White Christmas 4 Years Ago

Author: @Athiyaalmas atau @Shfllyy3424

Title: {Oneshoot} White Christmas 4 Years Ago

 

Cast:

  • Taemin SHINee
  • Choi Jinri Sulli f(x)

Other cast:

  • Minho SHINee
  • Temukan sendiri

Genre: romantic, friendship, general etc.

Rating: 13+

Ps: FF ini udah pernah dikirimkan dan di publish di tempat lain. Tapi dua-duanya karyaku Cuma ini versi lebih panjang^^

Desclaimer: All cast belong to their self and god. PLOT IS MINE ATHIYA ALMAS!

Contact me on:

  1. fb: athiya almas
  2. twitter: @athiyaalmas
  3. wp: athiya064.wordpress.com

 

Cerita ini hanya untuk yang menyukainya. Kalo gak suka jangan dibaca ya, DON’T BE A PLAGIATOR! DON’T bash me… this is just my imagination.

Happy reading ♥

 

White Christmas 3 Years Ago

            “Happy white christmas! Merry Christmas!!” perkataan itu terucap dimana-mana. Pelukan, jabat tangan terasa hangat di mala natal yang diwarnai dengan turunnya salju.

Hot coffee?” ucap seorang namja sambil menggosokkan tangannya karena kedinginan. Namja itu berdiri tepat di depan sebuah kedai kopi.

“Aku minta satu kopi hangat.” Ulang namja itu pada pelayan yang mematung di depannya.

“Ah, maaf aku melamun.” Yeoja pelayan itu segera mengambil secangkir kopi dan menghidangkannya.

♥♥♥

            Choi Jinri, seorang waitress di sebuah kedai kopi menggoyangkan topi Santa Clausnya. White Christmas adalah sesuatu yang berulangkali mengusik pikirannya. “Lee Taemin..” ucapnya pelan. Sulli menggeleng cepat sambil menatap wallpaper Handphonenya. ‘White Christmas 4 years ago..” tulisan di sudut wallpaper Hpnya, yang menampilkan foto Sulli dengan seorang namja yang memeluk bahunya.

Hot coffee?” Sulli menatap pelanggan barunya. Mendadak jantungnya seakan berhenti berdetak, membangkitkan memori yang telah tersimpan lama.

“Aku minta satu kopi hangat.” Sulli tersadar dari keterkejutannya, dan buru-buru menyembunyikan wajahnya dengan mengalihkan pandangannya.

“Ah, maaf aku melamun.” Sulli masih tetap pada posisinya, ia melihat namja yang sedang asyik menyesap kopi buatannya itu. Sulli menurunkan topi Santanya hingga hampir menutupi mata indahnya, berusaha menyembunyikan wajahnya. Lama Sulli memperhatikan namja itu.

“Apa aku terlihat buruk?” tanya namja itu, sadar kalau diperhatikan. Sulli kembali mengalihkan pandangannya.

“Tidak.” Jawab Sulli singkat, ia kemudian menyibukkan diri dengan menghias kopi dengan cream dan terbentuklah sebuah daun di atas kopi itu.

“Berapa aku harus membayar?” tanya namja itu, Sulli berjalan menghampiri namja itu dan mengambil cangkir kopi yang telah habis dari meja.

“Karena ini malam White Christmas, aku beri kau gratis.” Kata Sulli sambil tersenyum kecil. Lelaki yang lebih tinggi darinya itu bangkit.

“Kau punya senyum yang indah, yeoja pelayan kopi..” namja itu berkata sambil tersenyum.

“Topi santa ini bagus, tapi sebaiknya kau menaikkannya. Aku tak dapat melihat matamu tau. Happy White Christmas..” namja itu menaikkan topi Sulli sampai wajah Sulli benar-benar terlihat.

“Kau??” tanya namja itu sambil menunjukkan ekspresi kagetnya. Sulli menghela nafas kecil. Lama mereka diam, dan tangan namja itu masih berada di kepala Sulli menyentuh pipi Sulli tepatnya.

Normal pov end

Sulli pov

 

“Taemin-ah!” sebuah suara mengagetkan namja itu, ia buru-buru melepas tangannya. Jantungku perlahan mulai berdetak dengan normal. “Minho hyung?” panggil Taemin, lalu ia melirik sekilas kearahku.

“Kita harus bertemu lagi besok, setelah misa Natal di depan gereja yang sama seperti 3 tahun lalu.” Ucap Taemin lalu  meninggalkan kedai kopiku dengan berlari kecil, Misa Natal? Baiklah aku akan kesana apapun yang terjadi.

“YA! Tunggu aku!!” namja bernama Minho itu berteriak “Hey kau cantik tapi jangan melamun di malam Natal ini.” Lagi-lagi namja bernama Minho itu menyadarkanku. Minho berlari menyusul Taemin. Mereka berdua telah pergi, dan kedaiku terlihat lengang. Sudah terlalu malam, semua orang pasti akan menyiapkan diri untuk hari esok. Aku memasang tanda ‘Closed’ pada kedaiku. Dan memakai mantel sambil membawa sebuah payung untuk menemaniku kembali ke apartement.

Aku masih tidak percaya, aku pun duduk di depan meja belajar. Taemin seseorang yang mewarnai hidupku beberapa tahun yang lalu dan meninggalkanku 4 tahun lalu pada White Christmas. Taemin akan menyampaikan sesuatu kala itu, dan kami seharusnya bertemu selepas misa di gereja. Tapi aku melanggar janjiku dan lebih memilih menonton serial drama favoritku. Dan tahu-tahu aku mendengar kabar bahwa Taemin pindah ke Shanghai. Hubunganku dengan Taemin dulu tidak lebih dari sekedar sahabat, tapi juga terlalu dekat jika dikatakan sebagai sahabat.

“Aku seharusnya menepati janjiku, dan percayalah Taemin aku akan menemuimu besok. Apapun yang terjadi..” ucapku yakin.

Aku memandang wallpaper Hpku lagi. Selamat datang kembali Taemin oppa selamat datang dan mewarnai hari-hariku lagi. Sebagai seorang namja polos dan membuatku tidak pernah memanggilmu sebagai oppa. Aku merindukanmu dan kau kembali sebagai Taemin yang dewasa.

♥♥♥

            “Nuguya?” namja yang ditanya hanya menyandarkan kepalanya pada jendela bis yang mereka tumpangi.

“Ya! Taemin! Kau dengar aku tidak? Siapa yeoja itu?” kesal teman Taemin sambil mengguncang bahu sahabat yang telah dianggapnya adik itu.

“Dia Sulli, Minho hyung..” jawab Taemin. Lalu menatap Minho sekilas dan kembali menyandar pada kaca bis.

“Apa?? Lalu kenapa kau tinggalkan? Aish bodoh! Bukankah selama di Shanghai kau selalu ingin menemui gadis bernama Sulli?” Taemin menatap namja di sampingnya.

“Aku akan menagih janji 4 tahun lalu, aku akan menunggunya di dekat gereja setelah misa esok. Sudah kau tenang saja, aku lelah.” Kata Taemin.

@tomorrow

Misa Natal berjalan sangat tertib dan aman. Taemin melihat keadaan di sekitarnya sesekali, mencari Sulli. Tapi ia tak menangkap Sulli dalam pandangannya. Mungkin Sulli akan menyusul dari gereja di daerah rumahnya. Gereja itu berada di tengah kota berbeda daerah dengan rumah Sulli. Taemin berjalan keluar dan duduk di taman, ia membersihkan salju yang menumpuk di kursi taman itu. Masih turun salju tapi tidak selebat kemarin. 3 jam sudah Taemin menunggu tapi tak ada tanda-tanda kehadiran Sulli.

Eoddika? Apa kau tidak akan datang lagi Sulli? Apa begitu berat jika aku harus menantimu? Apa aku memang dilarang menantimu?” ucap Taemin pelan dan hampir saja sebulir air matanya menetes.

***

            Seorang yeoja mendengus kesal, hari ini sangat sepi. Dan tak ada satupun taxi yang bersedia mengantarnya ke kota. Bus juga tak sesuai jadwal berangkatnya. Padahal ia tak mungkin melanggar janji untuk yang kedua kalinya dengan orang yang sama, dan di tempat yang sama. “Vespa ku mogok juga! Sial.. ah, aku masih punya sepeda!” yeoja itu berlari pulang ke rumahnya dan mengendarai sepeda berwarna putih untuk menuju ke kota.

“Hah.. hh~ aku datang..” ucap yeoja itu dengan nafas terputus-putus karena kelelahan.

“Kenapa lama sekali?? Perjalanan dengan bus kan hanya 40 menit!” teriak namja di depannya.

Brukk! Yeoja itu jatuh pingsan karena kelelahan. “Sulli -ya! Sulli -ya! Aish, kau kenapa? Ya! Jangan mempermainkanku! Kau tak pernah bisa mempermainkan Lee Taemin tau! kau pasti akan kalah lihat saja kalau..” cerocosan Taemin berhenti setelah melihat sepeda berwarna putih yang ditinggalkan seseorang (pastinya Sulli) tak jauh dari sana. Ia mengenali betul itu sepeda Sulli dengan sticker Spongebob dimana-mana.

“Sepeda? Menempuh jarak 40km dengan sepeda? Yeoja gila!” Taemin hampir marah karena teringat penantiannya selama 3 jam tadi, ia hampir putus asa jika Sulli tidak datang. sebenarnya Taemin sangat mengkhawatirkan Sulli, naik sepeda di hari bersalju dan jaraknya jauh apa masih waras otak yeoja ini? Taemin menggendong tubuh Sulli kedalam gereja.

“Aku baik-baik saja, tenang saja.” ucap Sulli sesaat setelah dia sadar. Taemin merasa lidahnya kelu. Ia menatap Sulli yang berusaha bangkit.

“Kenapa kau datang dengan sepeda?” tanya Taemin, sambil membantu Sulli duduk. Sulli hanya menunduk dan menawab dengan lirih.

“Tidak ada taxi dan bus juga tidak ada yang lewat.” Jujur Sulli. Taemin mengusap kepala Sulli lembut.

“Lalu kenapa kau datang?” tanya Taemin lagi. Sulli menghela nafas dan tersenyum. Lalu menatap wajah imut Taemin.

“Karena aku tidak mau menyesal seperti 4 tahun lalu, aku ingin tau apa yang akan kau katakan Lee Taemin oppa.” Balas Sulli.

“Aku hanya ingin.. aku.. aku sengaja menyuruhmu kemari karena apa? Karena aku mau menikah denganmu di gereja ini. Di gereja besar ini tak lama setelah white christmas 4 tahun lalu, tapi mungkin aku harus menunda untuk memilikimu.” Taemin berkata bersungguh-sungguh.

“Kita bahkan bukan sepasang kekasih.” Elak Sulli, sebenarnya Sulli juga memiliki perasaan yang sama.

It doesn’t matter, aku akan tetap melamarmu Choi Sulli.” Taemin beralih dari tempat duduknya dan berlutut di hadapan Sulli.

“Jadilah suami yang baik Taemin oppa.” Ucap Sulli lalu tersenyum. “So?” tanya Taemin, Sulli hanya mengulum senyum kemudian menjawab.

“Yah, aku harus belajar tahan denganmu untuk selamanya haha.” canda Sulli, tapi Taemin langsung mencium bibir Sulli lembut dan hanya sekilas.

Gumawo kukira kau takkan pernah mau menerimaku Sulli, dan ini baru pertama kali kau memanggilku oppa. Jeongmal saranghaeyo aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan terus mencintaimu.” Kata Taemin sungguh-sungguh, Sulli hanya mengangguk percaya.

Taemin mendongak dan mencium dahi Sulli yang berada di hadapannya. Dalam keadaan Sulli duduk di kursi dan Taemin masih saja berlutut di hadapan Sulli. Mencium Sulli hangat sambil memegang pipi Sulli. Lalu turun ke bibir Sulli.

“Maaf gereja ini akan dibersihkan.” suara penjaga gereja mengganggu mereka, membuat kedua pasangan itu tersenyum keki dan terpaksa meninggalkan tempat itu, tapi dengan perasaan bahagia yang tak bisa dilukiskan.

“Aku sisakan untuk hari pernikahan kita dan hari-hari selanjutnya~” bisik Taemin sambil mengamit jemari Sulli dan mengajak Sulli keluar gereja.

“YAK OPPA SEJAK KAPAN KAU YADONG???” teriak Sulli sambil memukul punggung Taemin agak keras.

Chagiya sejak kapan kau galak begini?” Taemin meringis sambil mengusap punggungnya yang sakit. “Ups, mianhae.” Kata Sulli. Lalu Sulli berjalan ke depan sepedanya yang mencolok akibat sticker Spongebob berwarna kuning.

“Bagaimana sepedaku? Sepertinya aku tidak kuat mengayuhnya lagi sampai rumah.” Ucap Sulli pelan.

“Kita naik mobilku, tapi jangan kaget ya..” kata Taemin, Sulli pun menuntun sepeda yang rencananya akan ia letakkan di bagasi mobil Taemin. “Memang kaget ada apa?” tanya Sulli, Taemin hanya tersenyum misterius.

Tiit.. tiit..

Taemin membuka bagasi mobilnya dan memasukkan sepeda Sulli ke bagasinya. Lalu menutup bagasinya lagi dan membuka pintu mobilnya yang sebelah kanan.

GEBRAAKK!!

“AAAA!!” jerit Sulli kaget karena melihat sesuatu atau tepatnya seseorang jatuh di hadapannya. “Eh hyung gwenchanayo?” Taemin juga kaget melihat kejadian itu.

“Yak! Lee Taemin pabo! Kapan kita berangkat nanti kita ketinggalan misa pagi hari!” tiba-tiba seseorang yang terjatuh itu berteriak heboh dengan suara bass nya.

Hyung..” panggil Taemin. “Mworago?” tanya namja tinggi itu sambil mengusap pantatnya yang terhempas dari mobil ke tanah.

“Misa sudah berakhir dan aku baru saja akan pulang. Tapi aku tak tau kalau kau tidur sambil bersandar di pintu mobil.”

MWO?? Lee Taemin!! Kenapa kau tak membangunkanku?” gertak namja itu, Sulli yang mengetahui hal itu hanya menahan tawa. Bagaimana bisa seseorang yang kemarin ia tahu bernama Minho itu tertidur sangat lama.

“Aku sudah membangunkanmu dengan segala macam cara tapi tidak ada yang mempan Minho hyungjinjjha kau benar-benar tukang tidur!” balas Taemin. “Aaargh!” erang Minho.

“Hah, selalu saja semua kacau gara-gara aku ketiduran.” Gerutu Minho lalu kembali masuk mobil dan Taemin dapat melihat Minho berusaha tidur lagi.

“Kau benar-benar kaget dengan sikap namja itu kan?” tanya Taemin. Dan Sulli tidak dapat menahan tawanya lagi.

“Hahahahaha.. jinjjhayo Minho oppa lucu sekali..” tawa Sulli. “Yah memang dia kelihatan keren kalau dari depan tapi sebenarnya sahabatku itu sering memalukan kalau urusan tidur dan dibangunkan.”

“Hey! Kalian berdua, cepat masuk mobil dan bawa aku pulang! Sepertinya aku harus meminta maaf pada Tuhan gara-gara ulahku.” Kata Minho sambil menurunkan kaca mobil. Taemin pun segera masuk ke ruang kemudi dan Sulli masuk ke tempat duduk belakang.

The End

FF Taelli yang ngebut kekekeke^^ jangan lupa RCL ^^

Categories: Couple, fanfiction, General, Oneshoot | Tags: , , , , | 6 Komentar

Navigasi pos

6 thoughts on “White Christmas 4 Years Ago

  1. anonymous

    lucu, sweet, keren, ah gatau deh!! bingung mau comment apa thor!! abisnya, ini paksaan author sih buat ngunjungin ni wp! hahaha~ bercanda ._.v
    pokoknya so sweet lah thor..
    btw, you know who am i? kekeke~😀

  2. chingu, seriusan kamu nulisnya ngebut? ya ampun berapa jam? jangan bilang kalau kamu nulisnya 1 jam .soalnya, ya ampun, cepet bener! dan keren sumpahh

    ff ini sukses jadi salah satu ff taelli favorit saya. TaeLli jjang!
    btw salam kenal, keep writting dan FIGHTING~

    • iya ngebut chingu-_-v aduh aku lupa nulis berapa jam kekeke
      gumawo ya🙂 iya salam kenal juga~
      makasih semangatnya kekeke

  3. an.wook

    Daebak chingu!!!

  4. ngakak pas endingnya…minho ketiduran..
    kkk~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: