih untuk apa?’ tanya Hyoyeon dalam hati, sepertinya ia tertarik untuk melihat Eunhyuk.

Eunhyuk menuju CD player yang tadi dipakai Hyoyeon untuk menyetel musik dancenya. Eunhyuk mengeluarkan CD yang terputar di player itu.

“Lagu ini? Hm.. sepertinya bagus juga. Milik sapa? Benar kan pasti ada yang habis berlatih disini.” Eunhyuk meletakkan CD milik Hyoyeon diatas CD player dan memasukkan CD nya sendiri. Lalu ia menekan tombol ‘Play’

Eunhyuk melangkah pelan lalu mulai menggerakkan tubuhnya sesuai dengan lagu yang ia putar. Ternyata gerakan dance yang ia lakukan sangat baik. Benar-benar keren.

Gerakan Eunhyuk jauh lebih baik dari Hyoyeon. Bahkan meskipun Hyoyeon telah belajar dance 100 tahun lebih.

 Hyoyeon mencari secarik kertas di tasnya dan menuliskan beberapa kata diatasnya. Dengan penuh kehati-hatian Hyoyeon melangkah cepat sebelum Eunhyuk menyadari kehadirannya. Melangkah ke tas Eunhyuk tidak sampai satu detik lalu keluar dari ruangan itu.

****

 ‘Hah.. cukup lelah juga berlatih dance, tapi itu harus kulakukan! Demi ikut lomba di USA. Ah.. semoga aku berhasil!’ batin Eunhyuk.

Ia meluruskan kakinya lalu bersandar di sebelah tasnya. Sepertinya Eunhyuk benar-benar kelelahan. Ia bangkit dari dudukannya dan menuju meja untuk mengambil air mineral.

“Milik siapa ini?” tanya Eunhyuk, ia melihat secarik kertas di atas tasnya. Seperti sebuah surat yang ditulis dengan sangat rapi. Eunhyuk jadi geli membandingkan tulisannya dengan tulisan di kertas itu.

Kalau kau ingin berhasil di dance..

Kau harus belajar dari orang yang telah berhasil lebih dulu

Aku yakin kau bisa..

Hwaiting! ^^

KH

“KH? Siapa KH? Ah.. mollayo, lagipula aku tidak merasa ada orang tadi. Mungkin ia memang penggemarku hahaha.” Gumam Eunhyuk dengan kepercayaan diri mendalam. Lalu ia menegak air mineralnya hingga tandas.

****

 “How’s your day?” tanya Amber di telepatinya. Hari ini mereka pergi ke kampus agak siang. Vampire baru yang unik, hampir kebiasaannya tidak berubah. Biasanya vampire yeoja akan semakin cantik saat ia telah berubah, tapi Amber ia malah terlihat semakin tampan menyaingi Key –namjachingunya-.

“Good.. really.” Tanggap Krystal diikuti anggukan Taeyeon. Sepertinya vampire namja keluar negeri dan Sooyoung entahlah mungkin dia sudah berangkat kuliah duluan dengan mobil mercedes-nya. Well, keluarga Kim memiliki banyak uang untuk dibelanjakan.

“I’m not,” Hyoyeon tiba-tiba ikut masuk ke telepati itu. Seohyun hanya terkekeh dengan nada yang Hyoyeon berikan. Jawaban yang kira-kira hampir sama selama 5 hari dari mulut dancer itu.

“Sudahlah unnie.. kenapa lagi dengan objek imprintmu?” goda Sulli. Menyangkut hal Eunhyuk semua keluarganya pasti tahu.

“Bukankah unnie mulai menyukainya? Aish.. aku sering mendengar dari pikiranmu.. hahaha.” Tawa Seohyun. Hyoyeon mulai menaikkan alisnya, ia menggeram pelan.

“Cish.. diam kalian dua maknae!” gertak Hyoyeon, malah membuat yang ada disitu tertawa lebih kencang termasuk tawa Amber yang bergetar.

“Sepertinya dia nanti akan kemari. Ah tapi ada hal penting yang terjadi. Selama kita menunggu kesadaran hangeng.” Balas Victoria. Yang lain memasang wajah bingung.

Krystal menautkan alis bingung lalu bertanya, “Soo unnie meninggalkan Hangeng?”

“Sudahlah Krys.. Unnie kan juga perlu berburu. Aku yakin vampire tinggi itu sepertinya benar-benar mencintai Hangeng.” Amber menanggapi pertanyaan Krystal dan membuat mereka mengerti.

Akhirnya para vampire itu memutuskan untuk berangkat kuliah, menaiki BMW milik Victoria. Tapi, Hyoyeon memilih naik mobilnya sendiri.

Setelah jam kuliah habis Hyoyeon bersiap pulang. Tapi, sepertinya ada seseorang yang mengikutinya. Hyoyeon menghembuskan nafas kesal. Yeah.. perbuatan yang tidak ia perlukan. Apa vampire mempunyai nafas?

“Berhenti mengikutiku!” bentak Hyoyeon. Ia tau pasti dibelakangnya ada Eunhyuk. Dapat ia rasakan Eunhyuk bergerak salting, meskipun ia tidak melihatnya.

“A.. Annio.. bagaimana kau tau ini aku? Kau bahkan tadi berada 10 langkah dariku?” tanya Eunhyuk gelagapan, Hyoyeon hanya berdecak kesal.

“Siapa lagi yang akan melakukannya? Ah.. mollayo, sudahlah sebaiknya kau pergi Lee HyukJae! Lama-lama aku kesal padamu. Kenapa kau selalu mengikutiku?Come on, masih banyak yeoja cantik lain.”

“Emm.. mianhae aku selalu mengganggumu Hyo-ssi. Hajiman.. bolehkah aku ikut kerumahmu?” Hyoyeon tersentak dan berbalik menghadap Eunhyuk.

“Mwoya? Apa tadi kau bilang? Kerumahku? Untuk apa? Ckckck keanehan apa lagi yang kau buat Hyuk-ssi?” sindir Hyoyeon pedas. Tiba-tiba Eunhyuk menarik lengan Hyoyeon, untung Hyoyeon menggunakan baju panjang sehingga Eunhyuk tidak menyadari suhu tubuh Hyoyeon.

Hyoyeon menatap Eunhyuk, lensanya luruh menjadi sedikit oranye. Padahal terakhir kali ia menggunakan lensa berwarna cokelat. Racun mulai meluruhkan lesanya dan akan mengembalikan mata Hyoyeon menjadi emas lagi. “Jebal.. aku benar-benar ingin pergi ke suatu tempat. Tapi tidak untuk kerumahku.” rengek Eunhyuk.

“Kalau kau ingin pergi ke suatu tempat akan ku antar kau asal jangan ke rumahku arachi?” tawar Hyoyeon. Tapi sepertinya Eunhyuk memperhatikan ke arah lain.

“Hei.. contact lens mu bagus. Aku baru tau ada yang berwarna keemasan seperti itu.” Kata Eunhyuk. Hyoyeon terperangah lalu dengan cekatan ia mencari lensa cadangan di tasnya. Sial ia lupa kalau hanya membawa satu. Untuk menyiasatinya Hyoyeon memakai kacamata hitam, dan mau tak mau menyetujui permintaan Eunhyuk.

“Baiklah aku akan mengajakmu kerumahku asal kau berjanji tidak akan masuk ke dalam rumahku, kau mengerti kan?” kata Hyoyeon pada akhirnya.

“Ne.. gumawo Hyo-ssi.” Eunhyuk pun melingkarkan tangannya di pundak Hyoyeon, tapi langsung di tepis Hyoyeon.

Eunhyuk meninggalkan mobil sedan silver miliknya di parkiran dan menumpang mobil Hyoyeon. Nanti ia berjanji akan kembali sendiri ke kampusnya. Saat Hyoyeon menuju kursi mengemudi, tangannya ditarik Eunhyuk.“Wae?” tanya Hyoyeon heran. Ia bingung akan hal apa lagi yang akan Eunhyuk inginkan darinya.

 Eunhyuk meminta agar dia saja yang menyetir, tapi sayangnya ditolak.“Ya! Aku ini namja dan akan menumpang kerumahmu, masa kau yang akan menyetiriku? Tidak bisa, sudahlah biarkan aku saja,” rajuk Eunhyuk yang kesekian kalinya. Entahlah, sepertinya hari ini ia sudah beberapa kali menyuruh Hyoyeon dengan seenak hatinya.

“Hah? Tidak akan. Kau pasti lambat kalau menyetir.” ejek Hyoyeon, Eunhyuk mendengus kesal lalu tetap bersikeras akan mengemudikan mobil berwarna merah metalic itu.

Eunhyuk menyakinkan Hyoyeon dan berkata,“Kau pikir aku tidak bisa ngebut hah? Aish.. jinjjhayo, aku bisa tau!”

“Geurae.. kau mungkin bisa ngebut. Tapi, kau tidak akan hati-hati. Ikut aku atau ku tinggal?” balas Hyoyeon tanpa kompromi. Ia mendorong Eunhyuk dan sudah siap dibalik setir.

“Argh! Igeum yeoja.. Jeongmal! Ne ne arasseo, aku akan mengikutimu.” gerutu Eunhyuk kesal dan terpaksa duduk di sebelah Hyoyeon. Hyoyeon hanya tersenyum kecil melihat tingkah Eunhyuk yang menurutnya sangat lucu.

****

Dirumah keluarga Kim, tak ada satupun yang berada diluar. Hyoyeon tau, ia sudah mendengar percakapan keluarganya dari jarak 1km. Sedang mengawasi Hangeng. Itu pula yang dikhawatirkan Hyoyeon. Vampire baru dan darah manusia, seperti tidak bisa dipisahkan. Tapi ia berjanji akan melindungi objek imprintnya.

Duduk di gazebo yang terletak di halaman luas rumah keluarga Kim. Hyoyeon tidak memperhatikan Eunhyuk, ia hanya mendengarkan apa yang terjadi di dalam rumahnya.

“Aku tidak menyangka kalian punya rumah yang besar sekali. Jeongmal.. benar-benar indah. Padahal rumah ini jauh dari universitas dan pusat kota. Rindang sekali lagi.. sepertinya aku tertarik untuk masuk.  Hyo-ah wae kau tidak mengizinkanku masuk?”selidik Eunhyuk dengan menatap Hyoyeon seksama.

“Jangan cerewet, ini menyangkut kami semua, termasuk kau. Jadi sudahlah.. kau disini saja! Ara?”perintah Hyoyeon dengan menunjukkan jarinya tepat dihidung Eunhyuk.

Hyoyeon mengetuk-ngetuk arlojinya. Ia sudah mulai mendengar keributan di lantai atas, ‘Ah.. pasti Hangeng sedang kehausan atau semacamnya.’ Batin Hyoyeon.

PRANGGG!!!

Sontak Hyoyeon berdiri dan menatap kearah rumahnya. Ia ingin sekali masuk kesana. Seandainya saja tidak ada Eunhyuk, siapa tau keluaarganya di dalam sedang kesusahan. Tapi tak ia sangka Eunhyuk sudah berlari ke dalam rumahnya. Hyoyeon memutuskan untuk mengejar Eunhyuk dengan langkah yang pelan agar tidak dicurigai.

Hyoyeon berhasil mengejar Eunhyuk, lalu menarik pundak Eunhyuk. Tapi Eunhyuk sudah berjalan memasuki rumah itu. Dan berdiri tidak jauh dari jendela, menyaksikan apa yang terjadi. Hyoyeon hanya terdiam melihat perubahan Hangeng.

“AKU BENCI KALIAN!” teriak hangeng ia melemparkan guci-guci berharga ke segala arah. Melemparkan apa saja yang ada dihadapannya, frustasi. Entah apa yang terfikir dan menderu di hati dan pikirannya. Dia benar-benar tak terima menjadi makhluk abadi.

Eunhyuk  yang sedari tadi melihat Hangeng merusak barang-barang menatap Hangeng tajam. Teman sekelasnya kenapa bisa jadi seperti itu? Hangeng menatap Eunhyuk dengan tatapan buas kelaparan. Satu hal yang masih belum disadari Eunhyuk. Temannya itu bermata merah dan memiliki kulit pucat senada dengan keluarga Kim yang lain.

Karena menyadari belum ada yang menghentikan Hangeng, Eunhyuk maju kearah Hangeng. Begitupun Hangeng sepertinya vampire baru itu masih belum bisa mengendalikan dahaganya. Pikirannya hanya terpusat pada darah segar yang mengalir di setiap nadi Eunhyuk.

Hangeng benar-benar kehilangan kendali. Ia terus merusak perabot keluarga Kim. Dan saat ia melempar, pecahan beling guci mengenai Eunhyuk.

Hyoyeon memekik. “HYUK AKU SUDAH BILANG JANGAN!”

BRAKK!

Pecahan beling itu membuat pelipis Eunhyuk berdarah. Hangeng berhenti dan melihat Eunhyuk diikuti yang lain. Darah Eunhyuk mengalir deras, kepalanya sampai memar.

“Sial! Ya! Kalian kenapa sih? Memperebutkan harta?” rintih Eunhyuk sambil memegang lukanya. Ia benar-benar tak mengerti apapun.

“Darah? Aku haus..” desis Hangeng. Lalu ia menerjang Eunhyuk, untung saja Hyoyeon menarik tubuh Eunhyuk cepat. Eunhyuk sempat kaget bagaimana seorang yeoja bisa mengangkat tubuh dengan cepat.

Eunhyuk merasakan dekapan ditubuh Hyoyeon. Dingin. “Wae.. waeyo?” tanya Eunhyuk dengan polosnya.

“Hyuk ayo kita tinggalkan orang ini sebelum darahmu dihisap. Kita vampire!” Hyoyeon membuka identitasnya di depan namja bodoh itu.

“Hyoyeon..” Eunhyuk masih sempat-sempatnya berbicara. Tapi, Hyoyeon menarik Eunhyuk dengan gerakan cepat. Membawa Eunhyuk ke suatu tempat dengan mobilnya.

Hyoyeon berhenti di sebuah tempat yang lengang. Mengajak Eunhyuk turun dari mobilnya. Eunhyuk masih memasang tampang bingung.

“Aku dan keluargaku semua vampire.. dan Hangeng kenapa bisa seperti itu.. Dia adalah vampire baru. Masa dimana para vampire akan sangat agresif. Jadi bagaimana menurutmu?” tanya Hyoyeon. Eunhyuk tidak membalas apapun. Hanya keheningan yang tercipta pada malam mereka.

“Saranghae..” kata Eunhyuk tegas dan yakin. Eunhyuk seperti tidak perduli siapa Hyoyeon lagi. Ia memang menyukai yeoja itu. Lagipula, cinta memang tak mengenal perbedaan bukan? Hidup dan mati seakan tak ada artinya lagi saat cinta ada dihadapanmu.

“I have to kill you..” desis hyoyeon. Lalu Hyoyeon menunduk pelan. Eunhyuk mengangkat dagu Hyoyeon.

“Aku percaya kau masih punya pilihan lain.” kata Eunhyuk. Lalu ia meletakkan tangan Hyoyeon di pipinya. Hatinya mengatakan Hyoyeon tak mungkin menyakiti dirinya. Dan ia yakin itu.

“Kau bisa merubahku ‘kan?” tanya Eunhyuk. Hyoyeon langsung mendorong tubuh Eunhyuk pelan. Tapi efeknya sampai membuat Eunhyuk terjatuh. Hyoyeon membantu Eunhyuk berdiri. “Ya! Kau mau membunuhku? Ya tuhan.. tenagamu!”

Hyoyeon menatap Eunhyuk tajam dengan mata emasnya. “Itu sebabnya aku tidak ingin mengubahmu, tenagaku terlalu kuat dan menyakitkan. Aku pasti akan melukaimu Hyuk.. aku memang vegetarian tapi aku masih sangat tertarik dengan darah manusia.”

“Gwenchanayo aku mengerti Hyoyeon. Tapi apa kau mau membiarkanku memendam perasaan sendiri?” pertanyaan Eunhyuk tersebut membuat Hyoyeon melemah. Ia menatap Eunhyuk getir.

“Aku tidak bisa melakukannya sekarang Hyuk.. harap menyadari posisiku. Kau beda dari Hangeng yang dilukai oleh Daesung. Sehingga Sooyoung bisa mengubahnya jadi vampire karena ia ingin menyelamatkan Hangeng. Kau juga beda dari Minho yang sendirian tanpa orangtua, Minho juga tertabrak. Kau beda.. kau sehat, kau baik-baik saja.”

“Arasseo, apa kau ingin aku celaka? Agar mudah bagimu untuk merubahku?” Hyoyeon menggeram mendengar pertanyaan Eunhyuk.

Hyoyeon hanya menundukkan wajahnya. Ia benar-benar kalut sekarang. Ia masuk kedalam mobil dan menarik tubuh Eunhyuk agar masuk bersamanya. Ia tutup pintu mobil lalu mengeluaran nafas beratnya.

Ia benar-benar kalut. Dan air mata kini mengenang di sudut matanya. Ia tidak bisa… ia tidak bisa mengubah Eunhyuk. Karena, jika ingin memilih ia lebih ingin menjadi manusia bukan vampire.

Eunhyuk hanya menatap Hyoyeon sendu. Ia tak menyangka gadisnya menangis. Ia meraih dagu Hyoyeon dan mencium bibir gadis itu.

“Gwenchana Hyo ah.. Aku akan baik-baik saja,” Eunhyuk berusaha menenangkan Hyoyeon. Dan ia kembali mengerayangi bibir dingin Hyoyeon. Hyoyeon hanya diam dan membeku. Tapi, saat bibir Eunhyuk menggigit bibir bawahnya membuat ia reflek membuka mulutnya. Tentu saja, Eunhyuk mendapat celah menyelusuri setiap rongga mulut Hyoeyeon.

Hyoyeon masih berkelut dengan cara mengubah Eunhyuk. Tapi, ia tidak bisa menolak kemauan Eunhyuk. Eunhyuk semakin menekan kepala Hyoyeon agar lebih dalam menciumnya.

“Stop it Hyuk.. ah…” desah Hyoyeon saat bibir hangat Eunhyuk mengerayai lehernya. Hyoyeon mendorong pelan tubuh Eunhyuk hingga ia terjungkai.

“Kenapa kau mendorongku?” pekik Eunhyuk.

“Itu akan menyakitkan Hyuk.” balas Hyoyeon datar.

“Tapi, aku ingin hidup bersamamu.” rengek Eunhyuk dengan membelai rambut Hyoyeon. Ia mencium kening Hyoyeon lembut. “Aku mohon..”

Hyoyeon mendesah dan ia hanya menganggukan kepalanya. Ia hanya membalas ciuman Eunhyuk selembut yang ia bisa. Ia menggerakan tubuhnya dan berpindah ke jok belakang. Menarik tubuh Eunhyuk agar ikut bersamanya. Hingga tubuh Eunhyuk menindih tubuhnya.

Hyoyeon menarik rambut Eunhyuk saat ia menciumi lehernya. Ia tarik tengkuk Eunhyuk dan mencium leher Eunhyuk, membuat Eunhyuk meracau nikmat. Setelah cukup, ia gigit leher Eunhyuk. Menyisipkan racunnya.

Hyoyeon menyodorkan obat penawarnya. Berusaha racun itu tidak begitu menyakiti tubuh Eunhyuk. Dan menyenangkan tubuh Eunhyuk dengan tubuhnya agar bisa berkurang sedikit rasa sakit dari racun itu.

Suara malam yang damai hanya bisa menyaksikan kedua insan yang bergumuruh di mobil dengan beberapa decitan yang membuat hati pilu.

Hyoyeon berharap semoga habis ini ia tidak dipenggal oleh keluarga Kim karena merusak mobil mereka hanya untuk memuaskan hasrat mereka berdua.

12 day after hyuk be a vampire

Eunhyuk memang telah menjadi vampire, dan ikut tinggal dirumah keluarga Kim. Appa dan umma Eunhyuk berada di jepang. Tapi Hyoyeon tetap saja menjaga jarak dengan Eunhyuk berbeda dengan Sooyoung yang selalu mendampingi Hangeng. Hyoyeon menganggap Eunhyuk mandiri. Aapabila Eunhyuk kalap, ia hanya menyerahkan Eunhyuk ke Kyuhyun, Jonghyun, Taemin dan lain lain. Dan hal itu jarang sekali.

Suatu hari Eunhyuk mengikuti Hyoyeon yang mengendarai mobilnya, karena tau Hyoyeon pasti akan mencium aromanya bila ia berlari. Eunhyuk memutuskan naik mobil sendiri. Hyoyeon menjalankan mobilnya jauh keluar Seoul bahkan keluar dari daerah tempat tinggal mereka.

Ternyata Hyoyeon berhenti di sebuah pemakaman. Sebuah pemakaman kuno, tapi masih terawat dengan baik. Eunhyuk hanya memarkirkan mobilnya. Ia yakin bahkan dalam jarak 3 kilo ia masih bisa mendengar suara hyoyeon.

“Umma appa, nan bogoshippoyo.. entah kenapa setelah lebih dari 100 tahun aku baru menyadarinya. Aku menemukan orang seperti dia.. seperti namja yang kucintai dan kalian cintai dulu. Dia suamiku sekarang, dia Lee HyukJae. Entah kenapa aku merasa ia sangat mirip Kim Jae Yoon. Dan aku juga merasa tidak rela melepasnya. Jadi aku mengubahnya menjadi sepertiku. Tapi aku tidak menjadikan Eunhyuk bayang-bayang Jae Yoon. Eunhyuk akan selamanya Eunhyuk. Aku.. ah entahlah.. kurasa aku mulai mencintainya. Baiklah umma appa. Beristirahatlah dengan tenang. Aku cinta kalian.” Hyoyeon berkata di pikirannya, telepatinya menyambung dengan Eunhyuk. Sehingga Eunhyuk bisa tau apa yang Hyoyeon katakan.

“Benar kan.. kau pasti tidak bisa melepasku Hyo. Aku tau cepat atau lambat kau juga akan mencintaiku. Aku juga tau kau yang memberiku surat penyemangat itu kan? Aku tetap akan ikut audisi itu. Sudahlah kau tau dimana aku kan.. keluarlah dari pemakaman yang menyeramkan itu!” goda Eunhyuk.

Hyoyeon berdecak kesal. “Ish… dasar. Geurae aku mengakuinya. Sudah jangan pernah mengungkit hal ini!”

“Chagi.. karena kau sudah mengakui mencintaiku. Ayo kita pulang. Aku sudah tak sabar menghabiskan waktu bersamamu,” goda Eunhyuk membuat Hyoyeon naik darah.

“YA! KAU ITU HAMPIR MERUSAK RUMAH TAU! Aku tau kau paling kuat tapi.. hah sudahlah Yesung oppa dan Victoria unnie akan mengusir kita dari rumah itu jika kita melakukannya dengan sembrono.”

“Ah.. aku bisa membangun rumah itu lagi tenang saja. Bahkan tanpa bantuan yang lain pun.”

Hyoyeon datang kesamping Eunhyuk tapi tetap berbicara dengan telepatinya. “Kau benar-benar tak mengenal keluargaku ya? Rumah itu rumah kesayangan vampire senior, seperti Yesung oppa, Zhoumi oppa, Taemin, Kyuhyun oppa, Onew, Jonghyun dan Key. Kau pasti akan dihabisi.”

“Baiklah aku mengerti, tapi tolong katakan secara jelas. Apakah kau mencintaiku Kim Hyoyeon?” tanya Eunhyuk dalam.

“Sulit mengakuinya tapi memang iya aku cinta padamu.” jawab Hyoyeon lalu tersenyum kecil.

Flashback off

BRAKK!

Suara decitan barang pecah terus bergema dikamar Eunhyuk dan Hyoyeon. Jika, didengar mereka seperti berkelahi karena suaranya benar-benar membuat gendang telinga bergema. Tapi, sayangnya bukan.

“Ya tuhan demi apapun. Aku ingin mengusir pengantin baru itu dari rumah!” keluh Jonghyun saat ia sedang menonton TV dikelilingi vampire lain. Lalu tawa vampire lain bergemuruh mendengar keluhan Jonghyun.

“Makanya kau cari pasangan.. apa kau mau kita selamanya berdua? Ish.. tidak-tidak aku punya amber.” balas Key. Jonghyun hanya mencibir.

“Jonghyun kau seperti pangeran tampan yang tak dapat putri.” Semua terdiam mendengar ke-sangtae-an Onew. Biarpun dia vampire sangtaenya tak pernah hilang.

“Ramaikan keluarga ini hobae-hobae.” kata Yesung lalu tersenyum tipis. Zhoumi terkekeh pelan.

Hyung omonganmu seperti kakek-kakek saj. Ah, aku mengerti kau itu hampir 200 tahun tapi..” kata Zhoumi dengan bahasa Korea yang aneh.

“Ini masih pagi kenapa mereka melakukannya? Tapi benar juga.. rumah kita bisa hancur lama-lama kalau mereka seperti itu. ah.. jangan aku sangat mencintai rumah ini.” Kata Seohyun.

Kyuhyun mengusap bahu seohyun.“Chagiya, kau mau?” tawar Kyuhyun sambil menunjukkan evil smilenya yang bertolak belakang dengan angel smile Seohyun.

“Jinjjhayo.. kau mau mati oppa?” ancam Seohyun membuat Hangeng dan Sooyoung menertawakan mereka.

“Chagi… sekali lagi ya.” Rengek Eunhyuk dengan telepatinya.

“SHIREO!!!!”

Terpaksa setelah mendengar teriakan itu, Taeyeon dan Victoria berpikir akan mengusir Eunhyuk dan Hyoyeon dari rumah itu.

To be continued

 

Dari Rekin : Maaf NC gagal -_- kaga berani nih bikin desahan #plak. Oke, maafkan kami yang bikin fanfic gagal ini wkwk. Comment ya~ Biar semangat hoho. Untuk part selanjutnya kita rahasiakan. So, tetep pantengin fanfic ini ya haha.

Dari Athiya : ahahah saya jadi ketularan yadongnya kin unnie ^^v bias ku kan eunhyuk, dia yadong.. aku juga harus yadong(????) penasaran part selanjutnya? Makanya ikutin kita terus. Gumawo, gomapta, saranghae…. RCL please J

Categories: chaptered, Couple, fanfiction | Tags: , , , , , , | 18 Komentar

Navigasi pos

18 thoughts on “Part 2 When all is begin Season 2(HyoHyuk’s side)

  1. Ryrie

    Ohh ini nyeritain masing2 pasangan ya ? Trus taeyeon ma siapa ?

  2. amal

    ohhh… jadi ini cerita tentang vampire toh. thor, kasian amat jonghyun ga punya pasangan. cariin dongggggggg

  3. VigkhieSonElf

    new reader nich…
    oh hyohyuk aku suka..
    seokyunya kapan thor?

  4. Lee Young

    kyaaaa keyen …. aku juga nge-fans ama hyukkie oppa loch … dia keyen … tolong bikin taeteuk dund … plizz

  5. alya

    lanjutannya mana?

  6. ahhhh hyukppa keren bgt
    tapi akhirnya hyohyuk bersatu
    pasangan hyohyuk sangat kuat hahahaha

    lanjut yahhhh seokyu taeteuk taellinyaaa
    ohhh BTW yesungppa sma zhoumi
    cariin pasangan impritnya dong kasian amat

    yahhhh dah dehhh pokoknya seokyu moment yahhh
    aq tunggu lohhh#maksa
    hehehehe

    gomawo

  7. Adeena

    halo reader baru, baru nemu ff ini di mbah google dari judulnya menarik jd penasaran bacanya.

    Rasa penasaranku udh trblskan tp aku bingung sama ceritanya. Apa mungkin karena aku baca dr part 2 ya? sdngkan part 1 blm di baca. apalagi ini season 2 pula lagi. makin pusing aku. Tapi aku suka kok pasangan ini. Btw, ff sblmnya ada dmn ya? aku pengen bc supaya ngerti jaln ceritanya^^

  8. Adeena

    Halo reader baru, baru nemu ff ini di mbah google dr judulnya menarik jd penasaran bacanya.

    Rasa penaranku udh trblskn tp aku bingung sama ceritanya. Apa mungkin aku bc dari part 2? sdngkn part 1 blm di baca. apalagi season 2 pula lagi. makin pusing aku. tp aku suka kok pasangan ini. Btw, ff sblmny d mana ya? aku pengen baca supaya ngerti ceritanya^^

  9. Rista giana

    Ah bener2 tersentuh ma sikap hyuki oppa emang betapa hyuki oppa sayang dan cinta bgt ma hyohyen smp2 minta jd dijadiin vampire.jd ga sabar nunggu season selanjutnya ditunggu yah gumawo

  10. asa

    bagus

  11. intan jj

    Eon udahh kepo Tingkatttt dewaaaa hheeheehh bagus kok eon apalagi hyohyuk akukan shipernya ggoood job deh buat eon

  12. agnes dede

    cingu kren buaaannggeett..
    ditunggu lanjutannya eon..
    ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: