The Best Nightmare (1/4)

Author: @Shfllyy3424

Title: {Chaptered } The Best Nightmare (1 of 4)

Genre: NC 21 (maybe), Yadong, Romantic, Drama, Fantasy

Rating: 21

 Cast:

  • Lee Hyukjae (Super Junior Eunhyuk)
  • Sandra Lee (OC)
  • Lee Donghae (Super Junior Donghae) + Girlfriend (Richan=OC)

Other cast:

  • Super Junior’s member
  • SM’s Member
  • Cari sendiri

Ps:       Ini berasal dari sesuatu yang tidak di duga, PENUH IMAJINASI DAN KHAYALAN^^ Dan cerita ini kalo kata temen saya itu very very longshoot-_- *apaan wkwk* jadi saya sarankan untuk membacanya di kala santai dan tidak dikejar-kejar kesibukan.  Seperti biasa saya adalah penulis NC pemula dan saya yakin tulisan saya tidak sebagus author-author lain, saya hanya mencoba dan terus berusaha *alah hehe* juga saya ingin mencondongkan pada segi cerita dan berbagi imajinasi *ala spongebob* walau saya tahu bila segi cerita yang saya tulis ini tidak seberapa bagus, tapi mohon dinikmati ya ^^

            Terus satu lagi saya menambahkan account pribadi seperti facebook dan blog bukan berarti saya ingin promosi besar-besara begitu, itu untuk mengantisipasi supaya tidak ada plagiat. Dan kalo ada plagiat saya harapkan readersdeul bersedia menghubungi saya di account2 tersebut^^ bikin cerita itu tidak segampang perkiraan loh, ini saja saya harus berusaha di tengah2 puasaan *lah curhat* wkwk. Jadi saya mohon tolong setiap cerita di comment dan jangan diplagiat^^ berlaku buat cerita-cerita lain selain cerita yang saya tulis ya~

Desclaimer: All cast belong to their self and god. PLOT IS MINE ATHIYA064! Kesamaan tempat dan nama hanya sebuah rekayasa ataupun kebetulan!

Copyright and Contact me on:

  1. fb: athiya almas
  2. wp: athiya064.wordpress.com

 

Cerita ini hanya untuk yang menyukainya. Kalo gak suka jangan dibaca ya, DON’T BE A PLAGIATOR! TIDAK TERIMA BASH… this is just my imagination. RCL please^^

Start~

-Mau basa-basi dan cerita awal terbentuknya fanfict ini, beberapa hari lalu ada kucing Persia tiba-tiba masuk ke halaman belakang rumah saya. Lalu setelah itu setiap hari saya merasa kucing itu mengawasi saya, dan entah mengapa saya tiba-tiba bermimpi dengan begitu jelas. Padahal sudah pasti itu khayalan, namun mimpi itu begitu lengkap hingga nampak seperti sebuah film. Bahkan saat bangun tidur saya masih belum bisa membedakan dunia nyata atau masih alam mimpi. Mimpi itulah yang membuat saya mendapat inspirasi menulis, jadi saya katakan ini murni fikiran saya pribadi J karena saya tau cerita tentang kucing(?) memang banyak hanya saja ini murni karangan saya.-

Happy reading ♥

Seorang gadis mendengus kesal, matanya memandang berkeliling kearah luar jendela bis yang ditumpanginya. Hujan rintik-rintik semakin membuat perjalanan menuju rumahnya menjadi lebih lama, ia kesal karena ia pasti sudah kehilangan satu serial drama favoritnya di televisi.

Gadis itu membenarkan duduknya, mencari posisi paling nyaman. Sesekali mulutnya menyenandungkan lagu-lagu sambil mendengarkan playlist di ponselnya yang telah tersambung headset.

“Urgh, lama sekali.” Keluhnya. Bis itu sudah cukup sepi karena senja mulai menjelang, rata-rata orang bekerja di daerah itu hanya sampai siang hari. Sore hari tidak ada aktifitas yang begitu berarti, berbeda dengan dirinya yang selalu pulang sore hari dari universitasnya.

“Pemberhentian berikutnya!” teriak sang sopir, ia cepat-cepat membenahi diri. “Akhirnya sampai juga.” Bisiknya senang, ia segera turun dari bis itu. Dan mempercepat langkahnya menyusuri jalanan kecil untuk sampai rumahnya, menerobos hujan. Membuat bajunya terkena tetes-tetes air meski tidak basah kuyup karena hanya gerimis.

“Ah, umma pasti belum datang.” Keluhnya, ia membuka pintu rumahnya dengan kunci cadangan yang selalu ia bawa. “Annyeong!” sapanya meski tidak tampak siapapun di rumah itu. Pagi-pagi tadi orangtuanya sudah pergi ke luar kota. Gadis itu meletakkan sepatunya di rak yang ada dan segera membaringkan tubuhnya meski belum sempat berganti baju.

Ia sudah berbaring di atas sofa lengkap dengan kemeja yang ia gunakan saat kuliah tadi, lalu tangannya meraba-raba mencari remote televisi rumahnya. Segera ia pencet satu tombol dan ia lihat layar yang tadinya hitam itu kini menampilkan gambar-gambar. “Ah panasnya.” Ia menggerutu, segera ia meraih sebuah pakaian rumahnya yang santai, tipis dan pendek. Ia membuka bajunya sembarangan, karena memang tidak ada orang di rumah itu jadi ia bebas berganti baju dimanapun.

Ia kemudian akan menggantung kemeja yang ia gunakan untuk kuliah tadi di halaman belakang rumahnya. Saat ia membuka pintu yang berhubungan langsung dengan halaman rumahnya udara sejuk segera menyapa.

Kemudian tangannya meraih sebuah hanger dan meletakkan kemejanya, lalu menggantung kemeja seragamnya itu. Ia menghembus nafas lega, bau tanah akibat hujan yang masih mengguyur tadi begitu segar menurutnya. Matanya terpejam sementara menikmati terpaan angin yang membelai lembut wajahnya.

Kreekk.. kreeekk..

Ia membuka matanya kaget, halaman belakang rumahnya memang di penuhi batu-batu yang sengaja dipasang sebagai penghias. Dan bunyi tadi itu bertanda seseorang atau sesuatu menginjak batu-batu tadi. Matanya menatap ke sebuah objek di depannya, gadis itu cepat-cepat mengernyit sepintas air mukanya berubah menjadi.. takut?

“Meong~” objek tadi mengeluarkan suaranya. “GYAHHHH!!!” ia segera berteriak dan masuk lagi ke rumahnya, lalu menutup pintu rumahnya cepat-cepat sehingga menimbulkan suara ‘bedebam’ yang cukup memekakkan.

“Aish, kenapa ada makhluk berbulu itu lagi sih?” gumamnya. Ia mengernyit kesal lalu menatap sesuatu yang ia sebut ‘makhluk berbulu’ itu dari jendela. “Tapi kau lucu sekali, seandainya aku tidak takut pada sebangsamu itu.” Ia memutuskan membuka jendela dan duduk di jendela itu. Ia memandangi kucing dengan badan yang cukup gempal itu.

Mungkin itu adalah kucing sejenis ‘Persia’ atau ‘Anggora’ entahlah gadis itu tidak bisa membedakannya dengan jelas, ia hanya bisa membedakan bahwa itu adalah ‘kucing mahal’ , ‘kucing terawat’ atau ‘kucing kampung liar.’ Dalam kamusnya tidak ada adegan ‘mengakrabkan diri dengan fauna sekitar.’ Ia membenci segala jenis binatang, bukan membenci lebih tepatnya takut.

Ia takut pada hampir segala jenis binatang, bahkan bila orang bilang kupu-kupu adalah hewan yang lucu ia sangat mengutuk perkataan itu. Sekali ada kupu-kupu yang menghampirinya ia selalu mengambil langkah seribu, sifat penakutnya itu yang membuat gadis itu mudah dikerjai teman-temannya. Bayangkan gadis berumur 17tahun takut dengan capung dan kupu-kupu!

Tapi ia tidak ambil pusing lagi mengenai masalah itu, kali ini ia memfokuskan pandangan pada kucing di hadapannya. Kucing itu begitu menggemaskan, bulunya lebat dan berwarna cokelat pasir. Sesekali ia menggoyangkan ekornya, tetes-tetes air masih mengalir di tubuhnya. Bagian wajahnya hampir tidak terlihat karena lebatnya bulu itu. Hanya matanya yang terlihat jelas.

“Meong~ meong.” Kucing itu mengeluarkan suara lagi sambil menatap gadis itu. “Kau berbicara padaku? Kau mau bicara apa? Kau kedinginan ya? Maaf aku tidak berani memberikanmu handuk atau apapun.. maafkan aku ya, kau tau sendiri kalau aku ini penakut.” Gadis itu berbicara dengan nada yang cukup lembut sambil menatap kucing itu, padahal memang kcuing itu mengerti dan bisa menjawab kata-katanya? Dan memangnya kucing itu tau kalau ia takut hewan?

“Maaf, kau tunggu sebentar sampai ibuku datang ya? Kalau ibuku datang aku akan memberikanmu susu dan makanan. Maafkan aku..” sesalnya, kemudian ia menutup jendela itu. Kucing itu tidak mengeong lagi, tapi gadis itu yakin kucing itu masih akan berdiri di depan pintunya.

Ia kini berbaring lagi di sofa rumahnya yang cukup empuk, tiba-tiba hujan bertambah deras. Fikirannya melayang pada kucing yang masih berdiri di depan pintunya, untuk masalah hujan ia tidak perlu khawatir. Halaman belakang rumahnya dilindungi atap sehingga kucing itu pasti tidak akan kehujanan lagi. Tapi.. ia pasti kedinginan bukan? Angin berhembus cukup kuat.

Ting tong!

Gadis itu membuyarkan lamunannya, ia melangkah menengok ke kaca jendela halaman belakang. Televisinya kini telah berganti acara berita sore yang membosankan menurutnya, ia tidak lagi perduli dengan serial drama itu. Mungkin jiwa sosialnya terlalu besar untuk mengkhawatirkan kesehatan sesuatu yang ia benci.

“Kau disini saja.” Lagi-lagi gadis itu berbicara pada kucing itu. Kemudian ia melangkah ke ruang tamunya, ia melihat ibunya sudah berdiri di ambang pintu. Saat yang tepat! Ibunya pasti berani menolong kucing malang itu, kalau kucing itu dijual pasti harganya lumayan bukan?

Umma!” serunya, “Sandra-ya kau itu kenapa? Umma kaget mendengar teriakanmu.” Ibunya itu melepas sepatu santai yang ia kenakan. “Umma umma, ada kucing! Kucing Persia! Besar sekali!” serunya menggebu-gebu, dan sedikit sok tau. Memang itu kucing Persia sungguhan?

Jinjjharo? Eoddi?” tanya ibunya, Sandra segera menarik tangan ibunya menuju ke halaman rumah belakang. Saat ia membuka pintu. “Ini kucing.. loh dia kemana? Tadi dia masih berada disini kok aku yakin seratus persen!” Sandra memekik kaget melihat halaman rumah belakangnya masih kosong. “Sandra-ya, mungkin itu hanya halusinasimu.” Gumam ibunya lalu melepas blazer yang ia kenakan.

Maldo andwae! Aku benar-benar melihatnya, aku tidak mungkin mengarang. Kemana kucing cokelat pasir tadi ya?” Sandra memakai sendal rumahnya dan mengelilingi halaman belakang rumahnya. “Meong? Meong?” ia berusaha menirukan suara kucing tadi untuk memancingnya keluar. “Hei sudahlah Sandra, ini sedang hujan deras. Masuklah!” ibunya itu membujuk Sandra masuk.

“Aku masih memikirkan kucing itu, ia pasti kedinginan.. aku sudah berencana membuatkannya susu. Ah mungkin ia sedang mencari tempat yang nyaman, aku sedih sekali. Meski aku takut aku ingin memelihara kucing yang begitu lucu sepertinya.” Bisik Sandra. “Sudahlah, kapan-kapan kita beli saja.”

“Ada apa?” tanya ayah Sandra sambil membuka kancing Jas yang ia kenakan. “Sandra melihat kucing.” Jawab ibu Sandra, ayahnya hanya mengangguk gamblang tanpa ingin tau lebih lanjut. Sandra yang melihat itu hanya menaikkan alisnya lalu mengangkat tas ransel yang ia pakai berkuliah tadi dan membawanya ke kamar. Sampai di kamar ia merebahkan dirinya malas dan memainkan ponselnya untuk sekedar menjelajah dunia maya.

 

Dua hari kemudian kucing itu masih saja tidak kembali ke rumah Sandra, mungkin kucing imut itu telah benar-benar menemukan tempat yang nyaman. Atau mungkin kembali pada pemiliknya? Siapa tahu saja kan.. lagipula sudah terlihat jelas bahwa kucing itu adalah kucing rumahan meski tanpa ciri-ciri khusus seperti kalung yang biasanya ada pada leher kucing peliharaan itu.

Hari itu Sandra menjalani harinya dengan malas-malasan, apalagi orangtuanya baru pulang ketika petang hari. Rumah itu terasa semakin sepi dari tahun ke tahun, apalagi karena urusan kuliahnya yang menumpuk Sandra sendiri juga sering pulang malam. Ia dan orangtuanya kini sedang menonton televisi sembari menikmati camilan ringan.

Mungkin orang bertanya-tanya mengapa namanya ‘Sandra’ nama barat tapi ia menyandang marga Lee milik keluarganya. Orangtuanya memang warga asli Korea namun neneknya adalah keturunan Inggris sehingga beliau menyarankan nama itu untuknya. Padahal pelafalan kata itu di Korea tidak mudah, rata-rata orang memanggil namanya dengan ‘Sandela.’ Sedikit aneh.

Sandra lagi-lagi hanya terfokus pada ponselnya dan camilan kering, ia tidak perduli dengan televisi meski ia sedang berada di depannya. Ia memang begitu jarang menghabiskan waktu untuk menikmati acara-acara di televisi, kalau bukan demi drama favoritnya ia juga tidak bakal menyalakan televisi itu. Orangtuanya sesekali terkikik pelan menikmati sebuah tayangan komedi.

Sementara tangannya bergerak lincah menyentuh layar ponselnya untuk sekedar mencari tau perkembangan chart grup favoritnya. “Kyaaa!” Sandra hampir menjatuhkan ponselnya karena kaget. Bruk! Remote yang awalnya berada di tangan ibunya sudah berpindah ke lantai. “Umma wae geurae?” tanya Sandra. “Igeo! Igeo!” ibunya menunjuk-nunjuk pintu halaman belakang yang terbuka.

“Kucing siapa itu?” tanya ayah Sandra, Sandra masih membelalakkan matanya senang. Ia segera berjongkok di depan pintu, “Benarkan dia adam sudah kubilang aku melihat kucing ini.” Kata Sandra sambil memunggungi orang tuanya.

Kyeopta, sepertinya umma ingin memeliharanya. Sandra-ya, ayo kita bawa ke dokter. Ah tapi sayang sekali besok umma harus pergi bersama appa dan menginap di luar kota.” Sesal ibunya. “Berikan susu dan makanan untuknya Sandra-ya.” Sandra menurut lalu beberapa saat kemudian sudah keluar dengan susu di mangkok kecil dan sereal kucing yang pernah diberikan oleh sepupunya, meski saat itu ia tidak memiliki seekor kucing.

Karena ia tidak berani maka ibu Sandra yang memberikan susu itu pada kucing imut tadi. “Ini jenis Persia.” Kata ayahnya, Sandra hanya mengangguk ia tidak cukup perduli dengan jenisnya, yang jelas wajah imut milik kucing itu menyihirnya. Ia seperti merasa tidak ingin kehilangan kucing tadi. “Minumlah susu yang banyak eo? Dan selamat datang! Mulai sekarang namamu.. err siapa ya? Ah! Namamu Ken!” teriak Sandra secara spontan.

“Ken? Sandra dia bukan tokoh lelaki dalam cerita Barbie sayang.” Canda ayahnya, ayahnya tau dulu Sandra sangat menyukai film itu. Hanya saja ketika ia dibelikan boneka Barbie, Sandra bertindak seperti psikopat dadakan. Ia menjambak rambut boneka yang ukurannya kecil itu, kemudian ia mematahkan tangan dan kaki Barbie itu. Hingga orangtuanya kaget dan membawa ia ke psikiater. “Itu adalah cara anak kalian menyalurkan bakatnya.” Terang psikiater itu, tapi memang apa bakat yang diawali dengan mencabik-cabik tokoh kartun yang tidak bersalah? Bakat menjadi seorang pegulat? Hei Sandra itu wanita.. oleh karenanya ayah-ibu Sandra tidak pernah membelikan bonekanya lagi, hanya membelikan filmnya.

“Biar saja, aku mau namanya Ken titik!” balas Sandra, meski sudah berkuliah gadis itu memang masih terlihat seperti anak-anak secara sifat. Mungkin anak tunggal berpengaruh dan membuatnya menjadi sedikit manja seperti itu. “Dan apa kalian harus pergi lagi esok hari?” tanya Sandra.

“Mau bagaimana sayang, banyak urusan yang masih terbengkalai.” Jawab ayahnya, dan itu seperti nada final bagi Sandra. Ia tidak banyak bertanya lagi..

~The Best Nightmare~

            Hari ini aku dan beberapa teman sekelompokku belajar bersama, kelompokku terdiri dari lima orang, tiga laki-laki dan dua perempuan yang sudah termasuk aku. Kami mengerjakan tugas itu di ruang tv sehingga aku bebas melihat Ken yang bermain-main di halaman.

Temanku yang perempuan satu lagi bernama Sangmi, ia tidak bisa mengikuti kerja kelompok sampai selesai karena akan segera pergi kerumah neneknya. Kumaklumi saja, sehingga di rumahku hanya ada aku, Key, Jiyong, dan Baro. Aku dan ketiga temanku itu bekerja dengan serius, hingga tugas kami selesai.

Aku menarik tanganku keatas, merilekskan tubuhku lalu memandang kearah Ken, aku sedikit terhenyak melihat Ken menatapku tajam. Dan sudahkah aku bilang Ken memiliki warna bola mata yang Merah terang, begitu menyeramkan. “Kau lihat apa?” tanya Jiyong. “Ah itu aku lihat kucingku.”

“Hei sejak kapan kau punya kucing? Bukankah kau itu anti binatang?” tanya Key menggodaku. “Hish, sudah Key berhenti meledekku!” teriakku kesal. “Arrayo.” Jawab Key lembut, tangan kanannya bergerak mengusap rambutku.

“MEONG!” Key terkaget mendengar suara Ken, suaranya itu menyeramkan. Seperti kucing yang sedang bertengkar dan marah. “Kucingmu lucu sekali.” Baro beralih dan mengelus-elus lembut bulu Ken, aku tidak pernah melakukan itu. Ken menggeliat keenakan, ia semakin mengeluskan kepalanya ke telapak tangan Baro. Apalagi saat Baro memijat lembut daerah sekitar lehernya, Ken memejamkan mata keenakan.

“Baro benar dia lucu.” Kata Key, ia menyingkirkan lengan Baro dan ikut mengelus-elus bulu lebat Ken. “MEONG!!” lagi-lagi Ken melawan dan.. “AW! Ya! Kau dendam padaku hah?” teriak Key, di lengan putih mulusnya tertinggal jejak panjang hasil cakaran Ken. “Aish, perih sekali. Sandra-ya aku pulang ya.”

“Eh, maafkan dia Key. Dia kan binatang.” Sesalku, bagaimanapun Key ini sahabat baikku. “Sudah tidak apa-apa.” Jawab Key pelan, kemudian ia pulang bersama dengan Baro dan Jiyong. Kini tinggallah aku dan Ken berdua di dalam rumah. “Ken, kau kenapa eo?”

 

 

“Aku bosan!” aku menutup novelku dan duduk di atas sofa, semenjak kedatangan Ken aku sering sekali duduk di sofa ini sambil membuka pintu. Ken memang tidak diperkenankan masuk rumah tapi ia sudah punya box kayu kecil yang dilapisi selimut sebagai tempat ia tidur. “Ken aku bosan, seandainya kau itu manusia aku pasti sudah mengajakmu bermain sejak tadi.” Gumam Sandra.

Namun akhirnya entah karena angin apa, ia tertidur di atas sofa itu dengan tenang. Aku tidak mendengar apa-apa lagi dan hanya tidur dengan perasaan begitu damai.

 

Aku terbangun, mataku membiasakan diri dengan cahaya yang menerpa, sekilas kulihat jam dinding menunjukkan pukul 8 malam. Orangtuaku tidak pulang hari ini, aku memandang ke arah pintu halaman belakang. Pantas saja tidurku tidak nyaman, pintu ini terbuka jadi banyak nyamuk yang menggigitku. “Miyu tangkap ini! Hap.. ah bocah pintar!” kudengar sayup-sayup suara seseorang lelaki? Eh siapa?

“Miyu-ya neomu kyeopta! Kyeopta Miyu-ya..” suaranya terdengar begitu dekat. Aku memandang ke sekeliling, siapa lelaki yang bermain-main ini? “Ken!” panggilku tanpa sadar, entah kenapa aku memanggil kucing itu. Aku keluar ke halaman, dan melihat-lihat. Lampu taman cukup menerangi malam ini.

“Ken kau dima.. WAAA!” teriakku, membuat seseorang tak diundang yang tengah duduk di halaman itu terjungkal. “Ya! Siapa kau? Itu kucingku!” teriakku. Orang itu menatapku dari atas sampai bawah, entah kenapa pandangannya membuat bulu kudukku berdiri. Ia hanya berjongkok sambil sebelah tangannya mengelus-elus Ken yang begitu betah di sampingnya.

“Oh, kau sudah bangun. Anyyeong! Dan satu lagi ini kucingku nona.” Katanya sambil tertawa kecil, deret gigi putihnya dan gusinya terlihat begitu jelas. “Kenapa kau bisa ada di dalam rumahku hah? Oh jadi Ken itu milikmu? Bagaimana kau tau dia disini? Jangan diambil Ken sekarang milikku!” aku bertanya sambil menunjukkan sifat posesifku.

“Ken? Nona namanya Miyu, aku masuk lewat gang.” Ia tersenyum lepas lagi, wajahnya terlihat sedikit konyol tapi entah kenapa aku suka melihat senyumnya. “Hish, kenapa kau namai Miyu? Itu mengerikan, namanya Ken! Kau itu siapa? Maling? Kenapa kau lewat gang?” jangan salahkan aku, memang aku adalah tipe orang yang mudah penasaran dan cerewet.

“Miyu ini kucingku, dan jangan bilang-bilang ya.. Miyu ini setengah jiwaku, jika ada yang terjadi pada salah satu diantara kami maka yang lain ikut merasakan. Jadi aku tau dimana Miyu berada, dan dimana Miyu memutuskan untuk tinggal maka disitu pula aku akan mengikutinya.” Ia berkata dengan serius tapi wajah konyolnya membuatku ragu akan kata-katanya.

“Eh kau ini waras atau tidak? Mana ada sejiwa dengan hewan?” tanyaku. Kemudian lelaki itu berdiri, ia menepuk-nepuk tangannya. Ken masih setia mengikutinya, kali ini Ken merebahkan tubuhnya di atas sepatu kets yang dikenakan lelaki itu. “Ada, tentu saja ada! Dan aku ini waras nona, aku Lee Hyukjae. Panggil aku Eunhyuk.” Ia mengulurkan tangan, aku mengernyit.

Chankamman.” Kataku singkat lalu melesat ke dalam rumah dan meraih sesuatu dari dalam kotak obat dan menemui lelaki itu lagi. “Pakai ini!” aku menyerahkan hand sanitizer padanya. Ia menaikkan alis bingung. “Untuk apa?”

“Eunhyuk-ssi, kau habis menyentuh Ken. Aku takut binatang, kumohon bersihkan tanganmu sekarang.” Ia tertawa, “Haha yang benar saja? Kau memelihara Miyu tapi kau takut pada binatang. Kau lucu sekali nona..” meski ia tertawa, ia menuruti perkataanku. Ia mengenakan cairan pembersih tangan itu.

“Nah, aku bersih sekarang. Ayo berjabat tangan!” aku menyambut uluran tangannya dan genggamannya itu hangat. “Sandra Lee, jangan memanggilku nona Eunhyuk-ssi aku tidak setua itu bahkan kau mungkin lebih tua daripadaku. Panggil saja Sandra.” Jawabku. “Baiklah, aku akan memanggilmu Sandra-ya, dan panggil aku Eunhyuk-ah. Sandra-ya, biarkan aku masuk. Lagipula kalau kau memelihara Miyu berarti kau juga harus menerimaku. Kalau kau memberi Miyu makan kau juga harus memberiku makan, sekarang aku lapar bolehkah aku makan? Wah itu dapur aku masuk ya.” Ia menyingkirkan tubuhku yang berada tepat di depan pintu. Heh apa-apaan bocah itu?

“Tunggu! Apa maksudmu? Aku memelihara Ken karena ia adalah kucing, sedang kau itu manusia Eunhyuk-ah. Jadi mana bisa begitu? Lalu kau mau bilang karena Ken ada di rumahku maka kau juga harus tinggal di rumahku? Kau kira aku buka penampungan eo? Kau tidak bisa berada di sini, kau itu laki-laki Eunhyuk-ah. Orangtuaku bisa pingsan mendadak melihatmu ada di sini.” Keluhku, ia tidak mengindahkan perkataanku. Ia sudah duduk di meja makan dan tangannya dengan tanpa izin membuka tudung saji.

“Memang kenapa kalau aku manusia? Manusia kan juga butuh makan, tidak aku tidak akan tinggal di sini. Bisa mati di tangan Siwon hyung aku, aku hanya sering kemari. Tenang orangtuamu pasti tidak menolak keadaanku hehe. Sudah sekarang aku lapar aku mau makan.” Rengeknya, aku memutar kedua bola mata. “Umurmu berapa sih? Urgh, baiklah. Karena tidak ada makanan maka aku akan membuatkanmu ramen.”

Aku mengalah dan membuat ramen instan, setelah beberapa saat berkutat dengan ramen. Kutuangkan ramen yang masih panas itu ke mangkuk dan memberikannya ke Eunhyuk. “Sepertinya enak, aku tidak sabar.” Ia memegang sumpitnya lalu mengambil ramen yang masih panas itu dengan sumpit, ia meniupnya dengan tidak sabaran dan langsung memasukkannya ke mulut. Ia mengunyah dengan cukup semangat lalu tersenyum padaku, bisa dibayangkan betapa konyol wajahnya kan?

“Eunhyuk-ah itu menjijikan, makanlah pelan-pelan.” Aku bergidik geli, ayahku bisa langsung menggetok kepala bocah ini bila melihatnya makan. Ayahku selalu membenci orang yang makan dengan tidak aturan. “Ywa akwu mengwerti eumh maswhittwa Sandwa-ywa!” gumamnya tidak gelas sembari memakan ramennya.

“Kau ini tidak makan berapa lama sih? Sudah tubuhmu cungkring begitu, makanmu juga tidak aturan.” Gumamku. Lelaki itu memang berbadan cukup cungkring, namun bagian badannya terlihat kekar. Rambutnya cepak dar berwarna cokelat, senyumnya sudah kubilang konyol tapi aku menyukainya, dan rahangnya begitu tegas. Sejujurnya ia tidak jelek, keren malah. Andai saja ia tidak bersikap begitu konyol seperti ini, aku penasaran apa hubungannya dengan Ken? Lagipula kalau dia punya rumah kenapa ia tidak membawa Ken pulang? Ah jangan..

“Aku tampan kan?” ia menyelesaikan makannya, aku baru sadar. Ini bahkan belum lima menit dia benar-benar monster bila sudah makan. “Tampan apanya? Kau ini seperti tidak makan bertahun-tahun.”

“Terakhir kali aku makan lima jam yang lalu.” Aku melotot keheranan, “Lalu mengapa sekarang kau seperti sudah tidak makan bertahun-tahun hah? Kau habis olimpiade marathon apa?” ia menggeleng. “Sandra-ya, sekarang aku lelah. Dimana kamarmu?”

‘BOCAH GILA INI BILANG APA? Di..dia mau ke kamarku? Yang benar saja!’ jeritku dalam hati, segera ku ambil sendok di depanku dan melemparkan benda perak itu ke kepalanya. “AW! Hei kenapa kau melemparku begini?” ia mengusap-usap kepalanya. “Cish, kau ini.. kau kira kau siapa tidur di kamarku? Kita ini lawan jenis bodoh, kau tidur saja di kamar lain.” Kataku tegas.

“Aku tidak mungkin tidur di kamar orangtuamu kan? Dan aku tidak mau tidur di kamar tamu, aku tidak suka tidur sendiri.” Ia mengerucutkan bibirnya, dia kira yang seperti itu imut memang? “Jangan banyak berpikir, ayo tidur!” ia sudah melangkah lebih dulu menaiki tangga rumahku, ia mencari-cari kamarku.

“Ya! Ya! Ya! Ya! Eunhyuk-ah! Yaaaaaaa!” teriakku tapi ia tidak menoleh sedikitpun. “Ah disini, hey kau cukup narsis juga? Apa ini? ‘Sandra Inside, welcome to the beautiful place.’ Ia membaca sebuah gantungan yang kutempelkan di pintuku. Lalu membuka pintu kamarku sebelum aku bisa mencegahnya. “Ah beautiful apanya? Berantakan begini.” Ia mengeluh, lalu masuk ke kamar mandi. Setelah keluar dengan muka yang sedikit basah ia berbaring di tempat tidurku.

“Keluar!” pintaku sambil berkacak pinggang. “Shireo, aku lelah.” Balasnya sambil memejamkan mata. “Keluar Eunhyuk-ah atau aku berteriak sekarang?” balasku dengan tajam. “Sudah sini kau tidur di sampingku.” Ia menepuk tempat tidurku dengan lembut.

“Ya Tuhan aku mimpi apa semalam? Eunhyuk kau ini tidak punya otak ya?” tanyaku masih tidak mau kalah. “Sandra-ya, kau sudah menanyakan lebih dari 20 pertanyaan padaku. Bisakah sekarang kau diam? Tidurlah, aku tidak mungkin melakukan sesuatu yang aneh padamu. Anggaplah aku ini salah satu saudaramu jadi tidak mungkin kan aku berlaku macam-macam?” ia menyakinkan.

“Baik aku akan tidur bersamamu, tapi ingat kalau kau melewati batas yang kubuat aku tidak segan-segan melemparmu ke kantor polisi terdekat.” Eunhyuk mengangguk patuh, ia kembali memejamkan matanya. Aku meraih guling, bantal besar, serta dua tumpuk selimut untuk memisahkan jarak antara kami berdua. Setelah posisi kami benar-benar terpisah aku segera membaringkan badanku di atas tempat tidur. “Ya Tuhan jangan marahi aku ya? Fikiranku masih suci.. ini murni kecelakaan.” Bisikku membuat Eunhyuk setengah tertawa. Aku memejamkan mata dan membelakanginya..

~The Best Nightmare~

            “Umma eoddika?” aku melihat ke sekeliling, tidak ada siapapun. Hari ini ayah dan ibuku bersantai di rumah kok, tapi kemana mereka? “Umma, aku sudah datang. Umma dimana?” tanyaku lagi, tapi tidak ada yang menyahut. Segera kuraih ponselku dan kuhubungi satu nomor yang kuhafal di luar kepala.

Tuuutt.. tuuuttt..

Cklek!

Umma eoddika? Aku kan mau pergi dengan umma, kenapa umma tidak ada di rumah? Umma masih bekerjakah?” tanyaku bertubi-tubi. Tapi hening.. tak satupun jawaban yang kudapatkan, “Umma?” panggilku, hanya terdengar helaan nafas seseorang. Bukankah ini suara nafas ibuku?

“Sandra-ya.. tolong.. tolong umma.. tolong..” suara umma terputus-putus. “Umma waeyo? Wae geuraaaeee?? Umma!” teriakku. Lagi-lagi tidak ada jawaban, dan sedetik kemudian panggilan terputus secara sepihak. Ada apa dengan ibuku? Perampokan kah?

Drrtt drrt

Getaran ponselku membuatku sadar bahwa ada sebuah pesan yang masuk, pesan yang tidak ku ketahui siapa pengirimnya. Aku membuka pesan itu dengan was-was.

‘Gudang X nomor 7, sekarang atau mati.’

Membacanya sedetik kemudian aku berlari menyusuri jalanan, gudang itu terletak di ujung daerah rumahku. Aku berlari terus menerobos matahari yang kini hampir kembali ke peraduan, sepi.. tidak ada yang membantuku. Tidak ada seorangpun yang menemaniku untuk berlari ke arah sana.

Dadaku begitu sesak, siapa yang akan mati? Ibuku? Ayahku? Siapa? Aku tidak pernah berlari sekencang ini dan nafasku telah terputus-putus. Kakiku sudah terasa kaku untuk digerakkan tapi aku belum berhenti berlari, beberapa saat kemudian aku melihat sebuah bangunan yang cukup besar. Pasti gudang itu..

Umma! Appa!” teriakku, aku membungkukkan badan untuk mengatur nafas. Kulihat seseorang dengan badan yang cukup besar, tapi wajahnya tidak jelas. Aku hanya bisa melihat seringaiannya yang menakutkan. “Nuguya?” tanyaku. Orang itu hanya terkekeh kecil, kulihat api unggun di pojok ruangan, hanya itu satu-satunya penerangan di dalam gudang yang cukup gelap ini.

Aku menyapukan pandanganku, ayah dan ibuku terikat. Mereka hanya bisa diam tanpa menatapku seakan tidak mengenaliku sama sekali. Dan tak jauh dari sana ada Eunhyuk? Bagaimana dia bisa ada di sini? Ia menatapku dengan air mata di sudut matanya, tatapannya begitu sendu. “Wae geurae?” tanyaku lirih.

Mianhae, mianhae, mianhae, mianhae Sandra-ya. Mianhamnida!” jeritnya, “Berisik!” PLAK! Seseorang menampar Eunhyuk hingga ia terjatuh, tamparan itu sepertinya sangat keras. Sudut bibir Eunhyuk berdarah, kenapa Eunhyuk bisa terlibat? “Eunhyuk-ah, tolong..” bisikku. Aku seperti orang linglung, aku tidak bisa berlari menyelamatkan orangtuaku. Bahkan aku juga tidak bisa berlari untuk menyelamatkan diriku sendiri.

“Sandra-ya, nyawa itu harus dibayar nyawa bukan? Eunhyuk-mu bahkan tidak mampu menyelamatkan keluargamu! Dan setelah ini sampaikan selamat tinggalmu pada dunia.” Kata seseorang yang menyeringai padaku tadi. “Maumu apa? Nyawa? Apa aku pernah membunuhmu hah? Jangan ikut campurkan Eunhyuk bila ini adalah masalah keluargaku!” bentakku, lelaki besar itu hampir melayangkan tamparan padaku.

“Tuan Yoo tunggu!” Eunhyuk menyela perbuatan orang itu, “Apa heh? Kau ini mengganggu saja. Tugasmu sebagai derze sudah cukup, kau tidak bisa melakukan hal yang diluar kekuatanmu.” Titah orang itu, “Bunuh aku saja, aku bersedia. Asal mereka bebas, kumohon tuan Yoo.. aku mencintai mereka.”

“Bicara apa kau?” tanya orang bernama Yoo tadi, “Kumohon bunuh aku.” Tiba-tiba orang tadi mengeluarkan pedang, entah darimana datangnya pedang itu. “Baiklah kalau itu maumu..” sebuah cahaya menyilaukan tiba-tiba tercipta. Orang itu mengayunkan pedangnya dan..

CRASH!!

“EUNHYUK!!” teriakku, kepala Eunhyuk telah terpisah dari raganya. “EUNHYUK-AH!!” teriakku lagi. Tidak ada cahaya menyilaukan itu lagi, tidak ada cahaya api unggun lagi, tidak ada cahaya apapun. Senja telah berganti malam, orangtuaku kini mulai menatapku dengan pandangan mata sayu. Dan bau darah Eunhyuk memenuhi indra penciumanku, “Eunhyuk-ah! Eunhyuk-ah!”

BLAR!

Tiba-tiba tubuh Eunhyuk meledak, api menggerogoti tubuhnya. “Yang berkhianat akan mati.” Itu bisikan terakhir yang ku dengar.

~The Best Nightmare~

            “AAAAAAAAAA!” teriakku, aku berkeringat cukup banyak. Tapi tiba-tiba aku merasa aman, seseorang memelukku dengan posesif. Tapi pelukannya terasa begitu hangat untukku, tunggu! Seseorang?

Aku menggeliat pelan, apa malaikat menyelamatkanku? Apa orangtuaku baik-baik saja? Kubuka kelopak mataku dan.. hei aku bermimpi? Sebuah aroma asing yang menenangkan menyeruak, aku mengusap air mataku. Masih gelap, berarti belum pagi. Aku menolehkan kepalaku ke arah kanan, dan aku langsung menatap dada seseorang.

“Eunhyuk?” lalu kemana bantal dan selimut yang tadi kubuat untuk pemisah? Kenapa ia malah memelukku begini? Matanya terpejam tapi aku baru sadar sebuah tangannya mengusap-usap rambutku. Ia mengeratkan pelukannya padaku, aku ingin mendorong dadanya tapi matanya itu menatapku tajam. “Tidurlah.” Bisiknya, entah mengapa aku tidak mampu protes seperti tadi saat ia pertama kali datang. Aku hanya diam dan memejamkan mata.

 

“Selamat pagi Sandra-ya~” aku mengerjapkan mata masih diserang rasa mengantuk, ia masih memelukku. Well ini pertama kali aku tidur sedekat ini dengan lelaki asing yang tak kuketahui asal-usulnya. “Matamu sembab, kau semalam sampai menangis ya?” ia mengusap kelopak mataku lembut. “Iya, mimpiku seram sekali.” Jawabku jujur.

“Sudah merasa baikan? Mimpi hanya bunga tidur.” Hiburnya, “Terasa begitu nyata Hyuk-ah, dan Hyuk-ah.. kenapa kau berada sedekat ini padaku? Aku sudah bilang sebelumnya kan gender kita berbeda.” Ia mengerjapkan mata lucu, bibirnya membentuk seulas senyum yang kuakui begitu menawan. “Aku yang menyingkirkan semuanya, bukankah orang mimpi buruk itu harus dipeluk supaya tenang? Aku memelukmu dan kau kembali tenang kan?”

“Ah terserahmu saja, jam 9 nanti aku kuliah. Sekarang aku masih mengantuk.” Rajukku, lalu kembali merapatkan selimut ke tubuh. Eunhyuk masih memelukku, tangan kanannya mengusap punggungku lembut. Membuatku semakin mengantuk saja, dan sudah berulang kali kukatakan. Aku begitu ingin menolak sentuhannya, begitu ingin protes atas perbuatannya tapi aku kehilangan kemampuanku untuk melawannya. Huh, padahal lelaki ini baru datang kemarin malam efeknya sudah seperti ini padaku, bagaimana kalau berhari-hari? Eh, berhari-hari? Berarti aku mengharap kehadirannya dong? Tapi dia sendiri yang bilang akan sering datang kemari kan? Haish sudahlah Sandra berhenti memikirkan orang ini, kau harus terbiasa dengan alien yang satu ini sepertinya.

“Aku mandi duluan ya, kupinjam kamar mandimu.” Ucapnya, “Ya terserah kau saja, kau bisa ambil handuk di lemariku yang paling atas.” Ucapku tanpa berpikir karena rasa ngantuk lebih mendominasi. Kurasakan pelukannya mengendur dan terlepas, aku kehilangan rasa hangatnya..

 

“Sandra-ya ireona~” seseorang mengguncang tubuhku, “Sudah jam 7.45 apa kau tidak mau mandi? Nanti kau bisa terlambat.” Aku membuka mata dan tiba-tiba aku merasakan diameter mataku membesar(?) “GYAAAH!! EUNHYUK! APA-APAAN KAU?” teriakku sambil menutup mata dengan selimut. “Tidak ada apa-apa, aku hanya bingung mencari pakaian. Aku pinjam salah satu kaosmu ya? Kau punya tidak yang muat di tubuhku?”

Apa kau tidak shock melihat seseorang membangunkanmu, dengan hanya memakai celana jeans saja? Dan hanya dengan handuk yang menyampir di pundaknya? Orang di depanku ini topless! Dan dia itu laki-laki yang demi apapun baru kukenal kemarin malam! Ya Tuhan, kenapa kau mengirim lelaki ini padaku? Tidak adakah yang sifatnya lebih normal dari dia?

Aku segera melangkah menuju almari pakaianku, kubuka dengan celah yang sedikit. Sial aku tadi menyuruhnya mengambil handuk sendiri, padahal kan.. di sebelah tumpukan handuk itu adalah tumpukan pakaian dalamku! Ah bodoh bodoh bodoh!! aku bisa gila lama-lama jika seperti ini terus. Untung saja bajuku itu tidak terlalu girly, rata-rata bajuku adalah kemeja dengan motif garis, mantel musim dingin, jaket sporty, dan kaos berlengan pendek yang ukurannya selalu lebih besar dari tubuhku.

Kuambil satu kaos yang berlambang club olahraga terkenal, dulu aku pernah ikut club itu namun keluar dengan sendirinya. Dan kaos itu masih baru belum pernah aku kenakan karena ukurannya yang besar, kurasa orang secungkring Eunhyuk akan muat memakainya. “Hyuk-ah ini.” Ujarku sambil menyerahkan kaos berwarna biru tadi, ia melemparkan handuknya ke tempat tidurku dan memakai kaos tadi di depanku. “Ukurannya sangat ketat dengan tubuhku, tapi tidak apa-apa masih cocok. Sudah kau mandi saja!” ia mendorongku ke kamar mandi, aku meraih sebuah bathrobe baru dan buru-buru masuk kamar mandi. Tunggu sebenarnya yang punya rumah itu aku atau dia sih?

 

Beberapa saat kemudian setelah keluar dari kamar mandi, aku memakai bathrobe, namun saat aku keluar tak kulihat batang hidung Eunhyuk. Kemana dia? Seenaknya saja meninggalkan rumah orang, saat aku memalingkan wajah kulihat jendela kamarku terbuka. Aku memandang jendela itu, jendela ini terletak di lantai dua. Pasti bocah itu, hah dia kira aku tidak memiliki pintu untuk keluar? Dasar monyet.

Drtt.. drrtt..

Ponselku bergetar, kugeser layarnya untuk membuka kuncinya. ‘One message received. From: Prince Eunhyuk’ aku mengernyitkan alis, sejak kapan aku memiliki kontak bernama ‘Prince Eunhyuk’? pasti dia yang memasukkan nomor ponselnya sendiri.

Sandra-ya, nanti aku kembali. Aku harus pulang dulu, Miyu belum makan. Aku tahu kau tidak berani, nanti aku saja yang memberikan makan. Sampai bertemu nanti^^

Entah mengapa aku begitu lega melihat ia akan kembali lagi nanti, aku menunda kegiatan untuk mengganti bajuku dan malah mengetik suatu pesan balasan untuknya.

Geurae, kau yang beri makan kucingku ya. Dan ingat namanya Ken!! Eunhyuk-ah dirumahku ada dua pintu keluar kenapa kau lewat jendela? Kau seperti monyet saja, dan satu lagi! Sejak kapan aku menyimpan kontak‘Prince Eunhyuk?’ hei itu menjijikan..

Drrtt… drtt..

Miyu-Ken adalah kucing kita^^ maaf aku tidak biasa lewat pintu hihi, nanti akan aku usahakan untuk lewat pintu. Jangan mengganti kontakku Sandra, sekali kau ganti aku akan berlaku sesuatu padamu kkkk~

            aku menjulurkan lidah pada layar ponselku, “Biar saja.” Ucapku sambil tertawa, akhirnya aku segera berganti pakaian dan bersiap-siap menuju kampus dengan Bis.

~The Best Nightmare~

            “Mau jalan-jalan?” seseorang merangkul pundak Sandra ringan, Sandra mengerjap kaget lalu menatap orang itu. “Hyuk? Sedang apa kau disini?” tanya Sandra penasaran. “Kebiasaan burukmu selalu bertanya banyak hal padaku. Aku kan lelah menjawabnya, kau tidak lihat apa yang ku bawa?” Eunhyuk tersenyum sambil memperlihatkan tas yang menyampir rapi di pundaknya.

“Kau kuliah disini? Sejak kapan?” tanya Sandra, setahunya dari masa orientasi ia tidak pernah melihat lelaki dengan wajah seperti Eunhyuk. “Hari ini.” Eunhyuk tersenyum, “Eh bagaimana bisa?” tanya Sandra lagi, wajahnya diliputi ekspresi ketidak percayaan. “Lee Hyukjae bisa melakukan apapun.” Satu tangan Eunhyuk lagi-lagi mampir ke rambut halus Sandra, sementara Sandra hanya bisa diam sambil menikmati sentuhan lembut Eunhyuk. Lagi-lagi ia menimati sentuhan lelaki itu dan tidak dapat berkata apa-apa.

“He-yo!!” seseorang menginterupsi kegiatan Eunhyuk, lelaki itu menyusup di antara Sandra dan Eunhyuk. “Eungh bau manusia.” Orang itu mengibas-ngibaskan tangannya dengan lucu di hadapan Sandra. “Memang kau ini bukan manusia apa?” jawab Sandra sekenanya, sebenarnya ia ingin tahu siapa lelaki itu.

Mwo? Hyukkie belum bilang apapun padamu?” tanya orang itu tidak percaya. “Bilang apa?” balas Sandra bingung. Eunhyuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Sebenarnya sih sudah kusinggung masalah itu Hae, sayang gadis ini sepertinya tidak berpikiran macam-macam. Ia hanya sering bertanya dan membentakku Hae.” Eunhyuk mengerucutkan bibir dan bermanja-manja pada seseorang yang dipanggilnya ‘Hae’ tadi.

Jeongmal? Aish.. kenapa kau membentak Hyukkie-ku heh?” tanya Hae tajam. “Kalian ini bicara apa? Kita semua itu manusia, dan aku tidak akan membentak temanmu ini bila tingkahnya lebih ‘waras’ lagipula kau ini siapa tiba-tiba menyusup seperti ini?” tanya Sandra pada orang tadi. “Otakmu berjalan lamban ya nona Lee? Namaku Lee Donghae, aku kekasih Hyukkie yang tertunda, Ah aku sahabat yang lebih dari sahabat.” Donghae merangkul pundak Eunhyuk, kemudian mereka tersenyum bersama. Persis seperti anak umur tujuh tahun yang mengumumkan persahabatannya.

“Terserah saja, aku mau pulang.” Jawab Sandra tidak perduli, ia segera berbalik memunggungi dua lelaki tadi. Tapi tangan Eunhyuk mencengkram lengannya, “ARGH!” Sandra berteriak kencang, Eunhyuk buru-buru melepaskan cengkramannya. “Lee Hyukjae sakit tau!” Sandra berteriak, ia mengurut pelan lengannya yang memerah. Aneh memang, cengkraman Eunhyuk itu hanya cengkraman biasa tapi lengannya sudah begitu memerah.

Mi..mianhae.” bisik Eunhyuk, “Hyukkie, kau harus belajar mengontrolnya.” Kata Donghae. “Maafkan aku, bagaimana kalau aku mentraktirmu makan siang? Kumohon maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja. Aku tau bagaimana sakitnya..” Sandra tidak tega melihat air muka Hyukjae yang begitu menyiratkan perasaan menyesal.

“Baiklah kau harus mentraktirku ya!” Sandra berusaha tersenyum dan melupakan rasa sakitnya. “Baiklah kajja!” kali ini Eunhyuk menggandeng jemari Sandra dengan lembut. “Hyukkie-ya aku ikut.” Donghae lagi-lagi menginterupsi mereka, Eunhyuk menoleh menatap Donghae. “Aish baiklah baiklah, sahabat selama sepuluh tahun lebih diabaikan gara-gara gadis.” Donghae berpura-pura ngambek membuat Eunhyuk tertawa.

Anni, jangan marah Hae-ya. Nanti kita main lagi ya, aku pergi dulu daah~” Eunhyuk melangkah bersama dengan Sandra menuju parkiran mobil. “Kalian seperti anak kecil bertubuh dewasa, lucu sekali.” Setelah berkata Sandra terkikik kecil, “Eih, aku dan Donghae memang seperti itu.”

Tanpa sadar seseorang di belakang mereka menatap dengan senyuman yang dipaksakan, sampai ia mengangkat telepon yang masuk ke ponselnya di dering pertama. Senyum terpaksanya tadi berubah menjadi senyum sumringah saat melihat caller id yang muncul. “Eo Richannie wae? Baiklah aku akan segera kesana baby, kau tenang saja ya.” Setelah panggilan itu berakhir orang tadi meletakkan ponselnya ke dalam saku lagi. “Perasaanku pada Hyukkie ini bukan cinta yang sesungguhnya, aku sudah menyakinkan diri bertahun-tahun. Cintaku yang sejati hanya milik seseorang yang menungguku disana.” Orang itu berkata pada dirinya sendiri, lalu ia menuju mobilnya sendiri.

@ice cream’s cafe

Eunhyuk menyendokkan ice cream strawberry ke dalam mulutnya, hal yang sama juga dilakukan Sandra hanya saja rasa ice cream mereka berbeda. Sandra memilih rasa vanilla dan memakannya dengan perasaan damai. “Sandra-ya, mau kuberi tahu sesuatu hal tidak?”

Mwo?” tanya Sandra. “Aku ini bukan manusia loh~” kata Eunhyuk sambil tersenyum lembut. “Uhuk!” Sandra tersedak ice creamnya sendiri. “Bukan manusia?” Sandra membeo. Tangannya ia gunakan untuk menyentuh kening Eunhyuk, lalu beralih ke pipinya. “Tidak panas.” Gumam Sandra sendiri.

“Eunhyuk kemarikan tanganmu!” Eunhyuk masih tersenyum dan ia menunjukkan telapak tangannya di depan Sandra, Sandra menyentuhnya. “Tidak sedingin es juga.” Lalu ia menatap kearah kedua bola mata Eunhyuk, “Kurasa itu juga bukan softlens.” Sandra bergumam lagi sambil menunjuk bola mata cokelat susu milik Eunhyuk.

“Oh ayolah, di dunia ini makhluk selain manusia tapi berwujud manusia itu bukan hanya vampire. Kau terlalu banyak menonton film, aku ini bukan vampire yang bisa kemana-mana hanya dengan berjalan kaki dan berlari secepat angin. Hei itu melelahkan, buat apa aku punya mobil dan sepeda motor bila aku memiliki langkah secepat itu? Tidak masuk akal.. aku bukan bagian dari legenda-legenda seperti itu, aku juga tidak menghisap darah kok.” Eunhyuk berbisik, dan gummy smile andalannya tidak pernah terlepas dari wajah tirusnya.

“Lalu kau ini apa? Werewolf? Drakula? Ju-on? Oh oke yang terakhir tidak masuk akal.” Jawab Sandra ngawur. “Aku ini derze,di dalam kehidupan kami ada dua makhluk yang bisa bersanding dengan manusia. Derze dan senderze, senderze adalah makhluk yang abadi. Meski di dunia ini tidak ada yang akan terus hidup selamanya, tapi minimal senderze adalah yang akhir daripada yang terakhir bila menghadapi ajal. Jumlah senderze bisa dihitung artinya makhluk seperti itu tidak banyak, semua senderze memiliki kekuatan tidak biasa. Baik bersifat baik atau merusak, jadi senderze itu tidak suci sepenuhnya. Sama seperti manusia, tidak baik semua. Sedang aku dan Donghae ini adalah sebagian golongan derze, kalau digambarkan mungkin kami bisa disebut makhluk ‘Semu’ kami tidak akan cepat menemui ajal seperti manusia pada umumnya, dan kami umumnya begitu kuat. Kami dianugerahi kekuatan bertarung dan melindungi diri di atas rata-rata makanya ketika aku mencengkrammu tadi terasa begitu sakit. Kekuatanku itu berlebih hanya aku belum bisa mengontrolnya dengan baik, beberapa di antara kami juga diberi kekuatan yang tidak sembarang orang memilikinya. Donghae adalah darah campuran derze dan senderze ia memiliki kekuatan untuk mengatur ‘atmosfer’ perasaan atau bahasa lainnya mengendalikan perasaan seseorang begitu. Sudah mengerti penjelasanku belum? Aku takut otakmu memang benar-benar berjalan lambat Sandra-ya.” Jelas Eunhyuk dengan santai.

“Ish, aku ini tidak sebodoh yang kau dan Donghae kira. Aku hanya tidak seberapa mudah memahami orang lain begitu, kalau sudah kau jelaskan begini aku juga mengerti Eunhyuk.” Balas Sandra tidak terima. “Jadi kau ini derze?” Eunhyuk mengangguk mantap. Kemudian suasana menjadi hening, Sandra berkutat dengan pikirannya sendiri. Ternyata orang yang datang ke kehidupannya kemarin itu bukan manusia biasa..

‘Apa heh? Kau ini mengganggu saja. Tugasmu sebagai derze sudah cukup, kau tidak bisa melakukan hal yang diluar kekuatanmu.’

Sepotong cuplikan dari mimpinya membayang di fikiran Sandra, dalam hati ia bertanya-tanya. Jadi sebenarnya ia sudah tau siapa Eunhyuk dari mimpinya kemarin? Dan itu berarti kemungkinan mimpi Sandra menjadi nyata juga besar? Sandra hanya menatap Eunhyuk yang masih tersenyum, dalam pikirannya apakah mungkin orang yang bisa tersenyum di hadapannya ini suatu saat nanti bisa terbakar? Dan kepalanya berpisah dari tubuhnya? Mengorbankan dirinya demi keluarga Sandra?

‘Jangan sampai! Demi apapun itu mungkin hanya sebuah mimpi..’ Sandra menyakinkan dirinya sendiri.

“Hyuk-ah, adakah dari kelompokmu yang bisa mengartikan mimpi? Adakah dari kelompokmu yang bisa membaca masa depan?” tanya Sandra tiba-tiba, ia tidak kuat menyimpan pikirannya sendiri. Ia akan semakin jatuh kedalam perasaan penasarannya sendiri nantinya. “Bibiku bisa mengartikan mimpi, untuk masa depan.. kau harus bertemu dengan sendenze berdarah murni. Hanya saja, sendenze itu bukan dari golongan baik. Kau harus berpikir berkali-kali untuk menemuinya.”

“Aaah seperti itu, baiklah kapan-kapan bawa aku menemui bibi-mu ya?” Eunhyuk mengiyakan. “Keundae, apa hubunganmu dengan Ken? Kau bilang setengah jiwa dengannya, apa itu benar?” tanya Sandra. “Kerja otakmu lama sekali, seharusnya kau itu bertanya kemarin. Setiap derze dan senderze itu perlu menyelamatkan nyawanya, terlebih bagi derze. Setiap saat senderze yang tidak menginginkan kami itu juga bisa menyerang dan membunuh kami semua. Jadi dari kami semua itu membagi-bagi jiwa kami pada satu hal yang paling kami percayai. Biasanya bisa benda mati, bila benda hidup hanya terbatas pada hewan dan tumbuhan saja.”

“Mengapa terdengar seperti Voldemort yang menyimpan jiwanya dalam tujuh benda?” Eunhyuk mengangkat bahunya. “Mungkin J.K Rowling sudah mengetahui keberadaan kami sebelum menciptakan novel Harry Potter haha. Atau mungkin kebetulan saja tokoh ciptaannya kebetulan ada di dunia ini.” Sandra hanya mengangguk-angguk.

“Jadi bila aku sakit, Miyu akan sakit. Bila aku sedih, Miyu juga akan terluka. Dan bila aku bahagia Miyu juga akan merasakan senang. Aku harus bisa melakukan sesuatu untuk menyenangkan Miyu, sebisa mungkin perlakuan yang kami berdua terima itu sama. Itu satu konsekuensi untuk membagi jiwa pada binatang, bila pada benda mati atau tumbuhan caranya lebih sederhana. Hanya aku lebih tertarik pada Miyu, dari awal aku melihatnya hatiku tergerak dan langsung yakin kucing itu adalah tempat berbagi jiwa yang tepat.” Eunhyuk menjelaskan semuanya sambil mengaduk-aduk gelas ice creamnya yang sudah kosong.

“Jadi begitu? Baiklah akan aku coba untuk memperlakukan kalian sama. Tapi.. jujur aku masih belum berani menyentuh Ken.” Eunhyuk mengusap pipi Sandra lembut. “Gwaenchana, semua hanya butuh pelan-pelan. Artinya izinkan aku untuk menitipkan setengah jiwaku untuk tinggal bersamamu Sandra-ya.”

“Eih, kau seperti melamar saja. Sudah-sudah.. aku pasti mengizinkan kalian untuk bermain-main ke rumah, yang aku khawatirkan itu orangtuaku.” Jawab Sandra, “Donghae bisa memanipulasi fikiran mereka kok.” Eunhyuk menenangkan Sandra yang kini mulai mengerti itu.

~The Best Nightmare~

            “Hei!” seseorang menutup mata Sandra dengan kedua telapak tangannya, “Eunhyuk?” tebak Sandra. “Ish, mengapa hanya ada Eunhyuk dipikiranmu heh? Aku juga tidak pernah melihat kau bersama seorang teman selain Eunhyuk. Aku ini kan temanmu juga, kau-aku-Eunhyuk sudah berhari-hari bersama kan?” seseorang yang ternyata Donghae itu berkata panjang lebar sambil membuka telapak tangannya dari mata Sandra.

“Teman?” tanya Sandra, Sandra memang tidak terlalu pandai bersosialisasi. Baginya memiliki banyak teman itu tidak terlalu menyenangkan, ia lebih cinta kedamaian. Kalau Eunhyuk entah orang itu hubungannya apa dengan Sandra yang jelas Eunhyuk bebas datang dan pergi ke depan Sandra. Karena Sandra sudah berjanji beberapa hari lalu, tapi kalau Donghae.. memang benar Donghae temannya?

“Hei melamun!” kata Donghae, Sandra mengerjapkan mata. Beberapa orang berlalu-lalang sambil melihat mereka. Sudah Sandra terangkan bukan sebelumnya kalau Eunhyuk itu keren? Nah Donghae ini juga keren.. dan wajah manisnya itu menenangkan hati, ya kalau mereka belum mengenal sifat kekanakannya sih.

“Kenapa bisa aku jadi temanmu?” tanya Sandra menyuarakan pikirannya. “Err, bukankah yang milik sahabatmu itu milikmu juga? Kau kan tempat bersandar Eunhyuk sekarang, berarti kau juga tempat bersandarku. Berarti kau juga temanku arasseo?” Sandra melebarkan matanya. “Memang ada teori seperti itu?”

Anni, hanya menurutku seperti itu. Satu untuk semua-semua untuk satu.” Jawab Donghae sekenanya. “Terserah kau, mana Eunhyuk?” tanya Sandra. Ia sudah biasa berangkat-pergi dengan Eunhyuk. “Dia dipanggil Siwon hyung, ya seperti itulah urusan derze.” Sandra mengangguk.

“Lalu kenapa kau tidak ikut?” tanya Sandra. “Ah, urusan kami kan berbeda-beda Sandra-ya. Ke toko DVD yuk, aku mau beli sesuatu.” Tanpa aba-aba Donghae sudah menarik lengan Sandra ke mobilnya. Mau tidak mau gadis itu menurut apa yang diminta Donghae kan?

Sandra hanya berdiri melihat-lihat koleksi DVD terbaru, ia mencari-cari album penyanyi kesayangannya. Namun ia tidak membelinya, kalau tau Donghae akan mengajaknya ia pasti akan membawa uang lebih. Uangnya hari ini sudah kandas hanya tinggal beberapa won saja, ada saja urusan yang membuatnya mengeluarkan uang. Membeli bahan tugas inilah itulah kalau ia tidak pandai memanage uangnya mungkin ia tidak akan pernah bisa berjalan-jalan santai.

Sandra menatap Donghae yang sedang mengenakan headphone untuk mencoba DVD yang akan ia beli, sesekali Donghae juga ikut bersenandung mengikuti alunan lagu itu. “Jangan menatapku seperti itu aku jadi takut.” Kata Donghae, Sandra meniup poninya malas. “Yang harusnya takut itu kan aku? Kenapa jadi kau?” Sandra kembali melihat deretan album terbaru.

“Tatapanmu seperti menghakimiku, kenapa kau harus takut denganku memangnya?” tanya Donghae kemudian ia melepaskan headphone tadi dan berdiri menjejeri Sandra. “Kau ini kan bisa membolak-balik perasaan orang dan juga memanipulasi ingatan, hal seperti itu kan mengerikan Hae jelas aku takut padamu.” Terang Sandra.

“Oh benar juga.” Jawab Donghae asal. Tangannya memegang sebuah album dan membolak-baliknya, “Eunhyuk menyukai penyanyi ini.” Sandra menatap album dengan cover berwarna putih itu, ia mengalihkan pandangan tidak tertarik. “Eunhyuk suka segala sesuatu yang berhubungan dengan strawberry, Eunhyuk suka berlatih segala macam tarian, Eunhyuk suka bernyanyi meski suaranya tidak bagus haha, dia terkadang juga suka main game dan satu lagi.. Eunhyuk itu yadong, sudah berkali-kali aku melarangnya untuk melihat acara yang hanya boleh ditonton di atas tengah malam tapi tidak pernah berhasil.” Donghae meletakkan album itu, ia menghela nafas sebentar.

“Eunhyuk tidak pernah dendam pada siapapun, tapi ia juga pelit. Hanya kepadaku ia sering berbagi, Eunhyuk juga terkadang bermanja-manja padaku. Sifatnya itu lucu sekali, bila kau memahaminya kau akan menemukan banyak hal menarik pada dirinya.” Donghae tersenyum lalu menatap Sandra yang hanya berdiri tanpa ekspresi. “Hei kau mendengarku tidak sih?” dengan malas Donghae melambai-lambaikan tangan di depan muka Sandra. Sandra mengerjap mata.

“Donghae-ya, kau suka Eunhyuk ya?” tanya Sandra. “Eum, entahlah.. dibilang aku menyukainya aku ini laki-laki dan aku ini memiliki kekasih perempuan, dibilang aku tidak menyukainya aku selalu merasa nyaman bersamanya. Kami saling mengenal dan dekat seperti saudara, dan terkadang jika aku berada dekat dengannya jantungku berdetak-detak aneh. Bukankah itu jatuh cinta?” tanya Donghae, dibalik wajah cerianya Sandra dapat melihat sebuah kesenduan.

“Kau ini bisa mengatur perasaan tapi kau sendiri seperti ini, aku yakin kau sudah menyimpan perasaan galau ini beberapa waktu kan? Kenali dulu perasaanmu Hae-ya, kalau toh kau memang jatuh cinta padanya kau nyatakan cintamu itu dan kau akhiri hubunganmu dengan kekasihmu. Memang kenapa kalau kalian berdua itu laki-laki hah? Sejak SMP aku mulai memahami bagaimana orang-orang sesama jenis saling mencintai, menurutku itu wajar saja.”

“Itulah kekuranganku, aku tidak bisa mengatasi perasaanku sendiri. Aku memang seperti ini dengan Eunhyuk, tapi aku juga tidak mengerti perasaanku dengan kekasihku, rasanya aneh.. berbeda, bersama kekasihku aku selalu mengenal hal baru. Bahkan aku tidak ragu untuk menitipkan perasaanku padanya, dan aku pernah berhubungan dengan pamanku yang senderze dia bilang aku ini bukan penyuka sesama jenis. Aku jadi bingung sendiri.. dan beberapa orang menjauhiku karena waktu itu aku menyebarkan aura negatif dan membuat orang di sekelilingku ikut merasa bingung.”

“Makanya aku bilang kenali perasaanmu dulu.” Donghae mengangguk-angguk, “Akan kucoba.” Ia berkata sambil tersenyum manis dan mengusap kepala Sandra. “Aku heran kenapa kau dan Eunhyuk suka sekali memegang kepalaku.” Gerutu Sandra. “Entahlah, mungkin itu berarti cara kami menunjukkan bahwa kami nyaman dengan seseorang.”

“Maaf, apakah kalian akan membeli DVD? Karena toko ini akan tutup, hari ini kami hanya buka setengah hari. Pengunjung lain sudah pulang dan kalian pengunjung terakhir, kalau kalian berminat beli maka akan kami layani lebih cepat.” Seorang petugas wanita mendatangi mereka. “Ah tunggu sebentar aku masih akan memilih.” Jawab Donghae, petugas tadi kembali ke meja kasir.

“Aku mau beli ini dan ini.” Donghae meraih dua album dan berniat membawanya ke kasir. Ia meraba saku tempatnya menyimpan dompet, kemudian ia tertawa sendiri. “Kau gila Hae-ya? Kenapa tertawa sendiri?” tanya Sandra yang merasa aneh dengan tawa Donghae. “Sandra-ya, dompetku ketinggalan.” Donghae cengengesan lagi.

Mwo?? Heish, kau ini.. aku tidak bawa uang lebih Hae, sudah tidak usah beli saja.” Jawab Sandra malas. “Oh ayolah, aku ingin membelinya.” Donghae mencoba ber-aegyo ria dihadapan Sandra. “Aku tidak tertarik, kalau kau ingin beli besok saja kan bisa? Seperti toko ini akan pindah keluar negeri saja.” Sandra segera berbalik menuju pintu keluar.

“Sandra-ya ayolah, aku mau beli ini. Biasanya Eunhyuk yang akan membayarkanku, kau bawa uang tidak? Ya ya ya.. aku mau beli, murah kok.” Donghae masih merajuk dan memblok langkah Sandra. “Memang berapa totalnya?” tanya Sandra.

“24.000 Won.” Jawab Donghae dengan mata penuh harapan. “Kau gila! Uangku itu hanya tinggal 5000 Won bodoh.” maki Sandra. “Aku mau beli.” Donghae masih tetap dengan pendiriannya. “Kalau kau mau beli, jual saja mobilmu dan kita pulang naik taksi.” Sandra memberi saran yang tidak masuk akal.

“Kau jahat sekali.” Donghae menyerah dan meletakkan dua album tadi, akhirnya mereka berdua keluar menuju tempat parkir. Tak ayal perdebatan mereka membuat sang penjaga kasir hanya tertawa.

~The Best Nightmare~

 

TBC!!!!

            Gimana part 1 nya? Menarikkah? Butuh RCL ya^^ panjang banget? Duh so pasti-_- saya sudah bilang kan di awal hehehehe J seperti biasa menerima kritik tapi bukan bashing, apalagi bashing untuk castnya sangat sangat dilarang! Ada yang mencari sequel ‘A miracle in our life?’ nah butuh waktu buat mikir-_-v belum dapet feelnya doain aja bulan-bulan ini dapet feelnya hehehehe. Stay tune aja lah di wp saya, nanti juga saya post disana kok :3 *promosi *dibunuh

            Awalnya saya bingung menentukan cast ff ini, nominasi jatuh pada ‘Yesung, Heechul, Siwon, Kyuhyun, Eunhyuk, Changmin, Baekhyun’

            Tapi saya pikir kalau Yesung, kasihan HyeKyung cemburu._. *padahal dua-duanya nama gue di bahasa korea sama barat wkwkwk* *dilempar tungku*

            Kalau Heechul, nanti Heebum cemburu(?) oke ini absurd tapi sumpah saya mikirnya begitu. Heebum tergantikan oleh kucing persia kan kesian, lagipula abang chullie juga gabisa dibuat muka bego kan-_-v

            Kalau Siwon, ah masa si abang maenannya kucing-_- duh tuan muda choi. Dan satu lagi saya ga bisa mikir ff kalo castnya ketinggian ukuran tubuh, ini aneh tapi serius. Mana pernah saya bikin ff dengan cast yang tingginya diatas rata-rata, paling mentok abang yuyun itupun kepaksa hehe. Lagipula kalau abang dibuat konyol itumah lebih absurd lagi.

            Kyuhyun, hmm.. gimana ya? Gamungkin Kyuhyun soalnya disini dibuat buka baju. Emang pernah abang kita itu telanjang dada? Kaga-_-v lagipula Kyu juga gabisa konyol, juga mana bisa kyu srudak sruduk(?) kaya Eunhyuk haha.

            Changmin, sudah dibilang ga mungkin saya bikin ff dengan cast yang tinggi di atas rata-rata, nah ini abang galah._. *ditabok changmin* tambah gabisa mikir deh saya jadi maap banget maap T.T

            Baekhyun? Aish ini bocah wajahnya terlalu imut buat dibego-begoin, terlalu imut buat pamer abs *menurut saya* terlalu imut buat dibikinin epep enci. Jadi jangan salahkan saya baekhyun kelak kamu jadi bias saya u,u apalagi umur masih muda duh *inget yesung wkwk.

            Jadinya cast ff ini berlari pada abang nyonyet kita tercintaaahhh Lee HyukJae, juga pas abis liat rm 104 duh itu abang kecenya masyaowoh! Saya kalau lihat Cuma bisa bilang ‘pengen saya bawa pulang!!’ nah itu-_-v sudah pantes, abang dikonyolin pantes, pamer abs pantes, jadi manja pantes. Pantes lah semuanya, pegang kucing mah dipantes-pantesin aja meskipun peliharaan hyukkie itu anjing *lirik choco.

            Nah itu sekilas sejarah tentang cast ff ini ehehehe.

            Saya mau memberi peringatan, kalau ada yang menemukan arti ‘derze’ dan ‘senderze’ tidak sesuai dengan kata-kata saya mah maklumin aja ^^ soalnya saya benar-benar MENGARANG! Dan saya bukan plagiat, maka saya juga tidak menginginkan plagiat^^

            Comment yaaaa seperti biasa ga comment agung hercules melayang(?) wkwkwkwkwk papay muah muah *ppoppo atu-atu*

Categories: chaptered, Couple, fanfiction, General | Tags: , , , , , | 59 Komentar

Navigasi pos

59 thoughts on “The Best Nightmare (1/4)

  1. mbojosouvenir

    hohoho iya ini dikomentar😀 ada seri nya yah ini ?! bagi dong teman🙂

  2. annyeong aku reader baru di sini,,,,kok part 2 n 4 di pw ya,,,boleh minta pwnya gak?
    aku bukan orang yng bisa memberikn kmntar yang panjang,,,,
    soalnya aku ini sulit mengungkpkn kata2 jadi aku cm bisa bilang kalau ceritanya seru n’ bagus,,,,
    salam kenal chingu…….

  3. Renkyu

    DAE-BAK ! Mau baca yg kedua T.T

  4. @shinkyuyoung
    @renkyu
    kalo mau pwnya sms aja🙂

  5. huwaa ff nya asik seru seru aku suka^^

  6. Annyeong readers bru,
    JewELF niiih.😀
    Aaaaaaa. Critnya penuuuh misteriii,
    Blh mnta PW. paart slanjutnya. Gk?
    Makasiih

  7. safira rafidah

    ma yg tak ketawain malah bagian komentarmu diakhir ff ngakak tauk=))))

  8. Bella ELF4Ever

    Wahh, FFx daebak chingu!

  9. diiandnuno

    uwooo, ceritanya menarik
    penasaran sama yg namanya derze & senderze, dpt nama dari mana tuh?😀
    boleh ya minta PW buat lanjut chapter berikutnya?

    oh ya, salam kenal ^^

  10. NicmaChoi

    Annyeong..
    Reader baru nih.
    Nicma choi imnida.
    91line, salam kenal^^

    Aku suka ceritanyaaa~
    percampuran dr voldemort dan edward ahahahaha

    okeh, saya mau lanjut k part 2.

  11. Syifa Aulia

    FF nya seru bngt
    ceritanya keren
    Double WAW dh FF nya

  12. ^siwonnielove^

    Parno liat EunHae.. -_____-” haesemeleh.. Gue kepo si Siwon jadi apa sih.. Yuk ah lanjuut..😄

  13. Annyeong..🙂 *bow*
    aku readers baru disini..
    salam kenal buat semuanya..

    Woooowww…
    aku suka sama ceritanya seru..
    apalagi pas eunhyuk ngirim pesan k sandra. ngakak bacanya.. hahaha..

    mw baca part lnjutannya di protect..😦
    minta pw’ny donk thor.. jeball..
    gamsahabnida..

  14. Syifa Aulia

    keren FF nya
    Daebakk

  15. anyeong thor!🙂
    q riders baru Fuji AStuti imnida^^

    author yg cantik/cakep boleh gx minta password’a….:’)

    Jeballl….!! ‘:)

  16. annyeong aku reader baru nich.salam kenal:)

    ku perasaan pernah bca ff ini tpi bukan dwp ini.lupa dimana.
    itu pun cuma part 1 ajj sama persis.dri awal baca aku jg dagh suka ma ff ini penasaran ma next story’y dan untung ktmu ma wp ini yg ada kseluruhan dr chap’y jdi gk perlu nunggu chap next’y
    tpi buat chap 4’nya diprotect ya..?boleh minta pw’y?

    • annyeong aku reader baru nich.salam kenal:)

      ku perasaan pernah bca ff ini tpi bukan dwp ini.lupa dimana.
      itu pun cuma part 1 ajj sama persis.dri awal baca aku jg dagh suka ma ff ini penasaran ma next story’y dan untung ktmu ma wp ini yg ada kseluruhan dr chap’y jdi gk perlu nunggu chap next’y
      tpi buat chap 4’nya diprotect ya..?boleh minta pw’y?

      dan chap 2 jga deh….ku bru tau ternya dprotect jga ya hehehe
      boleh kan minta wp’y

  17. ceritanya.. seru..
    kirain si hyuknya jelmaan si Ken.. ternyata bukan..
    mau baca part selanjutnya.. penasaran.. boleh minta pw kah??

  18. Rista giana

    Anyeong aku reader baru disini salam kenal.aku suka ceritanya apalg castnya hyuki oppa ceritanya unik jalan ceritanya menarik.aku sebenarnya udh baca di koreannc tp ga tau coment aku kekirim atw ga jd main z langsung ke blognya hehe..

  19. Heeyeon

    Daebbak thor, aku suka… Tapi masih ada typo sih, tapi.. Gakpapalah..🙂

    • Heeyeon

      Thor, aku mau minta pw-nya..
      Aku udah kirim lewat sms ya…
      Oh iya, aku juga new readers.. Salam kenal.. ^^

  20. annyeong……………….
    aq readers baru nih salam kenal
    aq boleh mintak pw nya gak?????????
    mau lanjut ke part 2 nih………. ni no q 087857600427 pleace di kirim ya pw nya
    N ceritanya menarik….gomawo

  21. walaupun khayalan tapi kelihatan nyataa,,
    aq bisa mengikuti jalan ceritanya,,,

  22. ichaluhan

    Yaoloh Alma aku baru nyadar kalo ini ff buatanmu-__-v wkwk sori yaa :3
    doh ceritanya bagus bet qaqa >.<~~
    aku minta pwnya po'o ma u,u

  23. shawoll

    annyong…
    aq reader baru thor ^^
    92 line yo…
    salam kenal ne…
    kemaren uda coment kok di blog sebelah…
    tapi pengen tau lanjutannya makanya kesini langsung..
    boleh minta pw kah..? mksih..

  24. Chingu !!.. FF mu bagus gila (?) aku suka banget baca nya>.> 081219720846 makasih seblumnya chingu..

  25. nashia

    kereeeenn, bahasanya mudah dipahami..
    alurnya bagus!
    lanjuuttt.. :3

  26. wah benar-benar ceriya yang baguss..
    salut untuk inspirasinyaa..^^
    jadi penasaran sama kelanjutannya..
    mnta paswordnya..aku udh add ym yaa loh
    gomawo^^
    great author~~^^~~

  27. wah seru nih FF, mengajak kita untuk berfantasi, trus nama makhluknya juga gak pasaran seperti biasanya. good kok ceritanya.

  28. ide ceritanya bagus
    berawal dr imajinasi bisa jd karya besar lho
    jangan berkecil hati n terus berkarya yah
    dr part 1 ini cukup menggambarkan karakter tiap cast nya kok
    penggambarannya pas n manis
    keep working hard ~~

  29. HaneulKIM

    wuaa daebak ffnya thor, aku penasaran sama lanjutannyaa.. aku reader baru nih, boleh minta pw ga? ^^

  30. Chae rin

    Annyeong^^
    Aq readers bri dsini:-)
    Slam knal…
    Daebak thor ff.a…
    Pnggunaan bhsa.a bgus trus alr.a jg pas(???)
    Part 2 nya d pw y????
    Bleh mntk pw.a nggk thor???
    Aq udj smz tp nggk d blez:(

  31. salsabillalivia

    Daebakk thorr! X3
    Terlalu kreatif ini cerita-nya hehe^^
    Aku minta pw-nya dong thorr…biar bisa lanjuttt
    Thankyouuu““

  32. estherzhang

    aku udh baca di blog laen
    salut banget ama imajinasimu.. >///<
    cuma 1 hal yg bikin canggung karena hyuk biasa dgn image 'monkey' sekarang image nya kucing.. -_-
    jadi gimana gt ya,, haha,, *ditendang jewels*
    bener-bener suka ama inspirasi dari mimpimu itu.. aigoo..
    dibikin tulisan,, daebak~ (y)

  33. aku udah baca di blog lain. bagus ceritanya thor:)

  34. Park Seul Rin

    kyaaa unyuuk xD
    *telat baca u.u*
    annyeong new reader nih ^^
    sumpah ini jadi ff favoritku yg kedua selama baca dunia per’ff’an *curhat-.-
    keren banget imajinasinya kkk~
    bahasanya juga enak :d
    ngakak liat kata2 terakhir itu kkk xD
    boleh mnt passwordnya chingu? (;

  35. danur wendah puri rahayu

    Hemm..critax q suka, pngen bca Lnjutanx, bLh mnta Passwordx ya??

  36. Mrs.Lee

    Sumpah keren eon!
    Daebak!
    Keep writing^^

  37. saskia

    keren thor cerita ya bikin penasaran kekkeek~~ thor minta pass yg part 2 ama part 4 dong, janji deh bakal RCL *puppyeyes

  38. ah ceritanya<
    min no hapenya msh aktif kan? mau mta password yg ke2;;;

  39. wiwied_chan

    kya… apaan it? jadi tambah penasaran…
    boleh minta pw ny chingu??

  40. dita

    huh ceritanya lumayan panjang ya dan aq malah suka hehe.. sebenernya enhyuk sejenis mahluk apa silumankah dan siwon itu siapanya enhyuk?

  41. Dewi_chaki

    msih ad typo dan bhasax trllu informal n sbaikx pnggunaan kta “loh” dan “kok” di hindari ^^ ide critax bgus🙂 ak bleh mnta pw ff part 2 sm part ending gk?? ^^ nnt ak mnta di fb

  42. ceritanya bagus dan menarik🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: